The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 122. Mendeteksi



Laura yang telah siap untuk pergi ke Istana Kerajaan secara tidak terduga melihat burung merpati putih masuk ke dalam kamarnya.


“Hmmm, merpati putih?” gumam Laura sambil mengambil burung merpati yang berdiri di hadapannya di atas meja rias.


Laura yang melihat sebuah surat kecil yang terikat di kaki burung merpati pun mengambil surat itu dan menyerahkan burungnya kepada Rika lalu membaca isi suratnya.


“Jika surat yang dikirim oleh Illion benar maka saat ini Raja Jonathan IV sedang dalam masalah yang besar. Aku bisa memanfaatkan situasi ini menjadi menguntungkan untukku!” ucap Laura dengan senyum yang lembut karena merasa tersentuh dengan kebaikan Pangeran Kedua Illion kepadanya.


Laura yang tak ingin siapapun tau pun membakar surat kecil itu dan melepaskan kembali burung merpati ke luar jendela.


Laura yang pergi ke Istana Kerajaan dengan menggunakan kereta kuda khusus dan sihir teleportasi pun akhirnya sampai dalam waktu tiga jam.


Laura yang disambut kedatangannya oleh Ajudan Harold pun bergegas pergi menemui Raja Jonathan IV yang ternyata telah menunggu kedatangannya.


“Selamat datang, Putri! Silahkan duduk!” ucap Raja Jonathan IV dengan sangat ramah yang dibalas dengan senyum lembut dari Laura.


“Ini adalah teh spesial yang dibawa langsung dari lautan kemari! Cobalah dan katakan pendapatmu!” ucap Raja Jonathan IV yang memberikan kode kepada Pelayan untuk menuangkan teh ke cangkir Laura.


“Ini teh yang sangat enak, Yang Mulia. Terima kasih telah memberiku kesempatan ini!” ucap Laura dengan senyum yang lembut.


Laura yang tak ingin bertemu dengan Raja Jonathan IV hanya untuk mengobrol santai dengan cepat mengatakan tujuan kedatangannya.


"Yang Mulia, maafkan ketidaksopanan saya. Kedatangan saya kemari karena saya ingin membantu Yang Mulia mengatasi masalah anda mengenai Kerajaan tetangga dan juga Penyihir Hitam." ucap Laura dengan suara yang tegas dan tatapan mata yang tajam.


"Lalu apa yang Putri inginkan sebagai imbalannya?" tanya Raja Jonathan IV dengan wajah yang serius dan tatapan lurus ke depan.


"Aku ingin orang yang terlibat dan memiliki hubungan dengan Penyihir Hitam!" ucap Laura dengan senyum yang lembut dan nada suara yang tegas.


Raja Jonathan IV yang mengerti maksud Laura sebenarnya pun tersenyum lebar lalu bersikap sedikit sombong di hadapan Laura.


"Hmmm, itu bukanlah hal yang sulit dilakukan tapi bukankah Kerajaan ini akan sedikit kesulitan jika harus kehilangan dua Bangsawan dalam waktu singkat?" tanya Raja Jonathan dengan wajah yang sedih dan menyesal.


"Tapi... Saya rasa tak hanya Kerajaan tetangga yang akan menekan Kerajaan Hentallius tapi juga seluruh Kerajaan di Daratan ini !" ucap Laura dengan senyum yang lembut.


Raja Jonathan yang mendengar perkataan Laura menjadi kesal karena menyadari jika situasinya saat ini sedang tidak dalam keadaan yang menguntungkan.


"Baiklah. Aku akan melakukannya asalkan Kekaisaran Glorious bersedia mengulurkan tangan untuk mengatasi masalah ini!" ucap Raja Jonathan IV dengan tatapan mata yang tajam.


Laura yang mendengar perkataan Raja Jonathan Iv pun menepuk kedua tangannya dengan perlahan lalu dalam waktu singkat Seorang Penyihir muncul di samping Laura dengan satu kaki berlutut di lantai.


"Master Samuel! Bisakah kau tunjukan benda yang dikirim oleh Kak Richard padaku?" tanya Laura dengan suara yang lembut dan wajah yang percaya diri.


Master Samuel yang datang sebagai orang yang bertanggung jawab atas Alat sihir yang dikirim oleh Pangeran Mahkota Richard pun menunjukkannya kepada Raja Jonathan IV.


"Dua buah Alat sihir yang ada di tangan Master Samuel adalah Alat sihir yang dimiliki oleh Kekaisaran Glorious. Alat sihir yang ada di sebelah kanan untuk mengetahui tentang Sihir Hitam dan alat sihir yang ada di sebelah kiri untuk mencari keberadaan Penyihir Hitam dari sisa Sihir Hitamnya!" ucap Laura dengan senyum yang lebar.


"Aku akan meminjamkan alat sihir yang ada di sebelah kanan untuk mengetahui kebenaran akan rumor yang beredar tapi setelah semua terbukti saya harap Yang Mulia bisa melakukan sesuatu yang akan memuaskan saya!" ucap Laura dengan nada suara yang sedikit tinggi.


"Yang Mulia tak perlu khawatir. Alat Sihir yang digunakan untuk mencari keberadaan Penyihir Hitam ada sebanyak seratus buah dan jika Yang Mulia setuju menandatangi ini maka saya akan meminjamkan semuanya secara cuma-cuma sebelum masalah ini menjadi semakin sulit dikendalikan!" ucap Laura dengan tatapan mata yang tajam.


"Aku mengerti. Harold!" teriak Raja Jonathan IV yang memanggil Ajudannya dengan suara yang tinggi sambil terus memandang curiga Laura.


Laura yang melihat Ajudan Harold muncul kembali pun memberikan kode kepada Master Samuel untuk segera memberikan alat sihir itu dan menjelaskan cara kerjanya satu kali.


Ajudan Harold yang memahami semuanya pun bergegas pergi ke Kediam Evans bersama puluhan Kesatria Suci tanpa membuat masalah.


#Bersambung#


Apakah Ajudan Harold berhasil mengoperasikan alat sihir itu? Apakah Laura berhasil meyakinkan Raja Jonathan untuk melakukan seperti yang diinginkannya.