
Evans yang sebenarnya tak ingin menikahi Tatiana terpaks harus melakukan itu semua karena titah yang dikeluarkan oleh Raja Jonathan IV pun memberikan perintah kepada George dan Ajudan Gillian untuk mempersiapkan pernikahannya dengan Tatiana.
"Persiapkan pernikahan keduaku dengan sangat sederhana. Aku tak ingin Pernikahan yang mewah ataupun megah dan prosesinya harus sesingkat mungkin! Apakah kalian mengerti?" tanya Evans dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang kesal.
"Baik, Tuan!" jawab Keduanya secara bersamaan sambil menundukkan kepalanya lalu pergi meninggalkan ruangan dengan cepat.
Sementara itu, Tatiana yang tau jika pernikahannya dengan Evans telah semakin dekat dari Pelayan Pribadinya pun menjadi semakin bersemangat.
"Aku tidak sabar lagi menunggu hingga hari pernikahanku dilaksanakan! Aku ingin segera menjadi Nyonya Countess!" ucap Tatiana dengan ekspresi wajah yang bahagia.
"Selamat Nyonya. Hanya dalam hitungan hari, anda sudah resmi menjadi Countess Vasfold!" ucap Yetti dengan ekspresi wajah yang gembira karena membayangkan masa depannya yang akan berubah drastis saat Tatiana menjadi Countess nantinya.
"Aku ingin melihat Gaun Pengantinku dan melihat persiapan pernikahanku jadi bisakah kau panggil George kemari, Yetti? Aku yakin kali ini Kepala Pelayan rendahan itu tidak akan bersikap kasar ataupun kurang ajar lagi padaku mengingat statusku yang sebentar lagi akan menjadi majikannya!" ucap Tatiana dengan nada suara yang terdengar sombong.
Tak lama setelah kepergian Yetti, George yang dipanggil oleh Tatiana pun datang sikap yang sopan dengan wajah tanpa ekspresi.
"Apa yang bisa saya bantu, Nona?" tanya George sambil menundukkan kepalanya sedikit lalu mengangkatnya kembali dan bertanya dengan wajah yang datar.
"Aku ingin melihat persiapan Pernikahanku dan aku ingin bertemu dengan Designer yang akan merancang Gaun Pengantinku!" ucap Tatiana dengan kepala terangkat ke atas dengan Yetti berdiri dengan tegap di samping Tatiana.
"Nona tidak perlu memikirkan itu semua karena semuanya sudah diatur dan Nona hanya perlu menjaga kondisi tubuh Nona agar tetap sehat saat hari Pernikahan tiba!" ucap George dengan wajah dan nada suara yang datar.
"Tu-tunggu! Bagaimana bisa seperti itu? Pernikahan hanya terjadi satu kali pada sebagian hidup seseorang karenanya bagaimana mungkin aku tidak dilibatkan dalam persiapan pernikahanku sendiri?" tanya Tatiana yang langsung berdiri dengan nada suara yang meninggi dengan wajah yang tidak menerima pernyataan George.
"Gaun Pernikahan pun aku ingin memilih sendiri rancangan dan modelnya! Ini adalah pernikahanku!" ucap Tatiana dengan mata yang melotot tajam.
George yang tak akan kalah pada Tatiana yang merupakan Pengantin yang tak diinginkan pun berjalan satu langkah ke arah Tatiana dan mengatakan sesuatu yang membuat Tatiana terdiam.
"Ini adalah perintah dari Tuan Count dan jika Nona tidak setuju maka silahkan katakan itu langsung kepada Tuan Count!" ucap George dengan ekspresi wajah yang dingin dengan tatapan mata yang tajam.
George yang melihat nyali Tatiana menciut ketakutan pun tersenyum kecil lalu berbalik arah dan pergi meninggalkan Tatiana yang terdiam di tempat.
"Nyo-Nyonya! A-Apakah anda baik-baik saja?" tanya Yetti yang langsung menghampiri Tatiana yang hampir kehilangan keseimbangan tubuhnya.
"Nyonya, anda harus tenang. Anda tidak boleh menyerah. Kenapa Nyonya tidak katakan saja yang sebenarnya pada Tuan Count bahwa anda sedang mengandung anaknya sekarang?" tanya Yetti yang tidak mengerti situasi yang dihadapi Tatiana saat ini.
"A-aku baik-baik saja. Aku ingin memberitau Tuan Count tentang kabar baik di hari pernikahan kami karena itu bisakah kau menyembunyikannya sementara waktu, Yetti?" tanya Tatiana dengan wajah yang memelas dan sedih.
