
Kaisar Frederic yang mendapatkan pesan dari Pangeran Mahkota Richard tentang perselingkuhan dari Nona Martha dari Keluarga Duke menjadi sangat marah sehingga dengan mudahnya memberikan izin kepada Pangeran Mahkota Richard memberikan pelajaran kepada Nona Martha.
Namun tanpa disadari oleh Kaisar Frederic bahwa penyelidikan yang dilakukan oleh Pangeran Mahkota Richard menemukan sebuah fakta yang sangat mengejutkan.
Kaisar Frederic yang tidak menyangka jika Duke Hanneton yang memiliki reputasi dan latar belakang yang kuat ternyata adalah orang yang serakah dan haus akan kekuasaan.
“Yang Mulia, Duke Hanneton dan Putrinya telah dikurung di dalam Penjara Bawah Tanah!” ucap Caesar Lancester, Duke Lancester, sambil berlutut di hadapan Kaisar Frederic.
“Bagus! Lakukan pembersihan secepatnya! Tangkap semua Bangsawan yang terlibat dalam masalah ini!” ucap Kaisar Frederic dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.
“Baik, Yang Mulia!” ucap Duke Lanceser dengan ekspresi wajah yang dingin dengan tatapan mata yang tajam.
Duke Lancester, Caesar Lancester adalah teman masa kecil dari Pangeran Mahkota Richard dan salah satu orang yang memiliki perasaan kepada Laura tapi patah hati setelah mengetahui Laura memilih Pria lain dibandingkan dirinya.
Meskipun Duke Lancester cintanya tertolak tapi Duke Lancester tidak pernah melupakan Laura sehingga bertahun-tahun berlalu setelah Pernikahan megah yang diselenggarakan Duke Lancester tetap memilih sendiri.
“Kau mungkin tidak menyadari cintaku padamu Laura tapi hati ini tak pernah berpaling darimu sedikitpun!” ucap Caesar Lancester dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam di dalam hatinya.
Lalu saat Duke Lancester mengetahui bahwa Laura mendapatkan masalah dari Nona Martha yang berasal dari Keluarga Duke Hanneton, Duke Lancester mengajukan diri untuk melakukan penyelidikan dan membantu.
“Tolong berikan izinmu Yang Mulia. Izinkan saya melakukan penyelidikan ini. Saya berjanji bahwa saya akan memberikan hasil yang terbaik!” ucap Caesar Lancester dengan ekspresi wajah yang serius dengan tekad yang kuat.
“Baiklah. Aku akan melakukannya. Ajudanku yang akan membantumu melakukan tugasmu itu!” ucap Kaisar Frederic dengan ekspresi wajah yang dingin sambil menunjuk Ajudan Luke yang merupakan Ajudan kepercayaan Kaisar Frederic.
Sementara itu, Pangeran Mahkota Richard yang telah selesai dengan urusannya di Kerajaan Hentallius pun memutuskan kembali ke Kekaisaran Glorious bersama rombongannya dengan menggunakan Sihr Teleportasi.
“Jaga dirimu dengan baik! Jangan pernah lupa bahwa kau tidak sendirian! Kirimkanlah surat ke Kekaisaran Glorious jika kau membutuhkan bantuanku atau Ayah!” ucap Pangeran Mahkota Richard dengan ekspresi wajah yang dingin dengan sedikit kilatan kesedihan karena harus meninggalkan Laura sendirian.
“Jangan khawatir, Kak! Aku tidak akan goyah lagi! Aku akan menghancurkan dan membolak-balikkan Kerajaan Hentallius lalu kembali dengan kepala terangkat ke atas ke Kekaisaran Glorious!” ucap Laura dengan tekad yang kuat.
“Kakak percaya padamu! Kakak akan menunggu kabar baiknya darimu!” ucap Pangeran Mahkota Richard yang langsung memeluk Laura lalu pergi bersama dengan Kesatria dan orang-orang lain dari Kekaisaran Glorious.
Laura yang sendirian di Ibukota memutuskan untuk kembali ke Istana tempatnya yan baru bersama Rika dan Master Noel.
“Rika! Bereskan semua barang-barangku karena lusa kita harus segera pergi meninggalkan Ibukota! Aku rasa sudah cukup lama aku tinggal disini dan telah banyak sekali hal terjadi! Aku rasa sepertinya aku membutuhkan waktu bersantai!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang bahagia sambil tersenyum lebar.
“Hmmm, tapi sebelum itu aku membutuhkan bantuanmu untuk menandaniku terlebih dahulu!” ucap Laura yang mengingat janji yang dibuatnya dengan Pangeran Kedua Illion kemarin.
“Serahkan semuanya kepadaku, Yang Mulia. Aku akan membuatmu menjadi wanita paling cantik di seluruh Kerajaan Hentallius ini!” ucap Rika dengan semangat yang membara.
