
Tatiana adalah Rakyat biasa yang memiliki hidup yang sangat berat. Tatiana yang ditinggal meninggal kedua orangtuanya sejak kecil hanya memiliki seorang adik perempuan yang sakit-sakitan.
“Lia, kakak akan mendapatkan uang dan menyembuhkanmu. Tunggu kakak disini!” ucap Tatiana dengan ekspresi wajah yang sangat sedih dengan air mata yang mengalir sangat banyak.
Tatiana yang tidak memiliki uang untuk biaya pengobatan adiknya pun terpaksa harus meminjam uang kepada rentenir..
“Aku akan meminjamkanmu uang dengan jaminan dirimu sendiri. Jika kau mau menandatangani Surat Budak ini maka uang ini akan menjadi milikmu!” ucap seorang Pria dengan ekspresi wajah yang gembira dengan tatapan mata yang merendahkan.
“Baiklah. Aku akan melakukan apapun demi kesembuhan adikku!” ucap Tatiana dalam hati dan dengan cepat menandatangani surat yang diberikan kepadanya lalu berlari mengambil uang tersebut dan pergi menuju ke arah adiknya yang sedang sakit.
Tatiana yang akhirnya memiliki uang untuk biaya pengobatan tidak menyangka jika semua dilakukannya sia-sia saja. Semua telah terlambat. Adik Perempuan yang sangat disayanginya telah meninggal.
“Tidak! Lia! Buka matamu!” teriak Tatiana dengan sangat keras dengan ekpsresi wajah yang sangat sedih dengan air mata yang sangat banyak.
Tatiana yang tidak menggunakan uang tersebut untuk pengobatan justru harus menggunakan uangnya untuk biaya pemakaman.
Tatiana yang berpikir jika dirinya hanya harus mengembalikan uang yang dipinjamnya sebelum waktunya jatuh tempo tidak menyangka jika uang tersebut harus dibayarkan dengan bunga yang sangat besar.
“Tidak! Bagaimana mungkin jumlahnya bisa menjadi tiga kali lipat? Aku tidak meminjam uang sebanyak itu?” teriak Tatiana yang tidak terima dengan ekspresi wajah yang kesal.
“Aku tidak membutuhkan penolakan darimu karena semuanya sudah tertulis dalam surat perjanjian ini jadi kau harus membayarnya jika tidak aku akan menjualmu ke rumah b****l!” teriak rentenir itu dengan suara yang sangat keras dan tawa yang dapat terdengar berpuluh-puluh meter jaraknya.
“Aaarrgghh!” teriak Tatiana dengan suara yang kecil dengan ekspresi wajah yang kesal sambil menggenggam tangannya dengan sangat keras lalu bergerak pergi meninggalkan tempat tersebut.
Tatiana yang tak bisa membayar hutanya pun dipaksa untuk pergi ke Rumah B****l tapi Tatiana yang tidak ingin menerima saja semua itu pun mencoba melarikan diri hingga diselamatkan oleh Evans.
Tatiana yang melihat Evans yang mau menolongnya di saat dirinya susah dan bahkan memberinya tempat untuk berteduh pun akhirnya jatuh cinta kepada Evans pada pandangan pertama.
Tatiana yang dibawa ke Kediaman Count Vansfold di Ibukota pun bekerja untuk Evans dan Tatiana yang sangat sadar jika dirinya yang seorang Rakyat Biasa tidak akan bisa bersama dengan Bangsawan seperti Evans pun mencoba untuk menahan perasaannya hingga Tatiana mendengar gosip dari Pelayan di Kediaman itu.
“Hah! Aku sangat senang jika Countess tidak datang kemari. Jika dia datang semuanya pasti akan sangat kacau!”
“Benar sekali. Kasihan sekali Tuan Count, jika bukan karena dia Seorang Putri dari Kekaisaran yang kuat tidak mungkin dia bisa memaksa Tuan Count menikahinya!”
“Aku sangat setuju padamu dan lihat sekarang. Tuan Count bahkan tidak pernah menunjukkan perasaan padanya. Sungguh menyedihkan!”
Tatiana yang mengetahui semua itu pun mulai memiliki keinginan untuk memiliki Evans dan perasaan itu pun semakin besar hingga saat Tatiana melihat Laura dengan kedua matanya serta cara Evans memperlakukannya.
Tatiana yang termakan perasaan cemburu dan iri hati akan semua yang dimiliki oleh Laura hanya bisa menggenggam tangannya dan menahan perasaan tidak senangnya lalu menyimpannya dalam hati.
“Aku tidak akan menyerah. Aku akan mendapatkan yang aku inginkan bagaimanapun caranya!” ucap Tatiana dalam hati dengan tatapan mata yang tajam sambil melihat Laura yang meninggalkan ruangan tersebut dengan anggun.
#Bersambung#
Wah perasaan iri hati dan cemburu memang sangat bahaya ya. Apa yang akan terjadi selanjutnya ya? Tunggu di BAB selanjutnya ya..