
Evans yang tak ingin bercerai karena tak ingin kehilangan semua yang dimilikinya sampai saat ini pun merobek surat yang ada di tangannya hingga berkeping-keping.
"Aku tidak akan pernah menandatangani surat ini dan aku pun tak akan pernah setuju untuk bercerai!" ucap Evans dengan suara yang tegas.
"Jika kau tidak senang dengan semua yang terjadi maka aku dapat memperbaiki semuanya!" ucap Evans dengan ekspresi wajah yang serius.
"Memperbaikinya? Bagaimana caranya?" sindir Laura dengan alis yang naik sebelah dengan tatapan mata yang merendahkan dengan tangan yang berlipat di dada.
"Apakah kau akan melarang Madam Rollesh menginjakkan kakinya di Kediaman Count Vansfold dimanapun itu berada dan menghentikan semua aliran dana yang selalu kau berikan untuknya selamanya?" tanya Laura dengan sikap kecil di sudut bibirnya.
Madam Rollesh yang tak percaya Laura menggunakan kesempatan ini untuk mengusirnya dan menghilangkan pengaruhnya selamanya menjadi tak terima.
"Apa? Tidak! Evans kau tidak boleh menyetujui permintaannya. Evans kau harus ingat bahwa aku ini adala Ibumu. Aku yang telah melahirkanmu!" ucap Madam Rollesh dengan suara yang tinggi dan menggebu-gebu.
Meskipun Madam Rollesh menekankan statusnya yang penting dalam kehidupan Evans, Evans yang tak ingin mengalami penderitaan dan penghinaan seperti dulu memilih mengabaikan hubungan itu.
"Tentu saja. Aku akan melakukan seperti yang kau inginkan." ucap Evans dengan percaya diri dan ekspresi wajah yang serius.
"Tidak! Evans tidak! Kau tidak bisa melakukan ini!" teriak Madam Rollesh dengan suara yang tinggi dengan tatapan mata yang tak percaya.
Laura yang melihat Madam Rollesh yang memegang tangan Evans memohon untuk menarik perintahnya membuat Laura semakin bersemangat.
"Hmmm, bagaimana dengan wanita ini?" tanya Laura dengan ekspresi wajah yang dingin dengan tatapan mata yang merendahkan ditunjukkan ke arah Tatiana.
Tatiana yang berpikir jika dirinya diam, dirinya akan bebas dari penglihatan Laura akhirnya menyadari bahwa Laura telah menandainya sejak awal.
Tatiana yang berharap Evans akan mempertahankannya karena mereka telah menghabiskan malam yang panjang bersama tidak menyangka jika sikap Evans sangatlah dingin padanya.
"Kau bisa melakukan apapun padanya. Aku akan menyerahkan nyawanya padamu!" ucap Evans tanpa ada rasa belas kasihan sama sekali.
Tatiana yang melihat Evans yang tak pernah menganggap keberadaannya bahkan melihatnya sebagai pengganggu yang harus segera disingkirkan menjadi sangat terkejut.
"Hmmm.... Benarkah? Apakah benar-benar boleh melakukan apapun padanya?" ucap Laura yang mengangkat dagu Tatiana denga kipas yang ada di tangannya dengan senyum jahatnya.
"Tentu saja. Dia akan menjadi milikmu. Dia telah menjadi budakmu, Laura." ucap Evans dengan percaya diri dan penuh keyakinan.
Laura yang mendengar Evans mengatakan sesuatu yang akan terdengar sangat menyakitkan untuk wanita yang telah menyerahkan seluruh hati, jiwa dan raganya untuk Evans tak merasa kasihan sama sekali kepada Tatiana.
"Apakah mendengar itu? Kau mencintainya dan rela melakukan apapun untuk memilikinya tapi lihatlah tak ada sedikitpun belas kasih atau kasihan padamu!" ucap Laura sambil berbisik di balik telinga Tatiana.
"Tapi jangan khawatir. Aku tidak berniat kembali bersama dengan Pria yang berselingkuh dan menurutku peselingkuh akan sangat cocok dengan p***cur sepertimu!" ucap Laura dengan suara yang rendah dengan senyum licik.
"Bukankah kau pernah tidur dengan Baron Venon sebelum tidur dengan Evans?" ucap Laura dengan senyum lembut yang membuat wajah Tatiana berubah pucat seperti kapas.
Laura yang melihat dua orang yang membuatnya menderita di masa lalu sengasara di kehidupannya sekarang menjadi sangat senang.
"Tidak! Meskipun kau menyetujui ataupun melakukan persis seperti yang aku inginkan. Itu tidak bisa mengubah kenyataan bahwa kau telah berselingkuh dan memilih selingkuhanmu!" ucap Laura dengan ekspresi wajah yang cuek.
