
Tatiana yang telah mendengar Titah yang diturunkan oleh Raja Jonathan IV dari Seorang Pelayan pun menjadi sangat senang sehingga dengan percaya diri mengubah penampilannya layaknya Nyonya Kediaman Count.
"Apa yang kau katakan itu benar? Apakah Yang Mulia Raja sungguhan merestui Pernikahanku dengan Tuan Count?" tanya Tatiana dengan ekspresi wajah yang sangat antusias.
"Benar sekali, Nyonya!" jawab Pelayan tersebut dengan semangat yang membara dengan ekspresi wajah yang bahagia.
"Agh! Maafkan saya! Saya terlalu bersemangat hingga mengatakan ini! Saya bersalah! Mohon ampuni saya!" ucap Pelayan muda itu yang langsung menutup mulutnya dengan wajah pura-pura terkejut dan bersalah.
Tatiana yang sudah bisa mengetahui bahwa Pelayan yang duduk di depannya itu sengaja melakukan itu dengan tujuan tertentu tetap memutuskan untuk diam.
"Aku tidak akan memarahimu ataupun menghukummu! Aku akan memberikanmu hadiah saat aku bebas dari sini sebagai balasan untuk jasamu!" ucap Tatiana dengan senyum yang lembut sambil menggenggam tangan Pelayan yang ada di hadapannya.
"Kau mungkin memiliki tujuan ingin menjadi Pelayan Pribadiku saat aku menjadi Nyonya Kediaman ini untuk meningkatkan statusmu di antara Pelayan yang lain tapi aku tidak masalah karena dengan begitu aku bisa mempertahankanmu sebagai orangku!" ucap Tatiana dengan tatapan mata yang tajam.
"Siapa namamu? Aku ingin mengingatmu saat aku telah keluar dari sini!" ucap Tatiana dengan nada suara yang terdengar sangat tulus.
"Na-namaku Yetti, Nyonya! Nona bisa memanggilku, Yetti!" ucap Yetti dengan suara yang gagap dengan ekspresi wajah yang gugup.
Tak lama setelah perkenalan singkat itu, George yang telah mendapatkan Titah Raja bahkan sebelum Evans sampai ke Kediamannya pun datang bersama beberapa Kesatria dan berdiri di hadapan Tatiana.
"Buka pintu! Bawa dia ke ruangannya!" ucap George dengan nada suara yang datar dan sedikit tinggi dengan ekspresi wajah yang dingin dan tatapan mata yang tajam.
Kesatria yang melakukan tugas yang diberikan kepadanya pun membuka pintu sel itu dan membuat Tatiana yang terkurung di dalam keluar dengan tertatih.
Yetti yang melihat Tatiana tak sanggup berjalan sendiri pun datang membantu hingga mendapatkan pandangan mata yang tajam dari George.
"Siapa kau? Kenapa kau bisa ada di sini? Pergi! Pergi dari sini dan lakukan tugasmu!" ucap George dengan ekspresi wajah yang datar dengan suara yang tinggi.
Tatiana yang melihat Yetti ketakutan denga tangan yang bergetar pun memutuskan maju untuk membela Yetti dan menjadikan ini kesempatannya untuk memiliki orang yang ada di pihaknya di Kediaman Count Vansfold.
"Tu-tunggu! Ye-Yetti adalah temanku. Dia datang kemari untuk menjengukku. Kumohon biarkan dia bersamaku dan membantuku menuju kamarku! A-aku tak sanggup berjalan sendiri!" ucap Tatiana dengan wajah yang berubah menjadi sedih.
George yang melihat kondisi Tatiana dari ujung kepala hingga ujung kami pun menarik nafas panjang lalu menyerah dan membiarkan Yetti bersama Tatiana.
Yetti yang sangat senang pun tersenyum bahagia sambil menatap Tatiana lalu dengan sigap membantu Tatiana kembali ke kamar awal saat dirinya keluar dari Penjara Bawah Tanah.
Tatiana yang sangat tidak menyukai kamar baru miliknya itu sangat ingin protes tapi tak bisa melakukan apapun karena statusnya saat ini masih belum kuat terutama Evans belum berada di bawah kendalinya.
"Hah! Aku harus bisa membuat Tuan Count jatuh cinta padaku dan memperlakukanku layaknya Nyonya Kediaman ini sehingga tak akan ada lagi yang akan memandang rendah aku!" ucap Tatiana dengan tekad yang kuat.
Tatiana yang telah membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya pun menunggu kepulangan Evans dari Pesta Pergantian Musim di Istana Kerajaan untuk menyambut kedatangannya yang selama ini sangat ingin dilakukannya.
"Dimana Tuan Count? Kenapa Tuan Count tidak kembali? Apakah Pestanya berlangsung sangat lama?" tanya Tatiana dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang penasaran karena tak pernah mengetahui apapun tentang Pesta Bangsawan seumur hidupnya.
