
Laura yang datang menghadiri Pesta Penyambutan Pangeran Mahkota Kekaisaran Glorious langsung menjadi pusat perhatian semua orang terutama mengenai hubungannya dengan Pangeran Mahkota Kekaisaran yang dirumorkan berantakan.
"Hmmm, apakah kau dengan gosipnya? Katanya Countess Vansfold memiliki hubungan yang buruk dengan keluarga kandungnya!"
"Aku pun mendengarnya tapi sepertinya berita itu tidak benar!"
"Benarkah? Aku justru merasa jika berita itu benar. Lihatlah itu. Countess Vansfold bahkan tak terlihat sangat dingin!"
Laura yang mendengar suara samar-samar dari Nyonya-Nyonya yang menghadiri Acara tersebut tetap bersikap anggun dan mengabaikan semua perkataan orang-orang.
"Hah, apakah mereka pikir semua yang mereka katakan itu tidak bisa terdengar? Menyebalkan sekali!" sindir Laura dengan suara yang pelan dengan tatapan mata yang tajam sambil menutupi setengah wajahnya dengan kipas yang ada di tangannya.
Laura yang merasa jika Acara Pesta tersebut telah berubah menjadi membosankan dan menyebalkan bahkan sebelum Pesta dimulai tiba-tiba mendengar Pengumuman yang sangat penting.
"Yang Mulia Kaisar Jonathan Carls Hentallius IV dan Permaisuri Ericka Norr Hentallius, memasuki ruangan!"
"Yang Mulia Putra Mahkota Lyod Breio Hentallius memasuki ruangan!"
"Yang Mulia Pengeran Kedua Illion Jean Hantallius dan Pangeran Ketiga Edward Shawn Hentallius memasuki ruangan!"
Semua orang dan tak terkecuali Laura pun harus menundukkan kepala memberikan penghormatan kepada Keluarga Kerajaan.
Tak lama setelah Keluarga Kerajaan Hentallius memasuki ruangan dan mengambil posisinya, pengumuman lain pun diucapkan.
"Yang Mulia Pangeran Mahkota Richard Rich Glorious dari Kekaisaran Glorious memasuki ruangan!"
"Nona Martha Stern Hanneton dari Kekaisaran Glorious memasuki ruangan!"
Laura yang awalnya sangat senang dapat melihat Richard setelah sekian lama dalam kondisi yang sehat tiba-tiba mengubah ekspresi wajahnya menjadi dingin setelah melihat wajah wanita yang tak ingin dilihatnya.
"Nona Martha Stern Hanneton! Tidak disangka aku akan bertemu dengannya lagi lebih awal di kehidupan ini!" gumam Laura dengan tatapan mata yang tajam dengan tangan yang terkepal erat.
Laura yang merasakan perasaan marah, emosi dan kekecewaan saat melihat Martha tersenyum ceria di hadapan Richard tidak bisa melupakan kenangan di kehidupannya yang lalu.
Laura yang masih mengingat dengan jelas wajah Martha yang memerah karena malu di dalam pelukan Putra Mahkota Lyod dengan tatapan mata yang dingin ditunjukkan ke arahnya sesaat sebelum hukuman diberikan.
"Kau tidak hanya menghianati Kakakku, Tunanganmu, tapi kau juga menghianati Kekaisaranmu! Kau menurunkan harga dirimu dan naik ke atas ranjang Pangeran musuh demi menyelamatkan nyawamu dan nyawa keluargamu!" ucap Laura dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.
"Aku tidak akan pernah membiarkanmu berhasil memanfaatkan Kakakku. Aku akan membongkar semua kepalsuanmu dan menghancurkanmu hingga berkeping-keping!" ucap Laura dengan tekad yang kuat.
Laura yang hanya diam saja sambil melihat Putra Mahkota Lyod berdansa dengan Nona Vatrissa Blarish Dregs yang merupakan Putri Tertua dari Keluarga Duke Dregs tiba-tiba melihat sebuah tangan di hadapannya.
"Izinkan aku mendapatkan kehormatan untuk menjadi Pasangan Dansa Pertamamu Laura?" tanya Evans dengan suara yang lembut dan senyum yang hangat dengan sikap yang sangat sopan.
Laura yang tidak punya pilihan lain selain menerima tawaran dansa dari Evans pun mengulurkan tangannya.
"Hah! Sungguh Etika Dasar yang sangat menyebalkan!" gumam Laura dengan suara yang pelan dengan topeng wajah yang tersenyum bahagia.
Laura yang tidak bisa melupakan penghianatan yang dilakukan Evans bersama Tatiana di Kehidupannya membuat Laura merasa sangat tidak nyaman jika berada di depan Evans.
Laura yang tak tahan pun dengan sengaja menginjak kaki Evans dengan sepatu hak tingginya beberapa kali hingga akhirnya membuat Evans menyerah.
"Aarrgghh!"
"Aarrgh!"
Laura yang akhinya bisa lepas sebagai Pasangan Dansa Evans pun merasa lega dan tiba-tiba Pangeran Mahkota Richard membungkukkan tubuhnya di hadapan Laura.
