
Berita tentang Perselingkuhan Evans dengan Seorang Pelayan telah menyebar ke seluruh tempat di Ibukota tak hanya Bangsawan tapi Rakyat Biasa pun mengetahui skandal tersebut.
Evans yang tak pernah terlibat skandal ataupun gosip buruk menjadikannya bahan perbicangan Kalangan Bangsawan dan membuat nama baiknya menjadi hancur
Laura yang mendapatkan kabar tersebut dari Rika menjadi sangat senang dan bahagia hingga bisa menikmati waktu bersantainya dengan berkualitas.
"Hmmm, aku sangat senang dengan semua ini! Agh, aku yakin saat ini Evans pasti telah mengetahui berita ini dan dia pasti sangat kebingungan." gumam Laura dengan ekspresi wajah yang gembira.
"Rika! Bagaimana dengan mata-mata yang kita letakkan di Kediaman Count Vansfold? Apakah dia mengirimkan berita yang bagus?" tanya Riana yang sedang dalam suasana hati yang baik.
"Mata-mata kita memberi info bahwa saat ini Tuan Count sedang dalam perjalanann menuju Istana Kerajaan untuk bertemu dengan Putra Mahkota Lyod!" ucap Rika dengan nada suara yang tegas.
"Hmmm, Istana Kerajaan? Putra Mahkota Lyod? Sepertinya Evans akan mendapatkan sebuah hadiah yang sangat menarik saat sampai. Huh, sayang sekali aku tidak bisa melihat itu secara langsung." gumam Laura sambil melihat cuaca yang terlihat sangat cerah.
"Hmmm, baiklah. Kau boleh pergi sekarang Rika!" ucap Laura dengan ekspresi wajah serius dengan Rika yang bergerak meninggalkan tempat itu secara perlahan.
Sementara itu, Evans yang bergegas menuju Istana Kerajaan memenuhi panggilan Putra Mahkota Lyod sudah bisa menebak yang terjadi padanya.
Putra Mahkota Lyod yang sangat marah dengan tindakan yang dilakukan Evans kepada Laura saat Perwakilan dan Pangeran Mahkota Richard sedang ada di Kerajaan Hentallius tanpa basa-basi memukul wajah Evans dengan sangat keras.
“Aaarrgghh!” teriak Evans dengan suara yang keras sambil menabrak meja yang ada di dalam ruangan itu lalu terduduk di lantai.
“Dasar tidak berguna! Apa yang telah kau lakukan? Kau seharusnya membujuk Istrimu untuk mengubah keputusan Pangeran Mahkota Richard sebelum dirinya kembali ke Kekaisaran Glorious dan bukan tidur dengan Seorang Pelayan rendahan!” teriak Putra Mahkota Lyod dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang sangat marah.
Evans yang tak punya kata-kata pembelaan untuk semua yang telah terjadi hanya diam menerima perkataan Putra Mahkota Lyod.
“Hah! Aku pikir dengan memberikanmu Status, Kekuasaan dan Wilayah, kau dapat berguna bagiku nanti saat menjadi Raja Kerajaan Hentallius ini selanjutnya tapi tidak disangka ternyata kau sangat tidak berguna!” ucap Putra Mahkota Lyod dengan tatapan mata yang tajam dengan aura membunuh yang kuat sambil berjalan menuju ke arah Evans.
“Sepertinya kau telah menjadi manusia yang sombong dan lupa akan latar belakangmu yang sebenarnya hingga kau lupa orang yang membuatmu memiliki kejayaan ini adalah siapa.” Sindir Putra Mahkota Lyod dengan kata-kata yang kasar.
“Kau mungkin berpikir Istrimu, Putri Laura Raynor Vansfold, tidak berguna tapi kau bukan siapa-siapa tanpa dirinya!” ucap Putra Mahkota Lyod dengan kata-kata yang terdengar kasar sambil menatap mata Evans dengan tatapan mata merendahkan.
“Aku beri kau satu saran. Jika kau tidak berhasil membuat Istrimu kembali padamu maka bersiaplah dengan kehancuranmu, Evans!” ucap Putra Mahkota Lyod dengan ekspresi wajah yang serius.
Putra Mahkota Lyod yang telah mengatakan semua yang ingin dikatakannya pun keluar dan meninggalkan ruangan tersebut bersama dengan Asistennya.
Evans yang tidak menyangka jika pengaruh Laura dalam hidupnya sangatlah besar menjadi sangat terkejut hingga tanpa sadar wajahnya berubah menjadi sangat pucat.
Evans yang tak ingin kehilangan semua yang dimilikinya begitu saja dengan cepat berdiri dan kembali ke Kediamannya.
“Kembali ke Kediaman sekarang!” perintah Evans kepada Kusir kuda dan beberapa Kesatria yang datang bersamanya dengan suara yang tegas.
Di saat yang sama, Raja Jonathan Carls Hentallius IV yang sedang menyelesaikan tumpukan dokumen Kerajaan menjadi sangat terganggu dengan keributan yang ada di depan ruangannya.
