The Princess's Revenge

The Princess's Revenge
BAB 126. Ekspedisi Pencarian Penyihir Hitam



Pangeran Kedua Illion yang sudah bisa menebak bahwa Laura pasti akan langsung menemuinya setelah pesan yang dikirimnya melalui burung merpati diterima bergegas mempersiapkan semuanya.


“Carl! Aku ingin semua yang aku ingin sudah siap belum Laura datang!” ucap Pangeran Kedua Illion dengan suara yang tegas.


“Baik, Yang Mulia!” ucap Carl dengan ekspresi wajah yang datar dan sikap yang patuh lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


Laura yang melanjutkan perjalanannya ke Guild Bulan Merah ternyata langsung mendapatkan sambutan yang sangat hangat dari Bartender dan juga yang lain.


Laura yang mengikuti dirinya dibawa pergi akhirnya sampai di tempat biasa dan melihat Pangeran Kedua Illion sedang berdiri menunggu kehadiran Laura dengan senyum yang lembut.


“Masuk dan duduklah, Putri!” ucap Pangean Kedua Illion dengan senyum yang lembut dan sikap yang ramah.


Pangeraran Kedua Illion yang telah mempersiapkan semuanya khusus untuk Laura pun menepuk tangannya dengan pelan lalu Carl yang bersembunyi di belakang pintu bergegas masuk dan meletakkan es krim strawberry dengan taburan cokelat warna-warni yang cantik.


“Ini adalah dessrt yang paling populer di Ibukota. Kau baru sampai di Ibukota dan aku yakin kau pasti belum mengetahuinya. Oleh karena itulah, aku menghidangkan ini khusus untukmu. Aku harap kau akan menyukainya!” ucap Pangeran Kedua Illion dengan senyum yang lebar.


“Argh! Terima kasih!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang bingung dengan senyum yang canggung tapi tetap mengambil sendok dan mencicipi dessert yang disiapkan oleh Pangeran Kedua Illion khusus untuknya.


“Hmmmm, ini enak sekali!” ucap Laura setelah mencicipi dessert dengan ekspresi wajah yang bahagia dan mata yang berbinar.


“Benarkah? Aku senang kau menyukainya. Aku telah memesan satu lagi dan Putri bisa membawanya pulang nanti. Jangan khawatir. Esnya tidak akan mencair karena telah diberi sihir!” ucap Pangeran Kedua Illion dengan percaya diri.


Laura yang dengan senang hati menerima hadiah yang diberikan Pangeran Kedua Illion pun hampir melupakan tujuan kedatangannya.


“Hmm, Illion! Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu!” ucap Laura yang meletakkan es yang ada di tangannya ke meja dengan nada suara dan wajah yang serius.


“Katakanlah! Aku akan mendengarkanmu!” ucap Pangeran Kedua Illion yang mengubah sikapnya menjadi dingin dengan ekspresi wajah yang serius.


“Apakah kau serius jika Duke Balmon berniat kembali lagi dan memperebutkan Tahta Kerajaan Hentallius kembali?” tanya Laura dengan ekspresi wajah serius.


“Benar! Berdasarkan mata-mata yang aku letakkan di Kediaman Duke Balmon. Aku mendapatkan kabar bahwa Permaisuri Ericka datang berkunjung dan keduanya membicarakan masalah yang aku katakan di dalam surat!” ucap Pangeran Kedua Illion dengan tatapan mata yang tajam.


“Apakah Duke Balmon akan mengikuti ekspedisi dalam pencarian Tatiana?” tanya Laura dengan nada suara yang tegas.


“Ada kemungkinan seperti itu!” ucap Pangeran Kedua Illion dengan nada suara yang penuh keyakinan dengan mata yang tajam.


Laura yang tak ingin membiarkan Duke Balmon menjadi bagian Keluarga Kerajaan lagi apalagi jika mengambil posisi Putra Mahkota Kembali memutuskan membuat rencana.


