
Master Noel yang telah mengirim Dokter Elliora dan Keluarganya ke Kekaisaran Glorious dengan menggunakan Sihir Teleportasi memutuskan untuk kembali ke tempat Laura.
"Tuan Master Penyihir! Ini adalah Pil yang diinginkan Yang Mulia." ucap Dokter Elliora dengan ekspresi wajah yang sangat senang sambil memberikan sebuah botol kecil obat kepada Master Noel.
"Di dalam botol tersebut ada tiga buah Pil dan ketiganya harus diberikan kepada Nona Tatiana tiga kali dalam satu hari jika ingin obat itu memiliki efek yang sesuai dengan yang diharapkan!" ucap Dokter Elliora dengan nada suara yang tegas.
"Baik. Saya akan menyampaikan pesan, Dokter. Apakah ada lagi yang ingin dikatakan?" ucap Master Noel dengan ekspresi wajah yang bersahabat.
"Agh, tolong sampaikan rasa terima kasihku kepada Yang Mulia. Hmmm, itu saja." ucap Dokter Elliora yang tersenyum bahagia menatap kedua adiknya yang berada di sampingnya saat ini lalu secara tiba-tiba sebuah portal sihir muncul dan ketiganya pun menghilang di balik portal tersebut.
"Tugasku telah selesai dan sekarang saatnya kembali kepada Yang Mulia!" ucap Master Noel sambil menggenggam botol pil yang ada di tangannya lalu pergi kembali.
Master Noel yang berlutut di hadapan Laura segera menyerahkan botol pil kepada Laura lalu menyampaikan pesan dari Dokter Elliora.
"Yang Mulia, ini adalah obat yang anda inginkan dan Dokter itu berkata jika Yang Mulia harus meminumkan Pil ini kepada wanita itu tiga kali dalam satu hari yaitu pagi, siang dan malam maka hasilnya akan sesuai dengan Yang Mulia inginkan. Dokter itu juga mengucapkan terima kasih untuk semua yang Yang Mulia lakukan untuknya!" ucap Master Noel dengan singkat.
"Baiklah. Aku mengerti. Kau boleh kembali sekarang!" ucap Laura lalu memberikan kode kepada Master Noel untuk pergi meninggalkannya sendirian.
Laura yang telah sendirian pun membunyikan lonceng yang ada di dalam kamarnya dan dalam waktu singkat Rika pun muncul dan berdiri di hadapan Laura.
"Yang Mulia, apakah ada yang bisa saya bantu." tanya Rika dengan sangat sopan sambil menundukkan kepalanya dengan senyum yang ramah.
"Berikan ini kepada Marie dan sampaikan padanya untuk memberikan satu pil di pagi hari, siang hari dan malam hari kepada Tatiana! Jangan biarkan ada orang yang tau akan hal ini!" ucap Laura dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang tegas.
"Baik, Yang Mulia!" jawab Rika sambil mengambil botol obat dan menyimpannya dengan baik lalu berjalan mundur meninggalkan Laura yang tersenyum licik sendirian di dalam ruangannya.
Rika yang pergi ke Kediaman Count Vansfold dengan bantuan Master Noel akhirnya bisa bertemu dengan Marie yang sama-sama memakai jubah hitam untuk menyembunyikan identitas keduanya.
"Ambil ini dan lakukan seperti yang tertulis di dalam pesan ini jika kau berhasil maka Yang Mulia akan menjamin nyawamu dan seluruh anggota keluargamu!" ucap Rika dengan nada suara yang tegas.
"Jangan khawatir. Aku pasti akan berhasil dan pergi menemui Yang Mulia setelah semuanya selesai!" ucap Marie dengan ekspresi wajah yang percaya diri.
Keesokan paginya, Yetti yang datang setiap pagi untuk melayani Tatiana seperti biasa pun memasukkan bubuk pil yanh telah dihancurkannya ke dalam jus minuman Tatiana.
"Selamat pagi Nyonya. Bagaimana keadaan anda sekarang?" tanya Yetti dengan senyum yang ramah dengan ekspresi wajah yang bersahabat sambil membuka tirai kamar Tatiana.
"Agh, aku sudah lebih baik sekarang. Obat yang diberikan oleh Dokter itu cukup baik. Apa kau sungguh telah memberi tau Dokter itu tidak memberitau Tuan Count tentang kehamilanku, bukan Yetti?" tanya Tatiana dengan ekspresi wajah yang curiga.