“Hahahha... Kau tidak perlu melakukan sampai seperti itu padaku karena aku hanya akan memakai pakaian sederhana dan aku tidak ingin seorangpun menyadari bahwa aku adalah Putri Kekaisaran Glorious!” ucap Laura dengan senyum yang lebar.
“Jangan bersedih. Lakukan saja karena ini adalah permintaan dari Yang Mulia Pangeran Kedua di suratnya!” ucap Laura yang berjalan lebih dulu di depan dengan ekspresi wajah yang bahagia.
“Apa? Bagaimana bisa Pangeran dari Kerajaan ini mengajak kencan Nonaku ke tempat yang sederhana dan biasa-biasa saja? Huuhh!” ucap Rika dengan nada suara yang kesal dan pelan dengan wajah yang ditekuk kesal.
“Apakah kau mengatakan sesuatu Rika?” tanya Laura yang tidak mendengar dengan jelas yang dikatakan oleh Rika dengan ekspresi wajah yang pensaran.
“Agh, tidak Yang Mulia! Aku tidak mengatakan apapun! Ayo kita segera kembali Yang Mulia. Meskipun anda berpakaian seperti Rakyat Biasa sekalipun, aku akan melakukan yang terbaik untuk membuat anda terlihat bersinar!” ucap Rika yang langsung mengalihkan pembicaraan dengan senyum yang lembut dengan tekad yang kuat.
Laura tidak mengetahui rencana dari Rika sebenarnya yang ingin membuat Pangeran Kedua Illion terpesona karena Rika sudah menyadari bahwa Pangeran Kedua Illion memiliki perasaan kepada Laura setelah Pesta Dansa terakhir.
Beberapa jam berlalu, Laura yang telah selesai dengan dandanannya memakai gaun yang sangat sederhana tanpa ada perhiasan ataupun jahitan yang rumit membuat Rika ingin menangis darah.
“Yang Mulia, apakah anda yakin ingin memakai ini? Aku mohon Yang Mulia paling tidak pakailah anting ini. Aku sebagai Pelayan Pribadimu merasa tidak bisa terima jika Yang Mulia keluar dengan pakaian yang sangat sederhana seperti ini!” ucap Rika yang siap mengeluarkan air mata kapanpun sambil memegang sebuah kotak perhiasan yang berisikan sepasang anting dengan bandul mutiara kecil.
“Baiklah. Hanya sepasang antingan ini saja dan tidak ada yang lain!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang serius.
“Saya berjanji Yang Mulia!” ucap Rika dengan ekspresi wajah yang bahagia kembali dengan senyum yang lebar lalu membantu Laura memasang anting-antingnya.
Pangeran Kedua Illion yang telah sampai di Kediaman Laura tanpa menggunakan kereta kuda dengan lambang Keluarga Kerajaan dengan pakaian yang sangat sederhana seperti Anak Muda Kaya dari Ibukota pun terduduk di Ruang Utama menungggu kedatangan Laura.
Pangeran Kedua Illion yang melihat Laura turun dari tangga lantai dengan pakaian yang sederhana tapi tetap terlihat cantik dan elegan sungguh membuat Pangeran Kedua Illion terpesona hingga kehilangann konsentrasinya sesaat.
“Yang Mulia! Yang Mulia! Yang Mulia apakah anda baik-baik saja?” tanya Laura beberapa kali dengan ekspresi wajah yang bingung dan khawatir di saat bersamaan.
“Agh, aku baik-baik saja. Aku hanya terpukau dengan kecantikanmu, Laura. Ehemm, kenapa kau masih memanggilku Yang Mulia padahal kau sudah berjanji akan memanggilku dengan namaku saja!” ucap Pangeran Kedua yang secara langsung membuat Rika yang berdiri di belakang Laura menjadi terkejut dan kegirangan.
“Hmmm, maafkan aku Illion dan terima kasih untuk pujiannya. Apakah kita bisa pergi sekarang?” tanya Laura yang merasa tidak nyaman dengan tatapan mata yang sangat berat di belakangnya.
“Tentu saja. Silahkan!” ucap Pangeran Kedua Illion sambil mengulurkan tangan memberikan jalan kepada Laura untuk mengikutinya yang disambut baik oleh Laura.
Laura yang berjalan meninggalkan Kediaman itu pun sesaat melihat Rika membisikkan sesuatu yang membuat Laura tersenyum kecil.
“Semangat Yang Mulia! Taklukkan Pangeran Kedua dan tunjukkan kepada Count s**lan itu bahwa anda bisa mendapatkan Pria yang jauh lebih baik darinya!” ucap Rika dengan bahasa bibir tanpa mengeluarkan suara apapun.
#Bersambung#
Apakah kencan yang dimaksud Rika antara Laura dan Pangeran Kedua Illiion akan berjalan dengan lancar? Apakah hubungan Laura dan Pangeran Kedua Illion akan mengalami kemajuan? Tebak jawabannya di BAB selanjutnya ya..