
Raja Jonathan IV yang tak ingin melihat Putra Mahkota Lyod lagi pun memanggil Kesatria Penjaga dan mengusir Putra Mahkota Lyod keluar.
"Tidak! Ayah! Aku mohon Ayah! To-tolong pikirkan kembali keputusanmu, Ayah!" ucap Putra Mahkota Lyod yang berlutut di bawah kaki Raja Jonathan IV.
"Aku tidak akan aka pernah mengubahnya! Kesatria! Bawa Putra Mahkota Lyod keluar! Aku tak ingin melihat wajahnya! Jangan biarkan dia keluar dari ruangannya sampai waktu yang aku tentukan dan tak ada yang boleh menemui Putra Mahkota Lyod termasuk Permaisuri!" ucap Raja Jonathan IV dengan suara yang lantang dengan wajah yang sangat dingin.
Putra Mahkota Lyod yang menolak untuk dibawa pergi oleh Kesatria pun memberontak tapi tak bisa melakukan apapun karena kekuatan Kesatria Penjaga itu jauh lebih kuat.
Putra Mahkota Lyod yang telah diusir dari ruangan itu pun berdiri dengan tegap lalu menatap kedua Kesatria yang memegang tangannya dengan tatapan matanya yang tajam.
"Lepaskan tangan kalian dari tubuhku!" ucap Putra Mahkota Lyod dengan ekspresi wajah yang marah dengan nada suara yang dingin.
"Maaf, Yang Mulia. Kami tidak bisa. Kami diperintahkan oleh Yang Mulia Raja untuk membawa anda ke ruangan anda!" ucap salah satu Kesatria dengan suara dan sikap yang sopan.
"Lepaskan! Apakah kalian sudah tuli? Meskipun Ayahanda tak menyukaiku tapi aku masih tetap Putra Mahkota Kerajaan ini! Jika kalian sayang dengan nyawa kalian dan keluarga kalian makan lepas! Aku bisa berjalan sendiri menuju ruanganku!" ucap Putra Mahkota Lyod dengan ekspresi wajah yang marah.
Kesatria Penjaga yang tak ingin kehilangan nyawanya ataupun keluarga yang disayanginya pun saling bertatapan lalu sepakat dalam diam melepaskan lengan Putra Mahkota Lyod.
Putra Mahkota Lyod yang tidak diperlakukan seperti penjahat lagi pun berjalan dengan tatapan mata yang tajam menuju Istananya.
Sementara itu, Nona Martha yang masih tertinggal di ruangan itu hanya bisa diam dengan kepala tertunduk dan tubuh yang bergetar ketakutan.
"Aku telah memutuskan untuk mengirimmu kembali ke Kekaisaran Glorious hari ini juga dan mungkin saat ini Pelayanmu telah menyiapkan barang-barangmu!" ucap Pangeran Mahkota Richard dengan mata yang tajam.
"Samuel!" teriak Pangeran Mahkota Richard dengan suara yang lantang sambil memanggil Penyihir Pribadinya itu menemuinya.
"Hamba di sini, Yang Mulia!" jawab Master Samuel dengan kepala tertunduk ke bawah dengan sikap yang sangat sopan dan beretika.
"Bawa Nona Hanneton kembali ke Ruangannya dan antar Nona Hanneton kembali ke Kekaisaran Glorious dengan beberapa Kesatria!" ucap Pangeran Mahkota Richard dengan suara yang tegas.
Ajudan Mies dan Master Samuel yang telah mendapatkan tugas pun berbalik arah dan berdiri di hadapan Nona Martha dengan wajah yang datar.
"Nona, silahkan ikuti saya! Saya akan membuntu anda kembali!" ucap Ajudan Mies dengan sikap yang masih sopan dan wajah yang datar.
Nona Martha yang tak bisa melawan perintah Pangeran Mahkota Richard atau nyawanya yang akan melayang saat itu juga pun menurut dan berjalan dengan tubuh yang sangat lesu.
Di sisi lain, Ajudan Mies yang pergi dengan persiapan yang matang menjadi sangat terkejut saat melihat orang yang menyambut kedatangan ketiganya.
#Bersambung#
Siapa orang yang menyambut Ajudan Mies dan kedua adaministrator milik Laura? Tebak jawabannya di BAB selanjutnya..