
Rika yang melihat kode yang diberikan Laura pun dengan cepat mengambil pedang yang ada di dekatnya dan menusukkan pedang tersebut tepat ke jantung Penjahat.
Penjahat yang sudah merasa sangat lemah setelah bertahan dari serangan Laura pun menjadi tidak berdaya saat ditusuk oleh Rika hingga akhirnya terjatuh ke tanah dengan mata yang terbuka lebar.
Rika yang menemukan sebuah botol kecil berwarna hitam keluar dari dalam tubuh Penjahat itu pun membawa botol tersebut kepada Laura.
“Botol? Botol apa ini?” tanya Rika dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang penasaran.
“Aku harus memberi tau Yang Mulia tentang botol ini!” ucap Rika dengan suara yang kecil dengan tekad yang kuat.
Namun sebelum botol tersebut sampai di tangan Laura, botol kecil tersebut tidak sengaja terjatuh karena Rika tersandung tubuh Kesatria yang telah gugur.
“Agghhh! Yang Mulia awas!” teriak Rika dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang terkejut dan cemas di saat bersamaan.
Laura yang melihat sebuah botol yang cairannya akan tumpah mengenainya dengan cepat mundur ke belakang lalu tiba-tiba sebuah cahaya putih yang sangat menyilaukan pun muncul dan membuat Laura dan Rika menutup matanya karena silau tersebut.
Laura yang telah membuka matanya setelah silau tersebut menghilang pun melihat sebuah kereta kuda dengan lambang Keluarga Baron Venon yang muncul di hadapannya dengan sangat cepat.
“Baron Venon!” ucap Laura dengan singkat dengan ekspresi wajah yang dingin dengan tatapan mata yang tajam.
Baron Venon sebenarnya hanyalah seorang Rakyat Biasa yang memiliki uang dan menggunakan uangnya untuk membeli gelar Bangsawan untuk meningkatkan statusnya.
Meskipun begitu tak satu pun Bangsawan akan bicara ternag-terangan tentang latang belakang Baron Venon yang sebenarnya karena Baron Venon adalah Seorang Pedangang yang memiliki banyak bisnis yang sukses.
Tidak hanya Seorang Pedagang yang sukses, Baron Venon terkenal sebagai Pria yang mata keranjang yang sangat menyukai wanita-wanita cantik dan Baron Venon tercatat telah memiliki banyak Selir tapi tak satu pun di antaranya adalah Istri Sahnya.
Laura yang melihat Pria yang sangat tidak ingin ditemuinya itu berada di hadapannya dan menatapnya dengan tatapan mata yang tak biasa membuat Laura ingin sekali menampar wajahnya.
“Selamat siang, Nyonya Countess! Senang bisa bertemu denganmu disini. Aku melihat sepertinya kau mendapatkan masalah yang cukup serius di sini.” Ucap Baron Venon dengan senyum yang lembut dengan tatapan mata yang tak berhenti menatap tubuh Laura.
“Sialan! Dasar Pria hidung belang b*re**sek! Beraninya dia menatapku dengan mata yang vulgar seperti itu!” ucap Laura dalam hati dengan tatapan mata yang tidak senang.
“Jika Nyonya tidak keberatan. Saya bisa mengantar Nyonya kembali dengan selamat!” ucap Baron Venon dengan senyum misterius sambil bergerak cepat mengarahkan tangannya ke pinggang Laura.
Namun sebelum tangan itu menyentuh Laura, Baron Venon ternyata telah terjatuh ke tanah dalam kondisi yang tidak sadarkan diri.
Laura yang menatap bingung dengan semua yang terjadi secara tiba-tiba pun menatap sosok yang sangat dikenalnya.
“Master Noel!” ucap Laura dengan suara yang sedikit tinggi dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan mata yang terbuka lebar.
“Maafkan atas keterlambatan hamba, Yang Mulia. Secara tiba-tiba saya tidak bisa menjangkau Yang Mulia seolah telah ada sesutatu yang menghalangi.” Ucap Master Noel dengan suara yang bingung.
“Namun secara tiba-tiba pula hal yang menghalangi itu menghilang sehingga membuat saya dapat dengan segera mencapai tempat Yang Mulia berada!” ucap Master Noel dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang terdengar sangat jujur.
Laura yang mendengar penjelasan Master Noel pun menatap lurus ke depan dan menyadari bahwa semua yang terjadi pada Master Noel ada hubungannya dengan botol kecil yang pecah saat tidak sengaja terjatuh dari tangan Rika.
“Master Noel, apakah kau tau botol apa ini dan isinya?” tanya Laura yang langsung mengalihkan pandangannya kepada Rika yang telah mengambil botol yang telah pecah dengan sapu tangannya secara perlahan.
Master Noel yang mengambil botol yang ada di tangan Laura pun menjadi sangat terkejut karena mengetahui sesuatu yang sangat tabu.
