
Laura yang tidak ingin bertemu dengan Evans pun kembali ke kursinya dan berkumpul bersama Nyonya Bangsawan sambil menonton Pertandingan Pacuan Kuda.
“Yang Mulia, benda apa itu sebenarnya?” tanya Rika dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan rasa ingin tau yang tinggi.
“Itu adalah Cermin Sihir yang terdiri dari Gelombang Sihir yang sangat besar yang digunakan untuk memproyeksikan gambar yang jauh agar dapat dilihat di tempat lain!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.
“Wah! Hebat sekali! Jika seperti itu berarti kita bisa melihat Pertandingan Pacuan Kuda dari sini secara langsung, Yang Mulia!” ucap Rika dengan ekspresi wajah yang bahagia dan senyum yang ceria.
Laura yang membutuhkan informasi tentang yang dilakukan oleh Laura pun memutuskan untuk menigirim Rika tanpa disadari.
“Rika, bisakah kau ke bagian pendaftaran Perlombaan Pacuan Kuda? Aku ingin kau mencari informasi tentang siapa saja yang bisa mengikuti Taruhan ini?" tanya Laura dengan tatapan mata yang lurus ke depan.
“Serahkan saja semuanya padaku Yang Mulia. Saya akan segera kembali dan melaporkannya!" ucap Rika dengan suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang percaya diri.
Rika yang tak ingin gagal dalam tugas yang diberikan kepadanya pun dengan cepat mencari informasi yang diinginkan Laura lalu tidak sengaja bertemu dengan seseorang yang dikenalnya.
Rika yang penasaran pun mencari yang dilakukannya lalu bergegas pergi menemui Laura dan melaporkannya.
"Yang Mulia, saya sudah mencari informasinya dan seperti yang dikatakan oleh Yang Mulia Pangeran Kedua, hanya Seorang Bangsawan yang bisa ikut dalam Taruhan ini!" ucap Rika dengan ekspresi wajah yang percaya diri.
"Ah, ada satu lagi Yang Mulia. Saat saya sedang y informasi, saya melihat Pelayan yang Count datang ingin ikut taruhan!" ucap Laura dengan ekspresi wajah yang bingung.
"Pelayan? Apakah maksudmu Tatiana?" tanya Laura dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata penasaran.
"Benar sekali, Yang Mulia dan pelayan tersebut berniat ingin ikut mendaftar tapi tdak bisa krna peraturan baru yang diminta oleh Yang Mulia Putri!" ucap Rika dengan ekspresi wajah yang serius dengan penuh keyakinan.
"Aku berhasil. Aku berhasil membuat wanita rendahan itu gagal dalam mendapatkan uang yang banyak untuk mendapatkan Gelar Bangsawan!" ucap Laura dalam hati dengan ekspresi wajah yang bahagia.
Sementara itu, Pangeran Illion yang meminta Viscount Ballanguisse sebagai Ketua Bulan Merah untuk mengumumkan Perlombaan Pacuan Kuda akan segera dimulai pun melakukanya dengan baik.
Laura yang melihat Viscount Ballanguisse dari Cermin Sihir pun menjadi ikut tegang saat Pertandingan itu dimulai.
"Aku yang telah menggantikannya memilih nomor dua untuk taruhan harusnya aku yang akan memenangkan pertandingan ini!" ucap Laura dalam hati dengan wajah yang tegang.
Nyonya Marchioness Sovetti yang telah melakukan taruhan dengan Laura pun ternyata ikut merasakan tegang dan kekhawatiran yang sama dengan Laura.
"Aku harus menang dan membuat dia menyerahkan Wilayah yang menjadi keinginan suamiku!" ucap Marchioness Shovetti dalam hati sambil menggenggam kipas yang ada dintangannya dengan sangat erat.
Pertandingan yang berlangsung hanya dalam waktu sepuluh menit itu pun telah mencapai akhirnya dan kuda nomor dua yang telah menjadi pilihan Laura ternyata memenangkan pertandingan.
"Pemenangnya adalah Kuda Nomor Dua!" teriak Viscount Ballanguisse dengan suara yang lantang dan sangat besar dengan ekspresi wajah yang bahagia.
Laura yang memenangkan Taruhan dengan Marchioness Shovetti pun langsung berdiri dari tempat duduknya dan berdiri di hadapan Marchioness Shovetti.
"Sepertinya dalam taruhan ini, aku adalah pemenangnya. Bagaimana kalau kita bicarakan tentang hadiah bagi pemenangnya sekarang Nyonya?" tanya Laura dengan senyum yang lebar dengan ekspresi wajah yang bahagia.
#Bersambung#
Apa yang akan diminta Laura sebagai Hadiah ya? Apakah ada yang punya ide? Tulis di kolon komentar ya..