The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 17. Teriakan Minta Tolong



Laura yang kembali ke Kediaman Count Vansfold melihat George yang sudah berdiri menunggunya di lantai satu pun berpura-pura tidak melihat.


“Nyo-Nyonya!” panggil George dengan dengan nada suara yang gagap dengan ekspresi wajah yang hati-hati.


“Ada apa? Apa ada masalah George?” tanya Laura dengan nada suara dan ekspresi wajah yang dingin dengan tatapan mata yang tajam.


“Ti-Tidak ada Nyonya!” ucap George yang tidak berani mengatakan apapun sambil menyembunyikan kertas nota tagihan dari beberapa Butik yang menjadi tempat belanja Laura.


Laura yang sangat senang pun tersenyum lebar lalu berjalan dengan anggun menuju kamarnya dengan Rika berjalan mengikuti di belakangnya sambil membawa bunga yang telah dibelinya.


“Aku akan menghabiskan semua uang yang di miliki Kediaman ini dengan membeli Gaun, Sepatu dan Perhiasan yang mahal karena saat bercerai hanya barang-barang itu yang bisa aku bawa!” ucap Laura dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.


Sementara itu, Evans yang datang ke Ibukota langsung pergi menemui Putra Mahkota Kerajaan Hentallius, Lyod Breio Hentallius, saat kakinya menginjak Ibukota.


“Saya menghadap Putra Mahkota, cahaya matahari Kerajaan Hentallius!” ucap Evans dengan ekspresi wajah yang datar dengan etika yang sangat lengkap.


“Lupakan etika lama itu. Aku tidak ingin ada jarak dengan orang-orang kepercayaanku!” ucap Putra Mahkota Lyod dengan senyum yang lembut dengan ekspresi wajah yang bersahabat.


Evans yang duduk setelah melihat Putra Mahkota Lyod duduk terlebih dulu pun langsung disuguhkan teh hangat oleh Pelayan lalu Putra Mahkota mengusir semua pelayan pergi.


Putra Mahkota yang mendapatkan surat dari Kekaisaran Glorious hari ini atas respon permintaannya beberapa bulan yang lalu pun menunjukkan surat yang dikirim kepadanya.


“Apa ini Yang Mulia?” tanya Evans dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan tatapan mata yang bingung saat melihat simbol naga dalam surat yang ditunjukkan Putra Mahkota padanya.


“Ini adalah surat yang dirikim dari Kekaisaran Glorious. Pangeran Mahkota Richard Rich Glorious akan datang ke Kerajaan Hentalius untuk membicarakan masalah kerjasama dan bantuan untuk memperkuat Perbatasan.


“Aku ingin kau membawa Countess Vansfold saat Pesta Penyambutan Pangeran Mahkota Kekaisaran Glorious nanti lalu minta Countess Vansfold untuk meyakinkan Saudaranya untuk membantu Kerajaan kita!” ucap Putra Mahkota Lyod dengan senyum yang lebar.


“Apakah kau bisa melakukannya Count Vansfold?” tanya Putra Mahkota Lyod dengan tatapan mata yang tajam dengan senyum yang misterius.


Evans yang merasakan ada konsekuensi buruk yang akan didapatkannya jika tidak bisa menjalankan misi dari Putra Mahkota Lyod pun memutuskan untuk berbaikan dengan Laura.


“Jangan khawatir, Yang Mulia. Saya pasti akan melakukan seperti yang Yang Mulia perintahkan!” ucap Evans dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata penuh keyakinan.


“Aku senang mendengarnya. Kau pasti sangat lelah karena baru saja sampai. Aku boleh kembali dan beristirahat!” ucap Putra Mahkota Lyod dengan senyum yang lembut.


Evans yang akhirnya bisa meninggalkan Istana pun merasa dirinya bisa bernafas dengan sangat lega lalu memutar kereta kudanya untuk kembali ke Kediamannya di Ibukota.


Evans yang kembali saat malam tidak menyangka akan mendengar teriakan minta tolong dari seorang wanita muda.


“Tolong! Tolong! Tolong!” ucap wanita muda itu dengan sangat keras dan lantang yang terdengar sangat putus asa.


“Agh! Tidak! Jangan mendekat! Tolong!” teriak seorang wanita dengan suara yang lantang dengan air mata yang mengalir sangat banyak.


#Bersambung#


Siapakah wanita yang meminta tolong tersebut? Apakah Evans akan menolongnya? Tebak