Waktu berlalu, Permaisuri Ericka yang berhasil membujuk Raja Jonathan IV memberikan izin kepada Duke Balmon mengikuti ekspedisi itu dengan mengandalkan hubungan darah yang dimiliki pun membuat Duke Balmon percaya diri.


“Putraku! Ini adalah kesempatan terakhir yang bisa Ibu berikan padamu. Ibu harap kau bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik!” ucap Permaisuri Ericka yang duduk di tempatnya melihat Duke Balmon berkuda di antara yang lainnya.


Duke Balmon yang duduk di atas kuda di belakang Keluarga Kerajaan dan Granduke hanya bisa menahan diri atas rasa cemburu yang telah bergejolak di hatinya.


“Sial! Kenapa aku bisa berada di posisi ini? Aku tidak terima. Aku harus bisa menjadi Pahlawan dan dilihat oleh Ayahanda dan Rakyat sehingga aku bisa kembali ke posisiku semula!” ucap Duke Balmon dengan tatapan mata yang tajam.


Raja Jonathan IV yang telah berdiri di atas Podium yang disediakan khusus untuk mengantar Kesatria melakukan Ekspedisi mencari dan menangkap Penyihir Hitam pun memberikan pidatonya.


“Selamat jalan kepada semua Kesatria dan semoga berhasil ekspedisi ini! Siapapun yang berhasil menangkap Penyhihir Hitam yang telah meresahkan Kerajaan ini maka orang ittu akan mendapatkan hadiah yang tak ternilai!” ucap Raja Jonathan IV dengan suara yang lantang.


“Aku akan mengabulkan apapun permintaan orang yang berhasil menemukan Penyihir Hitam tersebut asalkan permintaannya tak melanggar hukum ataupun aturan Kerajaan Hentallius!” ucap Raja Jonathan dengan ekspresi wajah yang serius.


Duke Balmon yang mendengar hadiah yang sangat ditunggu olehnya pun menjadi sangat senang dan semakin bersemangat untuk bisa berhasil menemukan dan menangkap Tatiana.


“Ini adalah peluang yang diberikan oleh Ibunda dan Ayahanda! Aku tidak boleh gagal! Aku harus berhasil kali ini!” ucap Duke Balmon dengan tekad yang kuat.


Sementara itu, Pangeran Kedua Illion dan Pangeran Ketiga Edward beserta orang-orang dari Kedua Pangeran ini menjadi tidak senang dengan keputusan Raja Jonathan IV.


“Hah! Sikap pilih kasihmu sungguh tidak berubah Ayah! Kau memang Ayah yang sangat buruk!” ucap Pangeran Kedua Illion dengan mata yang tajam dengan tangan terkepal erat dengan Pangeran Ketiga Edward yang tak kalah kesalnya dengan Pengumuman yang dibuat.


Pangeran Kedua Illon yang telah memasang perangkap beberapa hari yang lalu pun memulai eksekusinya saat Duke Balmon telah memisahkan diri dari rombongan.


Pangeran Ketiga Edward yang telah membantu menyebarkan tentanng lokasi keberadaan Tatiana di Hutan Berkabut yang sangat berbahaya.


Pangeran Kedua Illion yang mengikuti Duke Balom menuju ke tempat dimana perangkapnya telah dipasang pun memberikan hadiah kecil untuk Duke Balmon.


Pangeran Kedua Illion yang mulai mempengaruh Hewan Buas yang masih remaja membangunkan Hewan Buas yang kemudian menyerang Duke Balmon dan Kesatrianya.


“Semuanya bertahan! Sebentar lagi Kesatria Suci akan datang dan menolong! Rapatkan barisan dan buatlah formasi bertahan!” teriak Duke Balmon yang terus mengayunkan pedangnya membunuh Hewan Buas yang menyerangnya.


#Bersambung#


Apakah Pangeran Kedua Illion akan berhasil membunuh Duke Balmon? Apakah rencana Pangeran Kedua Illion akan berhasil? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..