"Tentu saja, Nyonya. Saya berjanji tidak akan mengatakan apapun sebelum Nyonya menceritakannya kepada Tuan Count langsung!" ucap Yetti yang mengangkat jarinya ke atas seolah sedang melakukan janji.
"Terima kasih. Hmmm, aku sangat haus dan lapar. Bisakah kau membawakanku makanan yang mudah untuk dimakan?" tanya Tatiana dengan senyum yang lembut.
"Kau bukanlah Pelayan yang sangat setia kepada Majikannya jadi aku pun tak bisa terlalu mempercayaimu!" ucap Tatiana dengan tatapan mata yang tajam dan dingin.
"Kau menggunakanku untuk menaikkan statusmu di Kediaman ini dan mengambil keuntungan dariku jadi aku pun akan menggunakanmu sebagai pion yang berguna bagiku dan saat kau tak bernilai lagi maka aku dapat menggantimu dengan pion yang lain!" ucap Tatiana dalam hati sambil berdiri menatap pemandangan di luar sambil memeluk perutnya yang masih rata.
"Aku tidak bisa memberi tau Tuan Count tentang anak ini sekarang karena aku tak ingin dipertanyakan dan kehilangan posisi yang aku dambakan!" ucap Tatiana dalam hati sambil mengepalkan kedua tangannya dengan sangat erat.
Sementara itu, Kelompok Perampok yang telah dikuasai oleh Master Noel ternyata telah bergerak dengan sangat cepat memperlambat kereta kuda yang membawa barang menuju Kerajaan croisen.
"Serahkan semua yang kalian punya atau nyawa kalian semua melayang!" teriak Ketua Perampok dengan suara yang lantang dengan kapak besar di tangannya sebagai senjata.
"Semuanya bersiap dalam posisi! Ada serangan Perampok! Jangan biarkan sesuatu terjadi pada barang-barang ini! Lindungi dengan seluruh yang kalian punya!" teriak Komandan Cassis dengan suara yang lantang sambil mengangkat pedangnya ke atas sebagai pertanda.
Tepat setelah teriakan itu, Pertarungan pun tak terelakkan lagi. Komandan Cassis yang harus melindungi barang-barang yang dipercayakan kepadanya pun menyerang Kepala Perampok dengan seluruh kemampuannya.
Namun, pertarungan itu tidak berjalan sesuai keinginan Komandan Cassis karena semua Prajurit yang datang bersamanya tak ada yang bisa bertahan melawan serangan Kelompok Perampok.
"Sial! Ini tidak bisa terjadi. Jika aku terus melayani orang tua ini maka tak akan ada satupun prajurit yang tersisa!" ucap Komandan Cassis dengan ekspresi wajah yang kesal.
Komandan Cassis yang tak bisa diam saja pun ikut bergerak dan membantu anggotanya yang lain lalu mengalahkan Perampok itu satu persatu.
Kepala Kelompok yang tau tugasnya adalah untuk menunda kepergian rombongan Kesatria Count Vansfold langsung memberikan perintah mundur saat semuanya telah menjadi sangat kacau.
Sementara itu, Master Noel yang tersenyum puas saat melihat dua kereta kuda yang membawa barang menuju Kerajaan Croisen rusak dan beberapa Prajurit Kediaman Count Vansfold terluka parah memutuskan untuk kembali melapor kepada Laura.
"Yang Mulia, semuanya telah berjalan dengan lancar. Saat ini Perajurit dari Kelompok yang dipimpin oleh Komandan Cassis terluka parah dan dua kereta kuda yang membawa barang berharga menuju Kerajaan Croisen rusak dan itu cukup untuk menunda kepergian mereka hingga satu minggu lamanya!" ucap Master Noel dengan ekspresi wajah yang percaya diri.
"Hmmm, bagus! Pastikan untuk tidak membiarkan Evans mendapatkan berita buruk ini hingga Pernikahannya dilaksanakan! Aku ingin memberikannya hadiah pernikahan yang tak terlupakan!" ucap Laura dengan senyum yang lebar.
"Baik, Yang Mulia!" ucap Master Noel dengan sikap yang patuh dengan ekspresi wajah dan nada suara yang datar.
"Hmmm, sepertinya sekarang adalah saat yang tepat bagiku untuk turun tangan membuat keonaran." gumam Laura dengan suara yang rendah dengan senyum yang lebar.
"Kita lanjutkan pada rencana selanjutnya!" ucap Laura lagi dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.
#Bersambung#
Akankah Pernikahan Tatiana dan Evans akan berjalan lancar? Akankah Laura berhasil membuat barang bisnis yang akan dikirim ke Kerajaan Croisen hancur? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..