
Evans yang mendapatkan tagihan belanja dari Madam Bourveganie pun merasa tiba-tiba kepalanya terasa sangat sakit.
“Aaarrgghh!” gumam Evans dengan ******* suara yang rendah dengan satu tangan menyisir rambutnya ke arah belakang satu kali dengan ekspresi wajah yang pusing.
“Bayar semua!” ucap Evans dengan nada suara dan ekspresi wajah yang dingin lalu mengusir George keluar dari ruang kerjanya.
Keesokan harinya, Laura yang melihat bahwa lemarinya dipenuhi dengan perhiasan pun menjadi sangat senang lalu memanggil Rika datang menemuinya.
“Apakah Yang Mulia memanggil saya?” tanya Rika dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan nada suara yang lembut.
“Agh, aku ingin kau menjual semua perhiasan yang diberikan Evans kepadaku saat dia menjadikanku sebagai Istrinya lalu jual juga seperempat dari perhiasan ini yang modelnya sudah jelek!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang seperti melihat sesuatu yang tidak disukainya.
“Apakah Yang Mulia yakin ingin menjual semuanya? Bukankah semuanya adalah Perhiasan yang Yang Mulia sangat sukai?” tanya Rika dengan ekspresi wajah yang bingung dengan sedikit tatapan mata penasaran.
“Aku tidak menginginkan kenangan yang tidak berguna itu. Aku sudah menyerah akan cinta sepihak ini dan juga pernikahan ini!” ucap Laura dengan nada suara yang tegas dan ekspresi wajah yang serius.
“Aku ingin mencari kebahagiaanku sendiri. Aku ingin bersama Ayah dan Kakakku di Kekaisaran Glorious!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang sedih mengingat sikapnya kepada Kaisar Frederic dan Pangeran Mahkota Richard.
Rika yang mendengar perkataan Laura pun merasa sangat senang dan dengan senang hati membantu Laura mencapai tujuannya.
“Jual semua perhiasan itu lalu bawa ini bersamamu!” ucap Laura sambil menyerahkan sebuah kunci berwarna emas kepada Rika.
“Masukkan semua uangnya ke dalam Bank Magical dengan menggunakan kunci itu!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang serius.
Rika yang mengerti maksud Laura pun menganggukkan kepalanya lalu menyimpan kunci yang diberikan Laura padanya.
Lalu saat Rika ingin meninggalkan Ruangan, Laura meminta Rika menunggu dan memanggil Master Noel datang.
“Apa ada yang Yang Mulia butuhkan dari saya?” tanya Master Noel sambil menundukkan kepalanya dengan ekspresi wajah yang datar.
“Aku ingin kau menjaga Rika dan jangan biarkan ada orang yang mengikutinya!” ucap Laura dengan nada suara yang tegas.
“Maafkan kelancangan saya, Yang Mulia tapi saya tidak bisa melakukan hal itu karena tugas saya adalah untuk melindungi Yang Mulia dan membantu Yang Mulia!” ucap Master Noel dengan tatapan mata yang tajam.
“Dengan melindungi Rika, kau sudah menjalankan tugas yang diberikan Kakakku kepadamu. Jika semua uang yang dibawa oleh Rika dicuri maka aku akan mengalami kerugian yang sangat besar lalu jika Rika diikuti dari belakang dari orangnya Evans maka semua rencanaku akan hancur! Apakah kau mengerti maksudku sekarang, Master Noel?” tanya Laura dengan ekspresi wajah yang serius.
“Ya, Yang Mulia!” jawab Master Noel dengan singkat, jelas dan padat dengan kepala tertunduk ke bawah.
“Bagus! Aku senang mendengarnya. Jangan sampai gagal! Aku tidak keluar kemanapun. Aku akan tetap ada di sini jadi jangan khawatir!” ucap Laura dengan senyum yang lembut kepada Rika dan Master Noel.
“Ayah! Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama di Kehidupan ini jadi percayalah padaku!” ucap Laura dengan suara yang rendah dengan tatapan mata yang tajam.
“Di kehidupan yang lalu, aku memberikan kunci harta milikku kepada Evans dan Evans menggunakan semuanya untuk memodali Pasukan Perang menghancurkan Kekaisaran Glorious tapi tidak sekarang, aku akan menggunakan kunci hartaku untuk menghancurkanmu hingga berkeping-keping!” ucap Laura dengan senyum yang jahat.
Laura yang tidak memiliki pekerjaan lain pun memutuskan untuk pergi ke Perpustakaan sendirian dan membaca buku tentang Kekuatan Alam terutama tentang Kekuatan mengendalikan Angin.
Laura yang terlalu fokus dengan buku bacaannya sampai melupakan waktu dan untunglah Rika yang telah kembali segera mengingatkan Laura.
“Yang Mulia, hari sudah malam, saatnya anda kembali dan makan malam!” ucap Rika dengan ekspresi wajah bersahabat dan senyum yang ceria serta suara yang lembut.
“Agh! Sepertinya aku sudah terlalu lama disini. Baiklah. Ayo kita kembali!” ucap Laura dengan senyum yang lembut sambil meminta Rika untuk membawakan buku yang dibacanya ke kamarnya.
Laura yang bisa menolak ajakan makan malam Evans dengan alasan sakit pun merasa sangat senang dan melanjutkan makan malamnya di dalam kamar.
Lalu saat dirinya telah selesai makan, Rika datang menghampirinya dan memberikan laporan atas hasil pekerjaannya bersama Master Noel.
“Yang Mulia, ini adalah kunci yang anda serahkan kepada saya siang tadi!” ucap Rika sambil menyerahkan kunci berwarna emas kepada Laura dengan kedua tangannya.
“Apakah kau sudah melakukannya seperti yang aku katakan?” tanya Laura dengan ekspresi wajah yang serius.
“Tentu saja, Yang Mulia!” ucap Rika dengan nada suara yang tegas dengan keyakinan penuh dari sorotan matanya.
“Master Noel, apakah ada sesuatu yang terjadi saat Rika meninggalkan Kediaman Count Vansfold?” tanya Laura dengan tatapan mata yang menyipit dengan ekspresi wajah yang curiga.
“Seperti yang telah Yang Mulia prediksi, ada seorang pelayan muda dengan rambut berwarna perak panjang mengikuti Rika saat meninggalkan Kediaman Count Vansfold tapi pelayan tersebut tidak mendapatkan apapun karena saya menggunakan Sihir Teleportasi untuk membawa Nona Rika pergi!” ucap Master Noel dengan ekspresi wajah yang datar.
“Aku mengerti! Kalian berdua boleh pergi. Aku ingin istirahat!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang senang dengan senyum yang lebar.
Laura yang memberikan perintah untuk keduanya pergi pun membuat Laura membuka pintu balkon dan keluar sambil meminum segelas anggur.
“Hah! Ternyata kau sudah mengincar diriku dan orang-orangku sejak awal Tatiana!” gumam Laura dengan senyum yang sinis.
“Kau hanyalah Rakyat Biasa tapi kau berani ikut campur dalam urusanku! Sepertinya ini semua karena kau merasa tidak memiliki apapun jadi kau bisa mempertaruhkan semuanya! Tenanglah. Permainan baru dimulai. Aku akan bermain denganmu sampai akhir!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang bahagia.
#Bersambung#
Uang yang sangat banyak telah Laura simpan di dalam Bank pribadinya, kira-kira uang tersebut akan digunakan Laura untuk apa ya? Apakah ada yang bisa menebaknya? Komen di kolom komentar ya..