The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 127. Kematian Duke Balmon



Pangeran Kedua Illion yang melihat Duke Balmon telah kelelahan secara tak terduga memutuskan untuk keluar membantu bersama anggotanya yang lain.


"Hmmm, sekaranglah saatnya." ucap Pangeran Kedua Illion dalam hati sambil memberikan kode kepada bawahannya untuk ikut bergerak.


Duke Balmon yang terkejut dengan kemunculan Pangeran Kedua Illion yang dapat dengan mudah membunuh Hewan Buas yang sulit untuk ditanganinya itu dengan satu kali tebasan pedang.


Tak hanya pada Kekuatan Pangeran Kedua Illion bahkan Viscount Ballaguisse yang ikut membantu dibawah komando Pangeran Kedua Illion bertarung dengan hebat membunuh Hewan Buas kecil yang menyerang.


"Apakah orang-orang dibawah Illion sehebat ini selama ini? Pantas saja aku merasa sangat terganggu dengan keberadaannya dan ternyata benar Illion telah tumbuh menjadi rival terbesarku mencapai Tahta!" ucap Duke Balmon dalam hati dengan eksperesi wajah yang kesal.


Duke Balmon yang awalnya merasa tertolong berubah menjadi terkejut setelah Kesatria milik Pangeran Kedua Illion menyerang orangnya dan membunuh mereka satu per satu.


"Sial! Ada apa ini? Kenapa kalian malah berbalik menyerang kami?" tanya Duke Balmon yang langsung berubah menjadi waspada pada orang-orang dari Pangeran kedua Illion.


"Hmmm, setelah posisimu diturunkan sepertinya kau telah menjadi sangat naif Duke Balmon!" ucap Pangeran Kedua Illion dengan senyum yang licik lalu memberi kode kepada semuanya untuk menyerang Kelompok Duke Balmon.


Pangeran Kedua Illion yang menyisahkan Duke Balmon sendirian tanpa musuh pun maju ke depan dan mengarahkan pedangnya pada Duke Balmon hingga pertarungan antara keduanya tak terelakkan lagi.


“Apa maumu Illion? Apa kau yang merencakan ini semua?” tanya Duke Balmon yang bertahan dari serangan Pangeran Kedua Illion dengan ekspresi wajah dan ekspresi wajah yang dingin.


“Orang yang akan mati tak perlu mengetahui apapun. Kau hanya perlu mengetahui bahwa nyawamu diambil olehku!” ucap Pangeran Kedua Illion dengan kata-kata yang terdengar kejam dengan ekspresi wajah yang serius.


Duke Balmon yang mengetahui nyawanya dalam bahaya pun memutuskan untuk melarikan diri dan menyelamatkan nyawanya sendiri lalu menjadikan bawahannya sebagai umpan.


Namun Pangeran Kedua Illion yang telah siap dengan segala hal yang akan direncanakan oleh Duke Balmon pun membunuh semua pion dan tak menyisahkan satu pion pun.


Duke Balmon yang berniat melarikan diri pun memutuskan untuk menyerang Pangeran Kedua Illion dengan sisa seluruh kekuatan yang dimilikinya.


“Brengsek! Beraninya kau menyerangku yang merupakan Anak Sah dari Raja Kerajaan ini! Aku tidak akan pernah memaafkanmu Illion!" teriak Duke Balmon dengan ekspresi wajah yang kesal.


"Kau itu hanyalah anak tidak sah dari Nona Bangsawan rendahan yang merayu Yang Mulia Raja untuk tidur dengannya! Kau itu sama tidak tau malunya dengan Ibumu yang P*l*cur itu!” ucap Duke Balmon dengan suara yang keras dan mata yang melotot tajam


“Aarrgghhh! Br*ngsek! Kau tak akan pernah bisa mengalahkanku! Aku adalah anak sah dari Yang Mulia Raja! Seharusnya Tahta dan Kerajaan ini menjadi milikku!” ucap Duke Balmon dengan tatapan mata yang tajam dan ekspresi wajah yang kesal.


Pangeran Kedua Illion yang tidak banyak bicara dan muak mendengarkan kata-kata sampah yang diucapkan Duke Balmon pun menunjukkan kemampuannya selama ini dengan membunuh Duke Balmon dengan menusukkan pedang pada jantung Duke Balmon.


Duke Balmon yang merasakan sakit yang teramat sangat saat Pedang itu menancap jantungnya pun terjatuh dari kudanya dan menatap Pangeran Kedua Illion dengan mata yang terbuka lebar


"Meskipun kau adalah Anak Sah dari Yang Mulia Raja. Tahta itu bukanlah milikmu saja. Aku dan Edward pun memiliki hak yang sama denganmu karena di dalam tubuh ini juga mengalir darah dari Yang Mulia Raja!" ucap Pangeran Kedua Illion yang masih berdiri tegap di atas kudanya dengan tatapan merendahkan.


Duke Balmon yang terkejut dengan pernyataan Pangeran Kedua Illion pun menghembuskan nafas terakhirnya dengan wajah terkejut.


Viscount Ballaguisse yang melihat dengan mata kepalanya sendiri saat Duke Balmon terbunuh di tangan Pangeran Kedua Illion segera memberikan kode kepada Carl untuk membereskan semuanya.


“Yang Mulia, apakah kau baik-baik saja?” tanya Viscount Ballaguisse dengan ekspresi wajah yang cemas dan lega di saat bersamaan.


"Aku baik-baik saja. Apakah kau telah menyisahkan satu orang sebagai saksi mata?" tanya Pangeran Kedua Illion yang menghapus darah Duke Balmon pada pedangnya dengan tatapan mata yang dingin.


"Tentu saja! Seperti yang telah direncanakan, Kesatria yang telah selamat akan kita bebaskan dan dijadikan saksi bahwa Duke Balmon diserang Hewan Buas dan diserang Pemburu yang bersembunyi di dalam Hutan ini!" ucap Viscount Ballaguisse dengan suara yanh tegas.


"Bagus! Kalau begitu bereskan semua ini dan lakukan seperti yang telah kita persiapkan lalu pergi dari tempat ini! Jangan lupa ambil semua barang berharga dari semua yang mereka miliki sebagai upah dari kerja keras kesatria kita!" ucap Pangeran Kedua Illion yang menatap dingin pada mayat Duke Balmon yang tergeletak di tanah.


Pangeran Kedua Illion yang masuk ke dalam Hutan semakin dalam untuk menghilangkan jejak bersama Anggotanya yang lain.


Sementara itu, Tatiana yang keluar dari rumah kecil yang ada di dalam Hutan tiba-tiba merasa perutnya terasa amat sakit setelah berjalan selama beberapa hari tanpa makanan dan minuman yang baik.


"Aaarrrggghhh! Kenapa perutku sakit sekali? Apa telah terjadi pada bayiku? Aaarrrgghhhhhh......" tanya Tatiana pada dirinya sendiri sambil memegang perutnya yang masih belum membesar itu.


#Bersambung#


Bagaimana reaksi dari Raja Jonathan IV dan Permaisuri Ericka jika mengetahui kematian Duke Balmon? Apa yang terjadi pada Tatiana sebenarnya? Bagaimana keadaan anak yang ada di dalam kandungan Tatiana? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...