The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 43. Permintaan di setujui



Laura yang melihat harga dari Sebuah Gelar Bangsawan dan wilayah kekuasaannya pun menyerahkan uang yang dimilikinya kepada Pangeran Kedua Illion.


"Aku ingin membeli gelar dan wilayah ini! Apakah Yang Mulia Pangeran bisa mengurus semuanya?" tanya Li Yuchen denga ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang tegas.


"Jika Nyonya berniat untuk bercerai, Gelar Seorang Count memang pilihan yang tepat!" gumam Pangeran Kedua Illion dengan suara yang rendah dengan tatapan mata yang ragu.


"Tapi wilayah ini... Apakah Nyonya yakin ingin membelinya?" tanya Pangeran Mahkota Illion dengan ekspresi wajah yang ragu dan tatapan mata penasaran.


"Wilayah ini memang lebih murah dari wilayah lainnya tapi wilayah ini tidak memiliki hal baik apapun kecuali cuaca dingin yang ekstrim." ucap Laura dengan ekspresi wajah yang serius.


Laura yang mendengarkan ucapan Pangeran Kedua Illion pun mengembangkan senyum kecil di sudut bibirnya.


"Pangeran Kedua pasti sangat khawatir dan cemas padaku karena telah menganggapku sebagai seorang yang bodoh membeli wilayah yang tidak berguna!" ucap Laira dalam hati dengan ekspresi wajah yang senang.


"Tanah di wiliyah itu memang sangat tidak cocok untuk bercocok tanam karena tanahnya sangat gersang dan kering!" ucap Laura dalam hati ekspresi wajah yang serius.


"Namun wilayah itu bukan sia-sia karena keadaan tanah yang sang spesial membuat terbentuknya lubang besar yang ternyata di dalamnya terdapat Batu jenis baru!" ucap Laura dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.


"Jangan khawatir Yang Mulia. Saya menyadari semua yang telah saya katakan!" ucap Laura dengan nada suara yang tegas dan percaya diri.


Setelah mendengar yang dikatakan oleh Laura, Pangeran Kedua Illion pun menganggukkan kepalanya beberapa kali.


"Aku mengerti. Aku akan membantu Nyonya mengurusnya dan memberitaukan kabar baiknya kepada Nyonya sesegera." ucap Pangeran Kedua Ilion dengan senyum yang lembut.


"Aku harap Yang Mulia bisa memberikan sinyal rahasia kepadaku setelah semua selesai karena aku pasti akan datang kemari!" ucap Laura dengan senyum licik.


Setelah urusannya dengan Guild Bulan Merah selesai, Laura pun kembali ke Toko Kue Sweety dengan bantuan Master Noel.


Rika yang mengetahui bahwa Laura akan mendapatkan masalah telah meminta Tiffany memberikan kue yang sangat lezat dengan berbagai rasa dan warna untuk dibawa pulang.


"Yang Mulia, saya telah meletakkan kue yang anda maksud di dalam kereta kuda dan semoga Nyonya menyukai semuanya!" ucap Tiffany dengan wajah yang bahagia.


Laura yang bingung dan tak mengerti maksud ucapan Tiffany pun mengalihkan pandangannya ke arah Rika dan langsung dibalas dengan satu anggukan pasti dari Rika.


Laura yang tidak memiliki Acara lain pun berencana kembali ke Kediaman Count Vansfold dengan perasaan bahagia.


Namun, Laura tidak menyangka jika Evans telah menunggu kepulangannya dengan wajah yang marah.


"Apakah kau telah selesai bermain-main?" sindir Evans dengan suara yang lantang dan ekspresi wajah yang kesal.


"Bermain-main? Hmmm, tentu saja. Aku sangat senang hari ini!" ucap Laura yang langsung tersenyum lebar dengan wajah yang bahagia.


Laura yang sangat senang karena telah mendapatkan banyal sekali Gaun dan Perhiasan yang indah untuk masa depan.


"Aku tidak perduli dengan sindiranmu karena aku telah memiliki banyak perhiasan dan barang lainnya untuk menambah uang penyimpananku di masa depan!" ucap Laura dengan senyum yang jahat.


#Bersambung#