The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 113. Hamil



Laura yang telah beristirahat seharian langsung memanggil Rika datang untuk mengirimkan pesan kepada Dokter Elliora dan Marie.


"Sudah saatnya memberikan kejutan kedua untuk Mantan Suamiku tersayang!" ucap Laura dengan senyum kecil dengan tatapan mata yang tajam.


"Berikan ini kepada Dokter Elliora dan Marie! Katakan keduanya untuk segera melakukan tugas yang aku perintahkan!" ucap Laura dengan ekspresi wajah yang serius.


"Baik, Yang Mulia!" ucap Rika sambil menyimpan pesan yang diberikan Laura lalu pergi meninggalkan ruangan itu sendirian.


Beberapa jam kemudian, Evans yang telah sampai di dalam kamar Tatiana melihat Tatiana sedang terbaring di atas temlat tidur dengan mata yang tertutup.


"Selamat sore, Tuan Count!" ucap Dokter Elliora dengan sangat sopan dan kepala tertunduk ke bawah dengan wajah yang datar.


"Katakan padaku! Ada apa ini? Apa maksud ucapanmu itu?" tanya Evana dengan ekspresi wajah yang tidak senang sambil duduk di sofa dengan tangan terlipat di dada.


"Selamat, Tuan. Nyonya Countess dinyatakan positif hamil." ucap Dokter Elliora dengan ekspresi wajah yang bahagia dan senyum yang lebar.


"A-apa? Hamil?" tanya Evans lagi dengan ekspresi wajah yang tak percaya dengan tatapan mata yang bingung.


"Benar, Tuan! Nyonya Countess saat ini sedang mengandung. Berdasarkan dari informasi yang didapatkan dari alat sihir, saat ini Nyonya sedang mengandung selama delapan minggu atau dua bulan!" ucap Dokter Elliora dengan ekspresi wajah yang datar sedikit senyuman di bibirnya serta tatapan mata yang merendahkan.


Evans yang mengingat dengan jelas bahwa kejadian dimana semua yang terjadi padanya adalah satu bulan lamanya menjadi sangat terkejut dengan informasi yang didengarnya.


"Apa kau tidak salah mendiagnosa?" tanya Evans dengan ekspresi wajah yang serius sambil berdiri dengan tatapan mata yang tajam.


"Diagnosa saya tidak akan salah Tuan karena alat sihir yang saya gunakan sudah sesuai dengan standar kesahatan dari Departemen Kesehatan Kerajaan Hentallius!" ucap Dokter Elliora dengan ekspresi wajah yang percaya diri dengan tatapan mata yang tajam.


Evans yang merasa dibohongi dan dicurangi oleh perbuatan Tatiana menjadi sangat marah dan kesal hingga tanpa sadar melemparkan vas bunga yang ada di hadapannya ke dinding.


"Praaakkkk!" suara vas bunga yang pecah dengan sangat keras.


"Kau adalah dokter Keluarga ini jadi tutup mulutmu dan jangan sampai informasi ini bocor atau kau harus membayarnya dengan nyawamu!" ucap Evans dengan nada suara yang mengancam.


"Baik, Tuan!" ucap Dokter Elliora dengan patuh sambil menundukkan kepala dengan senyum kecil di sudut bibirnya lalu pergi meninggalkan kediaman itu.


"George, cari tau tentang siapa ayah dari anak itu dan jangan biarkan dia keluar dari sini apapun alasannya! Wanita yang berani menjebakku dan menghancurkan hidupku tak boleh dibiarkan begitu saja!" ucap Evans dengan ekspresi wajah yang marah sambil bergerak meninggalkan ruangan itu.


"Siap laksanakan, Tuan!" ucap George dengan patuh lalu berbalik arah ke arah Yetti yang berdiri dengan tubuh bergetar dengan ekspresi wajah yang takut.


"Ikuti aku!" ucap George dengan ekspresi wajah dan nada suara yang dingin dengan tatapan mata yang membunuh.


Yetti yang tak ingin kehilangan pekerjaannya pun menurut dan pergi mengikuti George ke sebuah ruangan yang kosong dan sempit.


"Saya sungguh minta maaf, Tuan. Sa-saya sungguh tidak tau apapun. Saya hanya seorang pelayan yang bekerja melayani Nyonya Countess!" ucap Yetti dengan suara yang keras sambil bersujud di lantai di hadapan George.


"Aku yakin kau tidak tau apapun karena kita bisa melihat jika wanita itu sangat licik dan berbisa. Aku tidak akan memecat ataupun menghukummu asalkan kau dapat mencari tau siapa Ayah dari anak tersebut sebenarnya dan aku akan memberikanmu hadiah yang besar jika kau berhasil!" ucap George dengan ekspresi wajah yang serius.