Rika yang tau jika Laura tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut karena bukan dirinya yang mendapatkan botol kecil itu pun maju dan menjelaskan semuanya kepada Master Noel.
“Master Noel! Saya yang telah menemukan botol kecil ini tapi botol kecil ini keluar dari dalam tubuh salah seorang dari Penjahat itu!” ucap Rika dengan suara yang tegas sambil menunjuk ke arah Penjahat yang telah penuh luka dan berlumuran darah.
Master Noel yang mendengar penjelasan Rika segera berbalik arah dan melihat ke tubuh semua Penjahat yang telah berubah menjadi Mayat.
Setelah selesai mengecek satu per satu, Master Noel yang telah menemukan kesimpulannya pun menatap kusir yang masih terduduk di atas kereta kuda dengan sorot mata yang terlihat aneh.
“Yang Mulia, sepertinya keenam Penjahat ini otaknya telah dicuci dengan Sihir Hitam dan tidak hanya itu Kusir yang duduk di sana pun telah disihir dengan Sihir Hitam!” ucap Master Noel dengan suara yang tegas dan ekspresi wajah yang serius.
Rika yang tidak percaya dengan yang didengarnya pun menjadi sangat terkejut dan dengan cepat menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
“Sihir Hitam? Apakah itu masih ada Master Noel? Bukankah semua Penyihir Hitam telah mati dihukum oleh Kekaisaran Glorious dan Kerajaan-Kerajaan lain?” tanya Laura dengan ekspresi wajah yang tidak percaya.
“Penyihir Hitam semuanya telah tertangkap dan dihukum bakar tapi sepertinya ada beberapa dari mereka bisa melarikan diri lalu menyembunyikan identitasnya!” ucap Master Noel dengan ekspresi wajah yang serius.
Laura yang mendengar penjelasan Master Noel pun menyadari penyebab Rika bisa berhasil di kehidupannya yang terdahulu.
“Jika semua yang dikatakan oleh Master Noel benar maka Tatiana adalah Keturunan dari Penyihir Hitam dan Tatiana menggunakan Sihir Hitam untuk memanipulasi pikiran Evans!” pikir Laura dengan ekspresi wajah yang tidak percaya.
Laura yang menyadari bahwa Tatiana telah bertindak menggunakan Sihir Hitam untuk mencelakainya dan orang-orangnya pun tidak ingin diam saja.
“Aku harus membalas Laura dan menunjukkan kepada semua orang identitas Tatiana yang sesungguhnya. Namun, aku tidak bisa mengekspos identitasnya sekarang tapi aku masih bisa memberinya pelajaran yang sangat berharga.
Laura yang melihat Kusir yang masih terkena Sihir Hitam secara tiba-tiba Laura menemukan ide yang sangat cemerlang.
“Master Noel! Kita pergi ke Guild Bulan Merah di Ibukota sekarang juga menggunakan Teleportasi! Aku membutuhkan bantuan mereka!” ucap Laura dengan suara yang tegas.
Laura yang telah sampai di Guild Bulan Merah pun menunjukkan benda yang diberikan Pangeran Mahkota Illion kepadanya saat dirinya membutuhkan bantuan darurat dari Guild Bulan Merah.
“Tidak disangka ternyata aku akan menggunakan kartu ini sekarang!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang sedih dengan tatapan mata yang senduh.
Laura yang langsung di antar menuju lantai dua pun bergerak cepat menuju ke sebuah ruangan yang ada di ujung koridor dengan Rika dan Master Noel yang masih harus menunggu di depan tangga lantai dua.
“Lama tidak bertemu Nyonya Countess! Aku mendapatkan kabar jika kau akan menggunkan hak istimewamu sebagai Pemenang Taruhan Lomba Pacuan Kuda membuatku penasaran dengan permintaan yang diinginkan, Nyonya!” ucap Viscount Ballaguisse dengan senyum yang lembut dengan ekspresi wajah yang penasaran.
“Aku ingin Guild Bulan Merah menculik Pelayan Keluarga Count Vansfold yang bernama Tatiana dan membawanya ke tempat yang akan aku katakan!” ucap Laura dengan suara yang tegas.
“Me-menculik? Nyonya apa kau serius dengan permintaanmu ini?” tanya Viscount Ballaguisse dengan suara yang sedikit naik dengan tatapan mata yang terkejut.
“Tentu saja! Aku ingin kalian melakukannya sebersih dan secepat mungkin!” ucap Laura dengan suara yang tegas sambil meletakkan kartu yang dimilikinya ke atas meja dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.
#Bersambung#
Apa Viscount Ballaguisse akan setuju dengan permintaan Laura? Apakah Tatiana akan diculik pada akhirnya? Lalu bagaimana nasib Tatiana setelahnya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...