"Kita akan tetap bercerai dengan atau tanpa persetujuanmu karena Surat Pengajuan Perceraian yang asli yang telah kau robek itu telah masuk ke Pengadilan Kerajaan dengan jalur khusus!" ucap Laura dengan nada suara terdengar dingin dengan ekspresi wajah yang datar.
Evans yang tak percaya dengan yang dikatakan Laura mencoba menyangkalnya tapi Laura yang tak peduli memanggil Master Noel yang selalu ada di dekatnya.
"Hmmm, benarkah? Apakah aku akan selamanya menjadi Istrimu? Hmmm, sayangnya bukan kau yang akan menentukan keputusan akhirnya, Evans!" ucap Laura dengan senyum licik.
"Master Noel! Datanglah dan bawa kami pergi dari sini!" ucap Laura dengan nada suara yang datar dengan ekspresi wajah yang dingin.
Master Noel yang mendengar namanya dipanggil segera muncul di hadapan Laura yang dengan cepat mengejutkan Evans dan yang lainnya.
"Hamba menerima perintahmu, Yang Mulia!" ucap Master Noel dengan ekspresi wajah yang serius dengan sikap yang patuh.
"Kesatria! Apa yang kalian lakukan? Hentikan mereka!" teriak Evans dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang panik.
Laura yang sudah bisa menguasai Kekuatan Angin dengan sangat mahir membuat angin berhembus sangat kuat hingga menghentikan Kesatria yang berdatangan untuk mendekat.
Rika dan Daniel yang melihat kesempatan dengan cepat merapat ke arah Laura bersama barang-barang yang telah dirapikannya.
Tak butuh waktu lama, Master Noel yang telah selesai membuat Lingkaran Sihir Teleportasi membuat Laura dan yang lainnya meninggalkan Kediaman Count Vansfold tanpa jejak.
Evans yang kehilangan Laura menjadi sangat marah hingga kehilangan kesabarannya dan menghempaskan beberapa barang yang ada di kamar Laura ke lantai.
"Aaarrgghhhh!" teriak Evans dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang marah dengan mata yang melotot tajam.
Madam Rollesh dan Tatiana yang melihat Evans pada sisi gelapnya menjadi sangat takut hingga tanpa sadar tubuh keduanya bergetar sangat keras.
Evans yang menyadari bahwa semua usahanya untuk membuat Laura kembali padanya sirna begitu saja menatap tajam ke arah Madam Rollesh dan Tatiana.
"George! Madam Rollesh sedang kurang sehat dan udara Ibukota tidak cocok untuknya jadi siapkan kereta kuda untuk membawa Madam Rollesh ke bagian Timur Wilayah Vansfold sekarang!" ucap Evans dengan nada suara yang tegas.
Madam Rollesh yang mendengar perintah yang dikeluarkan Evans untuknya menjadi sangat terkejut dan tak percaya.
"Tu-tunggu, Evans! I-Ibu baik-baik saja. Ibu hanya kelelahan dan sepertinya akan segera sembuh jika beristirahat selama beberapa hari di sini!" ucap Madam Rollesh dengan ekspresi wajah yang gugup.
Evans yang tak peduli dengan apapun yang dikatakan Madam Rollesh membiarkan Kesatria menarik paksa Madam Rollesh ke kereta kuda bahwa barang-barang miliknya telah dirapikan Pelayan dalam hitungan menit.
Evans yang tak melupakan sumber masalahnya adalah Tatiana yang telah yang telah berani naik ke ranjangnya pun memberikan perintah khusus.
"Bawa wanita ini ke Penjara Bawah Tanah! Jangan berikan dia minum ataupun makanan! Aku ingin dia menderita di dalam Penjara itu!" ucap Evans dengan tatapan mata merendahkan dan ekspresi wajah yang dingin.
Tatiana yang tak ingin kembali ke Penjara Bawah Tanah memberontak hingga akhirnya Kesatria memukul tengkuk leher Tatiana dan membuatnya pingsan.
"Tidak! Aku tidak ingin kembali ke Penjara itu! Tuan Count! Tolong! Tolong, jangan kirim saya kembali ke Penjara itu! Tidak!" teriak Tatiana dengan suara yang keras.
Evans yang melihat Madam Rollesh dan Tatiana telah menghilang dari hadapannya pun berbalik arah dan memberikan perintah khusus kepada George.
"Jangan biarkan Ibuku kembali dengan alasan apapun dan jangan biarkan wanita rendahan itu muncul lagi di hadapanku atau kau akan menanggung akibatnya!" ancam Evans dengan ekspresi wajah yang serius.
#Bersambung#
Bagaimana kelanjutan ceritanya? Apa Evans berhasil menghentikan Laura agar tidak menceraikannya? Apakah Tatiana bisa bertahan di dalam Penjara tanpa makanan dan minuman? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..