"Jangan khawatir, Nyonya. Saya telah melakukan yang seharusnya saya lakukan dan maafkan saya karena saya mengambil beberapa perhiasan anda sebagai upah tutup mulut Dokter Elliora!" ucap Yetti dengan ekspresi wajah yang bersalah.
"Aku memaafkanmu tapi aku harap kau tidak melakukan itu lagi tanpa seizinku!" ucap Tatiana dengan kepala di angkat ke atas dengan tatapan mata yang merendahkan sambil mengelap wajahnya dengan handuk setelah mencuci wajah dengan air yang dibawa Yetti.
"Terima kasih, Nyonya. Hmmm, nyonya ini adalah sarapanmu." ucap Yetti dengan senyum yang lembut sambil meletakkan satu set menu makanan ke hadapan Tatiana.
Yetti yang selalu mengambil beberapa perhiasan dan uang milik Tatiana ternyata diketahui oleh Marie sehingga sehari sebelum rencana Laura dimulai ternyata Marie telah membuat perjanjian dengan Yetti.
"Hmmm, kukira melayani Nyonya baru akan memberiku keuntungan tapi ternyata kesengsaraan jadi jangan salahkan aku jika mencari orang yang bisa memberiku keuntungan lebih!" ucap Yetti dalam hati dengan senyum palsu.
Yetti yang melihat Tatiana telah menghabiskan makanan yang dibawanya pun tersenyum bahagia lalu membawa keluar sisa makanan Tatiana.
"Nyonya, air hangatnya sudah saya siapkan. Saya akan meletakkan piring ini terlebih dulu." ucap Yetti yang dengan senyum ramah lalu pergi p
Yetti yang bertemu dengan Marie di dapur ternyata saling berpapasan tanpa melakukan interaksi apapun dan secara diam-diam Marie memberikan Yetti sebuah bungkusan.
Yetti yang menerima bungkusan itu menjadi sangat senang lalu kembali ke kamarnya untuk menyimpan perhiasan itu agar tak ada seorangpun yang tau.
Yetti yang melakukan tugansya dengan sangat baik pun memberi tau Marie di dalam lorong sepi akan hasil kerjanya dan Marie yang tau tujuan utama Yetti pun menyerahkan sisa bayaran itu.
Sementara itu, Baron Vernon yang menerima amplop misterius yang diberikan oleh Kepala Pelayan kepadanya pun membuka isi amplop tersebut.
"Hasil pemeriksaan kesehatan? Apa maksudnya ini?" tanya Baron Vernon dengan ekspresi wajah yang bingung karena tak mengerti maksud dari hasil pemeriksaan kesehatan tersebut.
"Sepertinya itu bukanlah hasil pemeriksaan biasa, Tuan." ucap Kepala Pelayan dengan ekspresi wajah yang serius dengan pandangan mata yang tajam ke arah hasil pemeriksaan kesehatan yang ada di tangan Baron Vernon.
"Bukan hasil pemeriksaan biasa? Apa maksudmu?" tanya Baron Vernon dengan tatapan mata yang bingung dengan ekspresi wajah yang penasaran.
"Jika Tuan tidak keberatan. Bolehkan saya melihat hasil pemeriksaan kesehatan itu? Saya akan membaca hasilnya untuk Tuan!" ucap Kepala Pelayan dengan ekspresi wajah penuh percaya diri.
Baron Vernon yang menyerah pun menyerahkan hasil pemeriksaan tersebut kepada Kepala Pelayan dan berharap bisa mengetahui maksud isi dari amplop cokelat tersebut.
"Tuan, ini adalah hasil pemeriksaan kehamilan dari Nona muda dan di sini dinyatakan bahwa Nona tersebut sedang mengandung selama delapan minggu!" ucap Kepala Pelayan dengan percaya diri.
"Ini adalah potret Nona tersebut!" ucap Kepala Pelayan sambil menyerahkan potret wajah Tatiana kepada Baron Vernon.
Baron Vernon yang mengingat wajah Tatiana pun tertawa sangat keras setelah menyadari maksud isi amplop cokelat yang didapatnya.
"Sebarkan perintahku! Cari keberadaan Nona yang ada di dalam potret ini. Berapapun biayanya jangan dipikirkan karena aku ingin kau menemukannya bagaimanapun caranya!" ucap Baron Vernon yang tertuju pada Tatiana.
"Wanita yang mengandung anakku tak akan pernah aku lepaskan! Bagaimanapun caranya aku akan membawamu kemari!" ucap Baron Vernon dengan tekad yang kuat.
#Bersambung#
Apakah Baron Vernon akan bisa menemukan Tatiana? Apakah rencana Laura selanjutnya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..