The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 139. Dating



Laura yang kembali ke Kediamannya pun pergi ke ruang bawah tanah untuk bertemu dengan Duke Balmon yang ditahan olehnya.


"Hmmm, kau sudah melihat eksekusi orang kepercayaanmu dari Layar Proteksi sihir yang dibuat oleh Master Samuel, bukan?" tanya Laura dengan senyum yang lebar sambil duduk di kursi yang berjarak dua meter dari Duke Balmon.


"Bagaimana? Apakah kau merasa terhibur melihatnya?" tanya Laura pada Duke Balmon yang mulutnya ditutup dengan kain agar tak bisa bicara.


"Agh, aku lupa jika kau tak bisa bicara karena aku menutup mulutmu. Rika! Buka mulutnya!" ucap Laura yang memberikan perintah kepada Rika yang berdiri di sampingnya.


Duke Balmon yang akhirnya dapat berbicara kembali pun membuka mulutnya dan menghina Laura dengan kata-kata yang kasar tapi dibalas Laura dengan lebih elegan.


"Dasar wanita sakit j*wa! Kau yang seharusnya dibakar di dalam api itu! Bagaimana bisa kau merencanakan ini semua padaku dan Kerajaanku?" tanya Duke Balmon dengan wajah yang marah.


"Aku memang sudah sakit dan aku sakit karena melihatmu bahagia Duke Balmon!" ucap Laura yang mengiyakan ucapan Duke Balmon dengan wajah yang cuek.


"Kau duluan yang mulai memanfaatkan perasaanku untuk mendapatkan keuntungan lalu menghancurkan Kekakisaran Glorious!" ucap Laura dengan senyum yang lembut.


"Aku hanya melakukan yang sebaliknya lebih awal sebelum kau berhasil mendapatkan keuntungan yang lebih dan berhasil menghancurkan Kekaisaran Glorious!" ucap Laura yang kemudian tersenyum licik.


Laura yang ingin Duke Balmon yang merupakan otak dari kehancuran Kekaisaran Glorious dan kematian seluruh keluarga serta rakyatnya pun ingin membuat Duke merasakan hal yang sama.


"Agh, aku punya berita yang akan membuatmu bahagia sekali nantinya! Hmmm, kau sudah sangat lama tidak melihat Permaisuri Ericka, bukan? Berapa lama ya? Agh, mungkin beberapa minggu." ucap Laura yang bersikap seolah sedang berpikir keras di hadapan Duke Balmon.


"Ibu? Apa yang kau lakukan pada Ibuku? Dasar wanita ke....!" ucap Duke Balmon yang mulutnya langsung ditutup oleh Rika dengan kain karena Rika tak ingin mendengar manusia rendahan menghina Nona Mudanya.


"Agh, mulutmu sangat cepat sekali mengeluarkan umpatan kasar tapi sepertinya ekspresi penasaran, cemas dan takut yang kau rasakan membuatku iba jadi aku akan memberitaumu maka bukalah telingamu lebar-lebar!" ucap Laura dengan senyum yang lebar.


Laura yang ingin mendengar respon dari Duke Balmon pun memberikan kode kepada Rika untuk membuka mulut Duke Balmon kembali.


"Permaisuri Ericka yang tak tau jika kau masih hidup berpikir jika kau meninggal dibunuh oleh Yang Mulia Raja yang malu pada perbuatan buruk dan tak bermoralmu itu!"


"Permaisuri Ericka yang sakit hati karena kehilangan seorang anak dan penghianatan dari suaminya pun memutuskan untuk balas dendam yaitu dengan memberikan racu kepada Yang Mulia Raja!"


"Raja yang jatuh sakit dan kehilangan kesadarannya membuat Permaisuri menjadi tersangka utama hingga bukti racun ditemukan di dalam Kamar Permaisuri Ericka!"


"Permaisuri Ericka yang terbukti bersalah dicabut posisinya sebagai Permaisuri Kerajaan ini lalu baik dirinya maupun seluruh Kediaman Duke Sevantei ikut terlibat dalam Kejahatan Pemberontakan hingga di Penjara di dalam Penjara Kerajaan saat ini!"


"Besok adalah hari dimana Mantan Permaisuri bersama seluruh Pelayan Istananya dan orang-orang dari Kediaman Duke Sevantei menerima hukumannya!"


Duke Balmon yang mendengar perkataan dan penjelasan dari Laura menjadi sangat terkejut dan menjadi tak percaya dengan kenyataan.


"Kau berbohong! Ibuku tak mungkin melakukan itu! Dia tidak mungkin dengan mudahnya masuk ke dalam perangkap orang lain! Tidak! Itu tidak mungkin!" teriak Duke Balmon dengan wajah yang berubah putih pucat.


"Itu hakmu untuk percaya atau tidak tapi satu hal yang pasti bahwa aku pun akan berbaik hati menunjukkan kenyataannya kepadamu besok di layar proyeksi sihir ini!" ucap Laura yang menunjuk pada alat sihir yang ada di tangannya.


Duke Balmon yang tak bisa melihat Ibunya dieksekusi pun terus berteriak memohon ampunan dan bantuan dari Laura.


