
Laura yang telah kembali ke Kediamannya langsung bergegas menemui Duke Balmon yang ditahan olehnya di Penjara Bawah Tanah.
Duke Balmon yang mendengar langkah kaki yang sangat ringan menuju ke arahnya pun mengangkat kepalanya dan menatap penuh amarah kepada Laura.
“Kau! Dasar wanita Iblis! Kenapa kau lakukan semua ini?” tanya Duke Balmon dengan tatapan mata yang marah dan wajah yang penuh dengan kesedihan.
“Aku tidak peduli dengan apapun yang katakan karena semenjak aku tau rencanamu. Aku sudah membulatkan tekad untuk menjadi maut untukmu!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang dingin.
Laura yang mengingat semua penderitaan yang dialaminya di masa lalu dan perasaan sakit saat kehilangann orang-orang yang disayanginya membuat Laura merasa puas saat melihat Duke Balmon yang terjatuh ke dalam jurang kesedihan.
Laura yang menjadi sangat marah dan penuh emosi pun melepaskan Artefak Penyegel yang menyegel Kekuatan Angin miliknya.
Laura yang mengeluarkan angin yang sangat banyak pun akhirnya mengendalikan udara yang ada di dalam Penjara.
“Rika! Keluarlah dari sini! Aku tidak ingin kau ikut terluka karena seranganku!” ucap Laura sambil memalingkan wajahnya menatap Rika dengan wajah yang datar.
“Baik, Yang Mulia! Saya akan menunggu anda di atas!” ucap Rika yang memahami maksud dari Laura sebenarnya pun bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut.
Laura yang tidak bisa melupakan kesedihan mendalam dan penyesalan karena kebodohannya yang tak bisa melihat kebenaran pun melampiaskannya kepada Duke Balmon.
Laura yang membuat pisau yang sangat tajam dari angin pun melepaskan ikatan tangan dan kaki dari Duke Balmon hingga membuatnya terjatuh ke lantai.
“Kau ingin memanfaatkan cintaku yang tulus kepada Evans untuk mengambil keuntungan dan membuat Kekaisaran Glorious hancur!” ucap Laura sambil menarik perlahan udara yang ada di sekitar Duke Balmon.
“Aaarggh! Uhuk! Uhuk!” ucap Duke Balmon sambil memegang dadanya yang mulai terasa sesak karena kekurangan oksigen.
“Kau ingin membunuh Ayah dan Kakakku lalu memperbudak Kekaisaran Glorious dengan menggunakan diriku sebagai perantara!” ucap Laura yang terus berjalan secara perlahan ke arah Duke Balmon yang berlutut dengan wajah yang pucat.
Laura yang telah diselimuti dengan kegelapan di dalam hatinya pun membuat angin yang ada di sekitarnya semakin berat hingga menjalar ke luar Penjara.
“A-ada apa ini? Kenapa anginnya terasa sangat dingin dan berat?”
“Aku tidak tau! Aku bahkan merasa kesulitan bernafas sekarang!”
Laura yang tak bisa melihat Duke Balmon meninggal tanpa mengetahui apapun akhirnya mengatakan semua kenyataan dan rencana yang telah dibuatnya selama ini.
“Apakah tau jika aku adalah orang yang meminta Kakakku untuk datang ke Kerajaan ini untuk membantuku membalas dendam dengan alasan membuat Kerjasama Politik?”
“Aku pula yang meminta Kak Richard untuk menunda jawaban atas Kerjasama itu dan membuat perselingkuhanmu dengan Nona Martha diketahui semua orang!”
“Aku yang telah meminta Kak Richard mengancam Rajamu, Ayahmu, bahwa akan ada Perang antar dua Kerajaan jika posisimu sebagai Putra Mahkota tidak diturunkan!”
“Aku yang telah membuat rencana untuk menghancurkan pionmu satu per satu dan membuatmu kehilangan dukungan untuk menjadi Putra Mahkota!”
