
"Aku disini! Aku hanya menyembunyikan diri agar tak seorangpun melihatku!" ucap Marie yang secara tiba-tiba muncul dari belakang Yetti.
"Hmmm, aku sudah ada di sini. Sekarang katakan padaku apa yang dikatakan oleh Tuanmu itu dan berapa banyak yang akan aku dapatkan?" tanya Yetti dengan ekspresi wajah penuh semangat dan senyum yang lebar.
Marie yang mendengar perkataan Yetti pun tersenyum kecil dengan tatapan mata yang menajam lalu berjalan mendekat dan mengeluarkan sekantong emas.
"Kau akan mendapatkan ini semua jika kau berhasil membuat Nyonya Countess marah hingga muntah darah!" ucap Marie sambil membuka kantong emas yang ada di tangannya.
"Lalu jika kau bisa membuatnya meminum ini maka kau akan mendapatkan hadiah tambahan!" ucap Marie dengan nada suara yang tegaa.
"Apa ini? Apakah ini racun? Aku tidak mau kalau ini racun! Aku tidak mau membahayakan nyawaku demi uang itu!" ucap Yetti sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain lalu melipat kedua tangannya ke dada.
"Itu bukanlah racun. Itu adalah obat pelemah kandungan dan jika kandungannya melemah maka hanya dengan beberapa hari menderita wanita pasti akan kehilangan bayinya!" ucap Marie sambil meletakkan botol obat ke tangan Marie.
"Apakah kau tidak ingin meningkatkan statusmu sepertinya? Jika anak itu tidak lahir maka kau bisa dengan mudah naik ke ranjang Tuan Count dan menggantikan statusnya menjadi Countess lalu anak yang kau kandung akan menjadi Count di masa depan." ucap Marie yang mulai membujuk Yetti dengan kata-kata yang manis.
Yetti yang memiliki ambisi dan keinginan untuk hidup nyaman tanpa sadar tergoda akan kata-kata yang diucapkan Marie padanya.
"Jangan khawatir. Aku akan melakukan semua yang katakan dengan sangat baik!" ucap Yetti dengan ekspresi wajah yang percaya diri sambil meregangkan tangan ingin mengambil kantong koin emas yang ada di tangan Marie.
"Kau akan mendapatkan semuanya setelah semua pekerjaanmu selesai jadi kau harus menyelesaikannya dulu baru bisa mendapatkan upahmu!" ucap Marie yang mengambil kembali kantong emas itu dan menyimpannya lalu pergi meninggalkan Yetti yang kesal.
Setelah pertemuan itu, Yetti yang telah membuat keputusan pun berjalan menuju ruang bawah tanah tempat Tatiana di tahan dengan cara mengendap-endap.
Yetti yang berjalan menyusuri penjara bawah tanah terus mengedarkan pandangannya ke semua tempat hingga akhirnya melihat Tatiana terduduk dengan kepala tertunduk dengan tubuh yang lemah, kotor dan bau pun tersenyum kecil.
"Hmmm, apakah ini Nyonya Countess Vansfold yang baru? Sungguh menyedihkan!" sindir Yetti dengan nada suara yang sedikit naik dengan senyum kecil.
Tatiana yang mengingat kembali semua yang terjadi padanya dan keyakinan akan penyebab dari nasib buruknya itu pun menjadi marah.
"Kau! Beraninya kau muncul di hadapanku! Dasar Pelayan tidak tau diri! Untuk apa kau datang kemari? Pergi! Aku tak ingin melihat wajahmu!" ucap Tatiana dengan suara yang lantang dengan wajah yang marah.
Yetti yang sudah sangat lama ingin menyiram wajah Tatiana pun melemparkan air dingin ke wajah Tatiana hingga membuat Tatiana menggigil kedinginan.
"Diamlah! Jangan bersikap sombong di hadapanku! Kau dan aku itu sama karena kita terlahir sebagai rakyat biasa dan bukan Bangsawan hanya saja kau berhasil menipu dan naik ke ranjang Tuan Count karena itulah statusmu bisa naik menjadi Countess sekarang!" ucap Yetti dengan tatapan mata merendahkan.
"Tapi sayang kau tidak bisa mengambil hati Tuan Count dan mempertahankan posisimu sehingga berakhir di sini lagi!" ucap Yetti dengan tatapan mata yang iba.
"Hmmm, karena kita memiliki latar belakang yang sama bukankah mungkik bagiku untuk naik ke status yang sama denganmu asalkan aku bisa naik ke ranjang Tuan Count dan benar-benar mengandung anaknya?" ucap Yetti dengan senyum percaya diri.
Tatiana yang sangat mencintai Evans menjadi sangat marah saat mengetahui ada wanita lain yang menginginkan prianya.
"Dasar wanita j*lang! Beraninya kau memikirkan hal yang sangat rendah seperti itu! Apa kau tidak malu mengatakan ini semua dan memikirkan pria yang telah beristri di hadapan Istri Sahnya?" teriak Tatiana yang langsung berdiri sambil memegang besi-besi trali yang memenjara dirinya dengan sangat kuat.
"Aku j*lang? Lalu bagaimana denganmu? Bukankah kau juga sama denganku? Kau bahkan lebih j*lang dariku karena kau tidak hanya menginginkan Tuan Count saat Tuan Count masih menikah dengan Yang Mulia Putri Laura dari Kekaisaran Glorious, kau juga menggunakan berbagai cara untuk mendapatkannya meskipun harus naik ke atas ranjang Tuan Count dan yang lebih mengejutkannya adalah anak yang kau kandung itu adalah anak milik orang lain!" ucap Yetti dengan ekspresi wajah yang dingin.
Tatiana yang sangat terkejut saat mendengar perkataan Yetti tanpa sadar mundur ke belakang beberapa langkah lalu duduk terjatuh ke lantai karena kedua kakinya kehilangan kekuatannya.
"Jangan menghinaku seolah kau adalah wanita yang sangat suci karena kau bahkan lebih hina dariku!" ucap Yetti dengan tatapan mata yang merendahkan.
#Bersambung#
Apa yang akan dilakukan Tatiana? Apakah Yetti akan berhasil melakukan tugasnya dengan sangat baik dan mendapatkan hadiah yang diharapkannya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...