"Tidak! Jangan lakukan ini! Aku mohon jangan biarkan Ibuku menderita! Tidak! Ibu! Kumohon! Jangan!" teriak Duke balmon dengan suara yang lantang dan wajah ketakutan.


Namun Laura yang telah selesai dengan Duke Balmon pun kembali ke atas dan bersiap-siap untuk bertemu dengan Pangeran Kedua Illion.


Pangeran Kedua Illion yang memiliki janji temu dengan Laura pun pergi ke Kediaman Laura dengan menyembunyikan identitasnya.


"Aku hanya ingin memberitaumu tentang ini!" ucap Pangeran Kedua Illion sambil menyerahkan beberapa lembar dokumen kepada Laura.


Laura yang melihat jumlah uang yang didapatkannya dari pembagian pendapatan dar jumlah penjualan Perhiasan yang dipasarkan bersama Pangeran Kedua Illion menjadi sangat terkejut.


"Kenapa jumlahnya banyak sekali? Apakah kau tidak mengambil bagianmu?" tanya Laura dengan wajah yang bingung.


"Aku hanya mengambil yang seharusnya aku ambil dan aku memberikan sisanya. Aku adalah Pebisnis yang jujur." ucap Pangeran Kedua illion dengan percaya diri.


Laura yang tak ingin menolak uang yang sangat banyak untuk masuk ke dalam akun miliknya pun memberikan cek uang itu kepada Rika untuk disimpan.


Pangeran Kedua Illion yang ingin mengajak Laura jalan-jalan di sore hari yang sangat indah pun meminta izin.


“Aku tau ini sangatlah tidak sopan karena meminta Seorang Nona Muda pergi tanpa membuat janji lebih awal tapi maukah kau menikmati Festival Jalanan denganku?” tanya Pangeran Kedua Illion dengan wajah yang cemas.


Laura yang sudah merasa sangat tidak nyaman saat berada di dekat Pangeran Kedua Illion menjadi semakin dilema saat mendapatkan ajakan kencan.


“Apakah Illion ingin mengajakku berkencan? Apakah ini perasaanku saja atau ini juga adalah keinginan terdalamnya?” tanya Laura dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung dengan wajah yang memerah.


“Hmmm, baiklah tapi aku membutuhkan waktu untuk bersiap-siap.” Ucap Laura dengan ekspresi wajah yang penasaran.


“Gunakan waktumu sebanyak mungkin. Aku akan sabar menunggu di sini!” ucap Pangeran Kedua Illion dengan senyum yang lebar dan wajah yang bahagia.


Laura yang bingung pada dirinya sendiri yang langsung menerima ajakan dari Pangeran Kedua Illion pun bergegas masuk ke dalam kamarnya dan mengunci kamarnya lalu berdiri di belakang pintu.


“Hah! Hah! Apa yang telah aku katakan? Kenapa aku menerima ajakan itu? Aaarrgghhh!” ucap Laura dengan suara yang sedikit naik dengan kedua tangan ada di wajahnya.


Di saat Laura sedang bingung dengan hati dan tindakannya yang sangat berbeda secara tidak terduga Rika telah berdiri di depannya.


“Yang Mulia! Waktu kita tidak banyak, anda harus segera berganti pakaian dan bersiap-siap! Aku akan membuat anda menjadi wanita yang sangat cantik meski dengan pakaian yang sederhana!” ucap Rika dengan tekad yang kuat dengan pakaian dan kuas make-up di tangannya.


“Hah! Aagh! A-apa?” tanya Laura yang bingung dengan mata yang menyipit dan mulut yang terbuka lebar.


Rika yang tidak ingin menjelaskan apapun kepada Laura yang sedang terkena serangan dilema cinta pun menarik Laura secara paksa dan menandaninya dengan segera.


Dalam waktu setengah jam, Rika yang mengerahkan semua kemampuannya pun akhirnya berhasil mengubah Laura yang selalu terlihat elegan sebagai Putri Kekaisaran berubah menjadi Nona Muda dari Keluarga Kaya yang mandiri.


“Yang Mulia, bagaimana menurutmu? Apakah kau menyukainya?” tanya Rika dengan ekspresi wajah yang sombong dengan senyum yang percaya diri.


“Apakah ini aku? Hmmm, ternyata aku tetap menjadi wanita yang cantik dengan apapun yang aku pakai!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang bahagia.


Rika yang melihat Laura masih terus berdiri di depan cermin memandang dirinya sendiri bergegas mengingatkan Laura tentang janjinya dengan Pangeran Kedua Illion.


“Ehem...! Yang Mulia, anda harus segera turun sekarang! Yang Mulia Pangeran telah menunggu anda di bawah!” ucap Rika dengan nada suara yang tegas.


“Agh, kau benar! Ayo kita turun sekarang!” ucap Laura dengan wajah yang baru saja tersadar dan bergegas turun ke lantai bawah bersama Rika di belakangnya.


#Bersambung#


Bagaimana kencan Laura selanjutnya? Apakah Laura akan menerima perasaan yang dimilikinya untuk Pangeran Kedua Illion? Apakah cinta keduanya akan bersatu? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..