Tatiana yang terus menunggu hingga larut malam tetap tak melihat kereta kuda Evans memasuki gerbang hingga akhirnya membuat Tatiana tertidur sambil menunggu Evans.
Evans yang bahkan harus mengembalikan Mas Kawin yang dibawa oleh Laura serta membagi Wilayah yang dimilikinya setengah menjadi pukulan terberat Evans karena dapat membuat Evans menjadi Bangsawan Bangkrut dengan pasti.
Evans yang baru pulang kembali ke Kediamannya pada pukul tiga pagi setelah jatuh pingsan karena terlalu banyak minum di Istana Kerajaan pun langsung dipindahkan George ke kamarnya.
"Apa yang kalian lakukan? Cepat angkat, Tuan Count. Lalu bawa Tuan Count naik ke kamarnya! Lakukan itu secara perlahan! Apa kalian mengerti!" tanya George dengan suara yang tegas dan langsung dibalas dengan anggukan patuh dari Kesatria yang pergi bersama Evans.
Evans yang telah dipindahkan ke kamarnya segera dibantu pelayan untuk melepaskan sepatu dan pakaiannya lalu menggantinya dengan gaun tidur yang nyaman.
George yang merasa tugasnya telah selesai pun mematikan lampu dan menutup pintu dengan perlahan lalu meninggalkan Evans untuk beristirahat.
Keesokan paginya, Tatiana yang tertidur saat menunggu Evans pun terbangun dan berlari keluar kamar menuju kamar Evans untuk melihat apakah Evans telah pulang atau belum.
Namun sebelum Tatiana sampai di kamar Evans, Madam Anna yang merupakan Kepala Pelayan yang mengurusi Pelayan dan tugas Pelayan yang ada di Kediaman Count Vansfold pun menghentikan aksi Tatiana.
"Apa yang anda lakukan di sini, Nona? Anda harus kembali ke kamar anda dan berganti pakaian lalu sarapan pagi! Anda tidak diperbolehkan berlari di lorong ini! Mohon segera kembali!" ucap Madam Anna dengan sikap yang sopan dan wajah yang datar sambil berdiri tegap di hadapan Tatiana.
"A-aku akan segera kembali ke kamarku dan bersiap-siap setelah melihat Tuan Count. Aku hanya ingin tau apakah Tuan Count sudah kembali atau belum!" jawab Tatiana yang memberikan alasan untuk bisa menemui Evans di pagi hari.
"Tuan Count sudah kembali tapi saat ini Tuan Count sedang istirahat. Mohon untuk Nona untuk tidak mengganggunya kecuali jika Nona ingin melihat Tuan Count murka di pagi hari ini!" ucap Madam Anna dengan mata yang tajam dan ekspresi wajah yang dingin.
Tatiana yang tiba-tiba teringat dengan sikap dan perlakuan dingin Evans kepadanya saat Laura melihatnya berada di ranjang Evans tanpa sadar membuat tubuh Tatiana bergetar ketakutan.
Yetti yang telah berdiri di belakang Tatiana lun menuntun Tatiana untuk kembali ke kamarnya dan Tatiana yang tak punya pilihan lain pun menurut.
Satu jam berlalu, Tatiana yang telah selesai bersiap-siap dan sarapan pagi pun melihat kereta kuda memasuki Pagar Kediaman Count Vansfold.
"Laura Raynor Glorious!" gumam Tatiana dengan suara yang pelan dengan pandangan mata yang tajam dengan tangan terkepal erat dengan hati yang sangat marah.
"Kenapa dia kemari? Apakah dia ingin menggagalkan perintah Yang Mulia Raja tentang Pernikahanku dengan Tuan Count?" tanya Tatiana lagi dalam hati dengan ekspresi wajah yang kesal.
"Tidak! Aku tidak bisa diam saja! Aku harus turun dan menghentikannya untuk bertemu dengan Tuan Count. Aku tidak bisa membiarkan Tuan Count terpengaruh!" ucap Tatiana dalam hati lalu bergerak cepat keluar kamarnya menuju lantai satu.
Yetti yang sedang berberes melihat Tatiana berlari keluar dengan teburu-buru menjadi sangat terkejut lalu berlari mengikuti Tatiana dari belakang.
Lalu saat George datang menyambut kedatangan Ajudan Mies serta dua Administrator Pribadi Laura, Tatiana muncul dengan pakaian dan perhiasan yang mewah yang ditinggalkan Madam Rollesh.
"Senang bisa menyambut kalian bertiga di sini. Perkenalkan namaku Tatiana dan aku adalah Nyonya Muda Kediaman Count Vansfold!" ucap Tatiana dengan suara yang penuh percaya diri dengan kepala terangkat ke atas.
#Bersambung#
Bagaimana reaksi Ajudan Mies dan yang lainnya setelah mendengar dan melihat sikap Tatiana? Apakah Tatiana pada akhirnya bisa mempertahankan rasa bangganya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..