"Bolehkan saya mendapatkan kesempatan untuk bisa berdansa dengan Tuan Putriku yang cantik?" tanya Pangeran Mahkota Richard dengan senyum yang lembut dan ekspresi wajah yang bersahabat.
Laura yang mendengar tawaran dansa dari Richard pun membalasnya dengan senyuman lembut dan mengulurkan tangganya menerima permintaan tersebut.
"Terima kasih untuk kesempatannya dan saya harap saya tidak akan mendapatkan hadiah kecil yang menyakitkan saat berdansa nanti!" sindir Pangeran Mahkota dengan senyum yang jahil dengan mengingatkan perbuatan Laura yang menginjak kaki Evans dengan sengaja.
"Itu hanyalah sebuah kesalahan yang disengaja karena memiliki sedikit permasalahan dengan orangnya tapi Kakak tidak perlu khawatir karena adikmu ini tidak akan melakukan itu padamu!" ucap Laura dengan ekspresi wajah yang percaya diri.
"Kalau begitu, aku pun bisa menjadi tenang setelah mendengar penyataan ini!" ucap Pangeran Mahkota Richard dengan senyum yang lembut.
Pangeran Mahkota Richard yang sengaja ingin datang sendirian ke Kerajaan Hentallius tiba-tiba mengubah keputusannya setelah menerima permintaan Nona Martha yang akan menangis kapanpun jika permintaannya di tolak.
Pangeran Mahkota Richard yang lemah akan hal itu pun terpaksa mengajak Nona Martha tapi meskipun begitu kekesalan yang dirasakannya tidak akan bisa hilang dengan mudah.
Meskipun Pangera Mahkota Richard datang ke Acara Penyambutannya bersama Nona Martha tapi Pangeran Mahkota Richard tidak pernah menunjukkan kepedulian sama sekali bahkan Pangeran Mahkota Richard mengabaikan Etika mengajak Nona Martha berdansa untuk pertama kali.
Laura yang melihat sikap Pangeran Mahkota Richard menjadi sangat senang lalu perasaan curiga muncul saat Putra Mahkota Lyod melalukan dansa keduanya bersama Nona Martha.
"Putra Mahkota Lyod berdansa dengan Nona Martha?
"Apakah merek pernah melakukan komunikasi sebelumnya dan karena itulah Putra Mahkota Richard mengajaknya berdasa?"
Pangeran Mahkota Richard yang sangat peka dengan perubahan sikap dan wajah Laura pun menyadari letak fokus Laura saat itu.
"Jangan khawatirkan dia. Kakak sengaja tidak berdansa dengannya dan menghindari bicara dengannya karena Kakak sebenarnya tak ingin membawanya kemari!" jawab Pangeran Mahkota Richard dengan jujur.
Laura yang mendengarkan penjelasan dari Pangeran Mahkota Richard pun tersenyum lembut dengan eskpresi wajah yang bahagia.
"Aku mengerti karena aku tau Kakak memiliki hati yang sangat lembut terutama pada orang-orang terdekat kakak!" ucap Laura dengan senyum yang lembut.
"Tapi Kak, aku merasa curiga dengan hubungan Nona Martha dan Putra Mahkota Lyod, mereka terlihat sangat dekat untuk orang yang baru pertama kali bertemu saat Acara Penyambutan ini!" ucap Laura dengan ekspresi wajah yang serius.
"Maaf, Kak. Aku hanya tidak ingin terluka dan sedih. Aku tidak bermaksud menghancurkan hubungan baik Kakak dan Nona Martha!" ucap Laura dengan ekspresi wajah yang berpura-pura menyesal karena telah ikut campur.
"Kakak mengerti dan Kakak menghargai kepedulianmu, Laura. Kakak akan berhati-hati dan mencaritau kebenarannya!" ucap Pangeran Mahkota Richard dengan senyum yang menenangkan.
Meskipun lagu yang menunjukkan Dansa Pertama telah berakhir, Pangeran Mahkota Richard yang memiliki banyak sekali pertanyaan meminta untuk bicara dengan Laura empat mata.
"Laura! Kakak sangat merindukanmu. Apakah Kakak bisa mendapatkan waktumu yang berharga sebentar?" tanya Pangeran Mahkota Richard dengan tatapan mata yang tajam.
"Kalau begitu, kita harus pergi ke Ruang Istirahat yang telah disediakan di dalam Istana ini dan aku akan menuntunmu, Kak!" jawab Laura dengan senyum yang ceria.
Pangeran Mahkota Richard yang pergi bersama Laura pun mengubah wajahnya menjadi serius.
"Tunggu disini dan jangan biarkan siapapun masuk tanpa perintahku!" ucap Pangeran Mahkota Richard dengan nada suara yang tegas.
"Saya mengerti Yang Mulia!" jawab salah seorang Kesatria Kekaisaran Glorious yang ikut datang bersama Pangeran Mahkota Richard.
#Bersambung#
Apa yang akan dibicarakan Laura dan Pangeran Mahkota Richard? Bagaimana tanggapan Richard selanjutnya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..