The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 72. Kediaman Viscount Ballaguisse



Hari Dimana Pesta Teh diadakan pun datang, Laura yang telah bersiap-siap pun telah memakai pakaian yang indah dan aksesoris yang sangat cantik.


"Yang Mulia, anda terlihat sangat cantik." puji Rika dengan suara yang terdengar jujur dengan ekpresi wajah tulus.


"Terima kasih, Rika!" jawab Laura dengan senyum yang lembut dengan ekspresi wajah yang bahagia.


"Hmmm, Apakah keretanya sudah siap?" tanya Laura dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan tatapan mata yang tajam.


"Tentu saja, Yang Mulia. Kereta kuda sudah menunggu ada di luar!" ucap Rika dengan suara yang datar sambil menundukkan kepalanya.


Laura yang telah berdandan pun berjalan dengan anggun menuruni tangga lantai dua dan berjalan menuju kereta kuda.


Laura yang tidak pernah bertemu dengan Evans semenjak pertengkaran mereka yang terakhir tidak membuat Laura menurunkan penjagaannya.


"Hmmm, sepertinya Kakakku melakukan tugasnya dengan sangat baik dengan menunda memberikan hasil dari perjanjian kerjasama itu!" ucap Laura dalam hati sambil tersenyum bahagia sambil melihat keluar jendela.


"Aku hanya tinggal menyelesaikan pembicaraan dengan Pangeran Kedua Illion dan mendapatkan bantuannya lalu aku bisa membuat serangan balasan yang mematikan untuk Evans dan Tatiana!" ucap Laura dengan senyum yang lebar dengan tatapan mata yang lurus tajam ke depan.


Laura yang pergi dengan menggunakan kereta kuda akhirnya sampai di Kediaman Viscount Ballaguisse.


Laura yang terlahir sebagai Putri dari Kekaisaran terkuat dan juga Seorang Countess memiliki status yang lebih tinggi dari Viona Ballaguisse, orang yang membuka Pesta Minuk Teh tersebut.


Oleh karena itu, Viona Ballaguisse tidak bisa mengirim seorang Pelayan untuk menjemput dan mengantar Laura ke tempat Acara sehingga membuat Viona Ballaguisse tak punya pilihan lain untuk datang sendiri.


"Selamat datang di Kediaman Viscount Ballaguisse, Nyonya. Saya harap anda akan bersantai dan menyukai Acara yang akan dilaksanakan!" ucap Viona Ballaguisse denga senyum yang ramah.


Viona yang memberikan kode kepada Pelayan untuk segera mempersiapkan Pesta Minum Teh tidak sengaja melihat Seorang Pelayan berlutut di hadapan Viona dengan Ekspresi wajah terkejut.


"A-A-argh! Maafkan saya Nyonya! Saya mengaku salah!" ucap Pelayan tersebut dengan suara yang sangat keras.


Laura yang mengalahi hal yang tidak menyenangkan dengan hal buruk yang tak terduga berniat meyelasaikan masalah itu degan damai namun tiba-tiba Viona Ballaguisse mengatakan sesuatu.


"Mohon maaf kesalahannya, Nyonya. Saya akan mempersiapkan sesuatu untuk membantu membersihkan noda tersebut!" ucap Viona Ballaguisse dengan suara yang datar.


Laura yang melihat Viona Ballaguisse tiba-tibw mengangkat tangannya pun melihat seorang Pelayan wanita yang telah berumur muncul di belakang Viona Ballaguisse.


"Bellarix, tolong amtar Nyonya Countess ke ruangan yang telah disiapkan untuk membersihkan noda pada pakaiannya!" ucap Viona Ballaguisse dengan suara dan ekspresi wajah yang datar.


Laura yang menyadari bahwa ini adalah salah satu cara yang dibuat Viona Ballaguisse agar tidak dicurigai orang-orang bahwa dirinya sedang berniat bertemu dengan Pangeran Kedua Illion.


Laura yang mengikuti pertunjukan itu dengan baik pun berjalan mengikuti Bellarix hingga akhirnya sampai di sebuah ruangan.


Laura yang menyadari bahwa tempat itu adalah tempatnya pun melihat Pangeran Kedua Illion dan Pengeran Ketiga Edward sedang minum teh sambil tertawa bersama.


"Salam kepada kedua matahari Kerajaan Hentallius. Semoga kedua Pangeran akan selalu sehat dan panjang umur!" ucap Laura dengan sikap yang sangat sopan sambil membungkukkan tubuhnya dengan patuh.


#Bersambung#


Maafkan Author yang updatenya sangat sedikit karena sedang sangat sibuk.. Author janji setelah kesibukan Author berakhir maka Novel ini akan segera Crazy Update.. Terima kasih untuk pengertiannya..