Sementara itu, Dokter Elliora yang langsung pergi menemui Laura setelah melaksanakan tugasnya memprovokasi Evans.


"Apakah kau telah melakukan seperti yang aku perintahkan?" tanya Laura dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang tegas.


"Tentu saja Yang Mulia. Saat ini Tuan Count sedang sangat marah dan sedang mencari tau Ayah dari yang dikandung oleh Nyonya Countess!" ucap Dokter Elliora dengan ekspresi wajah yang bahagia.


"Hmmm, wajar saja Evans marah karena jebakan dan trik Tatiana, dirinya harus kehilangan banyak hal mulai dari status, kekuasaan, dukungan, harta dan bahkan wilayah." ucap Laura dengan senyum yang lebar.


"Bagus! Kalau begitu kau harus sembunyi sekarang. Bawalah keluargamu kemari dalam waktu dua jam dan Master Noel akan memindahkan kalian ke Kekaisaran Glorious. Aku akan memberikanmu rumah dan uang serta surat rekomendasi untuk bekerja di Kekaisaran Glorious!" ucap Laura dengan ekspresi wajah yang ramah.


"Terima kasih banyak, Yang Mulia." ucap Dokter Elliora sambil menyerahkan hasil pemeriksaan kandungan Tatiana kepada Laura lalu pergi dengan sangat cepat.


Laura yang telah menyembunyikan satu saksi kemudian lanjut melakukan rencananya yang lain dengan memanggil Pyrex menemuinya.


"Apakah anda memanggil saya, Yang Mulia?" tanya Pyrex yang telah berdiri dengan tegap dan wajah yang datar serta pandangan lurus ke depan.


"Hmmm, benar. Aku ingin kau memberikan amplop ini ke Kediaman Baron Vernon dan jangan sampai ada yang tau jika amplop ini dari kita!" ucap Laura dengan suara yang tegas.


"Saya mengerti, Yang Mulia!" ucap Pyrex yang menganggukkan kepalanya lalu mengambil amplop cokelat yang ada di tangan Laura.


Rika yang tidak mengerti rencana yang sedang dilakukan oleh Laura pun menjadi bingung dan ingin bertanya tapi khawatir Laura tak mau mengatakan apapun.


"Ada apa Rika? Kenapa ekspresi wajahmu seperti itu? Katakan saja jika ada yang ingin kau katakan!" ucap Laura dengan santai sambil meminum tehnya.


"Saya hanya bingung dengan yang dilakukan Yang Mulia. Saya merasa sepertinya akan ada sebuah hal besar yang terjadi sebentar lagi!" ucap Rika dengan ekspresi wajah yang bingung sambil mengatakan isi hatinya.


"Tentu saja. Sebentar lagi akan ada hal yang sangat besar terjadi di Kerajaan ini. Aku akan menjungkir balikkan Kerajaan ini dan mengganti Raja Kerajaan ini dengan orangku!" ucap Laura dengan ekspresi wajah percaya diri.


"Rika, aku ingin kau keluar dan menyebarkan gosip bahwa Tatiana telah mengandung saat ini tapi bukan anak Evans melainkan Bangsawan lain. Aku ingin berita ini sampai terdengar di wilayah Ibukota." ucap Laura dengan ekspresi wajah yang dingin.


Rika yang mengerti tugas yang diberikan kepadanya pun mengangguk percaya diri lalu pergi meninggalkan Laura sendirian.


"Hmmm, Marie sungguh melakukan hal yang sangat bagus tapi aku tidak bisa membiarkan anak yang ada di dalam kandungan Tatiana hidup." ucap Laura yang berdiri sambil menatap langit yang cerah.


"Aku ingin dia menderita karena kehilangan anaknya. Bahkan aku ingin dia menjadi wanita yang mandul dan tak akan bisa memiliki anak lagi!" ucap Laura dengan tatapan mata yang menunjukkan dendam yang membara.


"Master Noel, bisakah kau minta obat kepada Dokter Elliora untuk membuat kandungan seseorang semakin lemah setiap harinya dan meninggal dalam waktu kurang dari dua minggu?" tanya Laura dengan senyum yang lebar.


"Tentu, Yang Mulia. Saya akan melajukan seperti yang anda inginkan!" ucap Master Noel dengan patuh lalu menghilang dalan hitungan detik.


#Bersambung#


Apa yang ingin dilakukan Laura dengan pil yang diberikan Elliora padanya? Apa yang akan terjadi setelah amplop informasi kehamilan Tatiana ada di tangan Baron Vernon? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..