“Harold! Kenapa di luar sangat berisik sekali? Segera pergi dan cari tau apa yang telah terjadi!” perintah Raja Jonathan dengan suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.
“Baik, Yang Mulia!” ucap Harold yang ternyata adalah Ajudan Pribadi dari Raja Jonathan Carls Hentallius IV sambil membungkukkan tubuhnya dengan sikap yang sangat beretika.
Lalu saat Harold masuk, dua orang penjaga yang membuat keributan segera berlutut memohon ampunan atas kesalahan mereka.
“Kami bersalah, Yang Mulia. Mohon ampuni kami Yang Mulia. Kami berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi!” ucap kedua Kesatria itu secara bergantian dengan ekspresi wajah yang sangat takut dan khawatir di saat bersamaan.
“Aku akan mengampuni nyawa kalian tergantung dengan informasi mengenai berita yang sedang kalian bicarakan. Jika berita itu cukup berguna maka aku akan memaafkan kalian tapi jika tidak maka aku akan membuat kepala kalian berpisah dari tubuh kalian saat ini!” ancam Raja Jonathan dengan Aura membunuh yang kuat.
Kedua Kesatria yang masih muda dengan berbagai macam keinginan yang belum terwujud dengan cepat menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuan keduanya yang telah sangat takut akan kematian.
“Sebelum kami mengatakan sesuatu, tolong Yang Mulia baca terlebih dahulu isi yang ada pada Surat Kabar Highlight ini, Yang Mulia!” ucap salah seorang Kesatria sambil menunjukkan Sebuah Surat Kabar yang sedang ada di tangan rekannya.
Raja Jonathan yang mengambil Surat Kabar itu pun membaca isinya secara perlahan dan menjadi sangat marah setelah mengetahui isinya.
“Dasar bodoh! Apa yang sedang dipikirkan orang ini? Apakah dia ingin menimbulkan Perang antara Kerajaan Hentallius dan Kekaisaran Glorious?” teriak Raja Jonathan dengan suara yang tinggi dengan ekspresi wajah yang tekejut dengan tatapan mata yang marah.
“Harold!” panggil Raja Jonathan dengan suara yang sangat keras dan dalam waktu hitungan detik Harold yang menunggu di luar ruangan bergegas masuk ke dalam dalam posisi menunggu perintah.
“Hamba ada di sini Yang Mulia!” ucap Harold dengan etika yang sempurna dengan nada suara dan ekspresi wajah yang datar.
“Panggil Putra Mahkota Lyod kemari! Aku ingin bertemu dengannya sekarang juga!” ucap Raja Jonathan dengan suara yang lantang.
Raja Jonathan yang menyadari bahwa hubungan kerjasama yang baik antara Kerajaan Hentallius dan Kekaisaran Glorious terancam hancur menjadi sangat stres dan frustasi lalu mengalihkan pandangannya kepada kedua kesatria yang sedang berlutut dengan satu kaki di hadapannya saat ini.
“Keluar! Aku tidak ingin melihat wajah kalian disini!” teriak Raja Hentallius dengan ekspresi wajah yang sangat marah.
Tepat setelah kedua Kesatria itu keluar, Harold yang mendapatkan tugas membawa Putra Mahkota Lyod menemui Raja Jonathan memilih kembali dan menyampaikan kabar yang sangat penting.
“Yang Mulia, mohon ampuni kelancangan saya tapi anda mendapatkan Surat yang sangat penting, Yang Mulia!” ucap Harold dengan terburu-buru sambil menyerahkan Sebuah Surat dengan Lambang Keluarga Kerajaan Hentallius.
Raja Jonathan yang sudah bisa menebak bahwa Surat tersebut dikirim oleh Pangeran Mahkota Richard dengan cepat membuka isi surat tersebut.
Wajah Raja Jonathan yang awalnya normal perlahan berubah pucat setelah membaca isi Surat Terbuka dari Pangeran Mahkota Richard.
“Yang Mulia! Apakah anda baik-baik saja?” teriak Harold yang dengan cepat memegang tubuh Raja Jonathan yang telah menjadi sangat lemah.
“Cepat panggilkan Dokter Kerajaan segera! Yang Mulia Raja jatuh sakit!” ucap Harold dengan suara yang lantang hingga akhirnya salah satu dari Kesatria yang berisik itu datang membantu memindahkan Raja Jonathan ke tempat yang nyaman sedangkan yang lainnya pergi memanggil Dokter Kerajaan.
Harold yang tak lupa akan pesan dari Raja Jonathan sebelum jatuh pingsan karena membaca Surat Terbuka memanggil Kesatria untuk menyampaikan pesan darinya.
“Sampaikan pesanku. Putra Mahkota Lyod kemari sekarang juga dan katakan bahwa Raja Hentallius hingga bicara dengannya!” ucap Harold dengan nda suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang dingin.
#Bersambung#
Bagaimana keadaan Raja Jonathan? Apakah Raja Jonathan akan baik-baik saja? lalu apa yang ingin dibicarakan Raja Jonathan kepada Putra Mahkota Lyod, ya? Tebak di kolom komentar ya..