Aku yang telah bekerjasama dengan Pangeran Kedua Illion untuk membunuhmu lalu membuat kematian palsu untukmu agar aku bisa menyiksa jiwa, raga dan hatimu!”
Duke Balmon yang sangat terkejut dengan semua kenyataan yang diucapkan Laura padanya satu per satu menjadi terkejut hingga tak bisa berkata-kata lagi.
“Kau pasti menganggapku wanita yang lemah dan sangat tidak berguna tapi sayangnya kau telah memilih lawan yang salah!”
“Apakah kau pikir aku akan diam saja setelah mengetahui itu semua?”
“Tentu saja tidak! Aku pasti akan menghancurkan orang yang bermain-main denganku hingga ke akarnya!”
Laura yang sangat marah pun menghilangkan udara di sekitar Duke Balmon hingga membuat Duke Balmon kesulitan bernafas.
Namun, saat Laura sedang terbawa emosi, sebuah suara dan senyum yang sangat menyejukkan terdengar dan muncul di bayangan Laura.
“Jadi yang bisa kita lakukan adalah dengan menjadi lebih baik dan hidup dengan bahagia!” ucap Pangeran Kedua Illion yang secara tak terduga terngiang di telinga Laura.
Laura yang perlahan kembali ke keadaan normalnya pun membuat udara yang ada di sekitarnya kembali normal kembali.
Laura yang tak ingin mengotori tangannya kotor dan menyia-nyiakan Kekuatan yang diberikan Leluhurnya untuk membunuh manusia yang tidak berguna pun memanggil Master Noel.
“Master Noel! Bakar tubuh dan jiwanya dengan Api Biru. Aku ingin tubuh dan jiwanya menghilang dari dunia ini! Aku tak ingin dia bisa hidup dengan tenang bahkan jika itu setelah kematian!” ucap Laura dengan suara yang tegas dan tatapan mata yang tajam.
Master Noel yang mengerti tugas yang diberikan kepadanya pun melakukan seperti yang dikatakan Laura dan hanya dalam hitungan menit baik jiwa maupun jasad dari Duke Balmon pun menghilang tak bersisa.
Laura yang telah menyelesaikan dendam yang dibawanya dari Kehidupan sebelumnya secara tak terduga merasa sangat lega dan bebas.
“Apakah ini rasanya terbebas dari dendam yang membara?” tanya Laura dalam hati dengan senyum yang lebar dan wajah yanng bahagia.
Rika yang sangat khawatir pada Laura pun bergegas masuk dan berlari memeluk Laura dengan sangat erat setelah angin yang menghalanginya menuju Laura menghilang.
“Yang Mulia! Yang Mulia! Aku senang kau baik-baik saja!” ucap Rika dengan nada suara yang cemas dan tatapan mata yang khawatir sambil meneteskan air mata.
“Jangan menangis, Rika! Jika kau menangis seperti ini maka matamu akan membengkak dan tak akan ada pria yang akan mau menikahimu!” ucap Laura dengan nada suara yang terdengar bercanda.
“Apa yang Yang Mulia katakan? Aku tidak akan menikah! Aku akan selamanya bersama Yang Mulia! Aku akan melayani Yang Mulia dengan seluruh jiwa dan ragaku!” ucap Rika dengan suara yang tegas dengan tatapan mata yang tajam dengan wajah yang kesal.
Laura yang merasa sangat senang karena Rika ingin selamanya bersamanya pun ikut merasa sedikit kasihan karena Rika akan sendirian selamanya.
“Maafkan aku menjadi orang yang sangat serakah Rika tapi aku pun tak ingin melepaskanmu untuk pria lain yang bahkan belum tentu baik!” ucap Laura dengan tawa kecilnya hingga membuat keduanya saling berpelukan dengan sangat erat.
#Bersambung#
Bagaimana kelanjutan kisahnya Laura? Apakah semua akan berakhir sampai disini saja? tebak jawabannya di kolom komentar ya...