
George yang telah menulis surat dengan menggunakan sihir pun menghabiskan banyak biaya tapi meskipun begitu keinginan Laura tidak bisa dihentikan.
"Sampaikan surat ini ke Kediaman Count Vansfold di Wilayah Vansfold secepat mungkin!" ucap George dengan suara yang tegas kepada Seorang Penyihir di Menara Sihir Ibukota.
Tepat setelah surat tersebut menghilang dari pandangan wajah George berubah menjadi semakin cemas dan khawatir.
"Semoga madam Yetti dapat mendidik Pelayan yang ada dengan baik dan segera mengirim Pelayan yang berpengalaman kemarin!" gumam George dengan nada suara yang cemas.
"Aku tidak bisa membayangkan yang akan terjadi nanti jika Nyonya tidak mendapatkan yang diinginkannya segera!" ucap George dengan ekspresi wajah yang lelah sambil bergerak kembali ke Kediaman Vansfold.
George yang tiba-tiba mengirim surat ke Kediaman Wilayah membuat Madam Yetti yang memiliki tanggung jawab terhadap Pelayan yang ada disana membuat Kediaman Count Vansfold menjadi naik turun.
Sejak surat tersebut sampai, Madam Yetti yang tidak terlalu memprihatikan Laura membuat pengumuman yang mengejutkan.
"Perintah langsung dari Tuan Count. Jika ada Seorang Pelayan bersikap tidak sopan ataupun melakukan sesuatu yang tidak disukai oleh Countess maka Pelayan tersebut akan langsung dipecat tanpa surat rekomendasi yang artinya kesulitan mencari pekerjaan baru di masa depan!" ucap Madam Yetti dengan suara yang lantang dan tatapan mata yang dingin.
Semua Pelayan yang mendengar Pemgumuman yang mendadak itu pun menjadi sangat terkejut sehingga membuat berita tentang yang dilakukan Laura pada Pelayan di Kediaman Count Vansfold di Ibukota tersebar.
"Apakah kau sudah mendengar beritanya?"
"Ya, aku pun sangat terkejut saat aku menerima surat dari Pelayan yang bekerja disana."
"Mereka semua dipecat tanpa terkecuali dan bahkan tidak menerima surat rekomendasi sama sekali lalu sekarang semua Pelayan yang dipecat itu menderita karena kesulitan mendapatkan kerja lagi!"
"Hmmm, Tuan Count pasti sangat sedih saat ini seperti kejadian saat itu! Andai aku bisa datang ke Ibukota dan menghibur Tuan Count!" gumam Tatiana dengan penuh harap.
Tatiana yang berdiri termenung pun menjadi sangat terkejut saat mendapatkan panggilan dari Madam Yetti yang terdengar sangat tegas.
Tatiana yang tidak ingin mendapatkan masalah ataupu dipecat dari Kediaman Evans pun pergi menemui Madam Yetti.
"Bagus! Semuanya telah berkumpul maka sekarang aku akan mengatakan tujuanku memanggil kalian kemari!" ucap Madam Yetti dengan suara yang tegas yang tidak mendapatkan respon apapun dari Tatiana dan yang lainnya.
"Kalian semua memiliki Pengalaman bekerja di Kediaman Tuan Count di Ibukota karena itu kalian akan dikirim kesana sementara waktu dan akan mendapatkan bonus tambahan!" ucap Madam Yetti dengan ekspresi wajah yang serius.
"Tapi kalian harus ingat! Jika kalian melakukan kesalahan karena berbuat tidak sopan maka nasib buruk akan menghampiri kalian!" ucap Madam Yetti lagi dengan mata yang tajam.
Tatiana yang tidak menyangka jika doanya akan dikabulkan dengan sangat cepat pun menjadi sangat senang.
"Tuan Count, tunggu kedatangan Tatiana. Tatiana akan membuatmu kembali ceria." ucap Tatiana dalam hati.
"Baik, Madam!" ucap semua Pelayan secara bersamaan dengan suara dan ekspresi wajah yang datar.
#Bersambung#
Apakah Tatiana akan berhasil bertemu Evans? Bagaimana cara Tatiana menghibur Evans? Tunggu jawabannya di Bab selanjutnya ya..