The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 69. Sindiran Pedas Laura



Laura yang masih merasa ketakutan dengan semua yang terjadi padanya meskipun di luar dirinya terlihat baik-baik saja agar Rika dan Master Noel tidak khawatir.


Namun, Rika yang bisa melihat Laura menyembunyikan ketakutannya pun duduk di sambil berlutut di hadapan Laura di dalam kereta kuda.


“Yang Mulia, anda tidak perlu terlihat baik-baik saja di hadapan saya. Saya mengerti keadaan Yang Mulia karena saat ini pun saya masih merasakan rasa takut yang sama dengan yang Yang Mulia rasakan!” ucap Rika dengan tatapan mata yang menunjukkan kejujuran sambil memenggenggam tangan Laura dengan tangannya yang bergetar.


“Ri-Rika! Hmmm, maafkan aku!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang sedih dan dengan cepat dipeluk oleh Rika.


Laura dan Rika pun berpelukan cukup lama hingga akhirnya keduanya merasa lebih baik dan perasaan takut akan kematian itu pun perlahan hilang.


Laura yang merasa jika kereta kuda yang dikendarainya telah berhenti pun mengintip ke luar jendela dan melihat Evans yang telah berdiri di depan pintu gerbang.


“Hmmm, semua yang terjadi padaku adalah karena kesalahanmu. Jika kau tidak membawa wanita keturunan Penyihir Hitam itu maka semua hal buruk ini tidak akan terjadi padaku!” ucap Laura dalam hati dengan ekspresi wajah yang marah dengan mata yang terbuka lebar.


Master Noel yang membawa kerete kuda masuk ke dalam Kediaman pun berhenti dan dengan cepat berdiri di depan pintu kereta kuda membantu Laura turun tanpa memberi kesempatan kepada Evans melakukan itu semua.


Master Noel yang merasa sangat kesal karena orang-orang yang dikirim oleh Evans ternyata sangatlah tidak berguna pun menunjukkan tatapan mata permusuhan kepada Evans.


Laura yang turun dari kereta kuda pun berdiri dengan tegap di hadapan Evans dengan Rika berdiri di belakangnya.


Laura yang mengalihkan pandangannya kepada Master Noel pun membuat Master Noel mengerti dan memindahkan keempat mayat Kesatria Keluarga Vansfold berada di antara Laura dan Evans.


Laura yang mencari keberadaan George pun dengan cepat mengeluarkan perintahnya setelah menemukan keberadaan George yang berdiri di belakang Evans yang terkejut.


“Keempat Kesatria ini meninggal karena gagal melindungiku dari Anggota Guild yang ingin mencelakaiku atas perintah seseoang!” ucap Laura dengann suara yang tegas.


“Berikan kompensasi yang sesuai kepada Keluarganya dan berikan satu sponsor beasiswa penuh untuk masuk ke Akademi kepada setiap Keluarga Kesatria yang gugur!” ucap Laura dengan tatapan mata yang tajam.


George yang tidak menyangka jika Laura akan memperlakukan kesatria yang gugur dalam melindunginya sebaik itu membuat George terharu.


“Baik, Nyonya! Saya akan melakukan semua yang anda perintahkan!” ucap George dengan patuh dengan sikap yang penuh dengan keseganan yang tinggi.


Evans yang terkejut dengan perintah yang tak terduga dari Laura tiba-tiba menjadi terkesima tapi perasaan ego yang tinggi membuat Evans menolak cara Laura memperlakukan Kesatria yang mengawalnya.


Laura yang ingin segera kembali ke kamarnya dan bersantai sambil menunggu laporan dari Guild Bulan Merah tentang hasil pekerjaannya menjadi kesal dengan nada bicara Evans yang dingin dan sinis.


“Jika aku tidak perduli maka aku tidak akan memberikan kesempatan kepada satu dari Keluarga Kesatria ini yang bisa melanjutkan perjalanan mereka!” ucap Laura dengan suara yang tegas.


“Jika menurutmu Kesatria ini masih bisa hidup jika Master Noel ikut membantu dalam Pertarungan tersebut lalu bagaimana dengan harga diri Kesatria yang hancur karena tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik untuk mengawalku, melindungiku dan menjagaku?” tanya Laura dengan ekspresi wajah yang dingin.


“Master Noel tidak dikirim oleh Ayahku, Kaisar Frederic dari Kekaisaran Glorious untuk membantu Kesatria-kesatriamu yang lemah ini. Tugas utama Master Noel adalah untuk melindungiku!” ucap Laura dengan suara yang tegas sambil berjalan selangkah secara perlahan ke hadapan Evans.


“Jika kau ingin menyalahkan kenapa semua ini terjadi maka salahkan Kesatria-kesatriamu yang lemah yang tidak bisa melawan serangan Anggota Guild itu! Salahkan Kesatriamu yang lemah karena tidak memiliki kemampuan yang hebat! Kesalahan Kesatria yang tidak bisa mempertahankan nyawanya sehingga membuat mereka kembali dengan tubuh yang telah menjadi mayat!” ucap Laura dengan kata-kata yang tajam dan kasar.


“Daripada kau mengomentariku akan lebih baik bagimu melatih Kesatria-Kesatriamu itu agar bisa menjadi lebih kuat dan bisa melindungi Tuannya tanpa bantuan orang lain!” sindri Laura dengan tatapan mata yang dingin lalu berjalan melewati Evans yang terkejut mendengar perkataan Laura.


Laura yang memasuki Ruangan dengan cepat bergerak menuju kamarnya sambil bersandar di kursi dengan teh hangat yang dibuat oleh Rika.


“Terima kasih, Rika!” ucap Laura dengan nada suara dan ekspresi wajah yang tulus dengan senyum yang bahagia karena menang berdebat dengan Evans.


Laura yang ditinggal sendirian di dalam kamarnya tiba-tiba mendengar suara ketukan beberapa kali di jendela kamarnya.


Laura yang penasaran pun berdiri dan pergi ke sumber suara dan melihat sebuah burung merpati sedang mengetuk jendela kaca dengan paruhnya untuk menunjukkan keberadaannya.


“Burung kecil! Kenapa kau kemari? Apakah kau ingin remahan kue kering?” tanya Laura yang berjalan menuju arah jendela dengan sangat santai.


Laura yang membuka jendela pun mengetahui bahwa burung merpati itu adalah burung pengantar surat antara dirinya dan Panngeran Kedua Illion.


Laura yang mengambil gulungan surat pada kaki burung merpati itu pun merasa sangat puas dengan tulisan yang ada disana.


“Master Noel!” Panggil Laura dengan suara yang sedang dengan ekspresi wajah yang berubah menjadi serius.


#Bersambung#


Apa yang menyebabkan wajah Laura menjadi serius? Apa yang akan dilakukan Laura kepada Evans!?