
Kagami Jiro, seorang petinggi utama dari Doragonshadou yang begitu legendaris terlihat begitu telaten, sepenuh hati dan sangat tulus saat berusaha untuk menyelamatkan salah satu anak buahnya yang sedang terluka oleh sebuah peluru mematikan dari serangan Death Eyes!
Tidak ada rasa merasa tinggi ataupun perasaan masa bodoh! Viollete yang hanyalah seorang anak buahnya yang masih begitu baru di dalam perusahaannya, saat ini mendapatkan pertolongan dari pria nomor satu di dunia gangster itu.
Viollete masih menatap lekat Kagami Jiro yang terlihat begitu serius saat berusaha untuk mengeluarkan peluru panas yang menembus lengan kanan Viollete.
Sebuah operasi kecil tanpa adanya obat bius itu, tak dirasakan sakit sedikitpun oleh Viollete. Karena hal yang paling menyakitkan di dunia ini adalah saat kehilangan orang-orang yang disayanginya. Seperti mamanya dan juga bibi Anne.
Sepasang mata kecoklatan gadis berparas cantik itu mulai memerah dan sedikit berair saat menatap Kagami Jiro. Dadanya begitu sesak saat menatap sisi samping wajah Kagami Jiro. Lidahnya terasa begitu kelu, dan terasa begitu berat untuk berucap.
"Sudah selesai ..." ucap Kagami Jiro setelah beberapa saat sambil memberikan sebuah plaster terakhir untuk balutan casa yang melilit lengan kanan Viollete agar tidak terlepas kembali.
"Terima kasih, Tuan Kagami Jiro." ucap Viollete sedikit menunduk dan suaranya terdengar begitu bergetar.
Bahkan sepasang mata kecoklatan gadis itu terlihat semakin berair begitu saja entah karena apa, Viollete juga tidak menyadari akan semua yang terjadi saat ini. Gadis cantik nan dingin itu mengusap pelan lengan kanannya yang saat ini terbalut rapi dengan perban putih.
"Viollete. Kamu memiliki daya tahan tubuh yang sangat kuat. Luka ini tak berpengaruh sama sekali terhadap tubuhmu. Tubuhmu bahkan tidak mengalami syok karena serangan dari peluru panas yang cukup mematikan milik Death Eyes itu. Kamu bahkan merasa tidak kesakitan sedikitpun saat aku melakukan operasi kecil terhadap lenganmu." ucap Kagami Jiro terdengar begitu takjub dan mulai melepaskan sarung tangan berbahan plastik elastis itu.
"Kamu pasti sudah begitu terlatih sejak kecil. Menjalani pelatihan keras dan berat. Papamu pasti sangat disiplin saat mengajarimu." imbuh Kagami Jiro lagi sambil menatap gadis yang masih cukup muda itu dengan senyum tipisnya yang menggambarkan ekspresi takjub.
"Bahkan kamu terlihat seperti seorang dewi perang di medan pertempuran." imbuh Kagami Jiro. "Seorang athena yang begitu pemberani dan heroik. The goddess of war ..." ucap Kagami Jiro mulai memelankan nada bicaranya dan tiba-tiba saja raut wajahnya tergambarkan kesedihan di dalamnya.
"Terkadang jika melihatmu, membuatku teringat dengan seseorang. Seorang gadis yang sangat manis dan juga cerdas. Bahkan di usianya yang masih begitu kecil saat itu saja, gadis itu begitu jenius luar biasa. Dan mungkin saat ini, gadis itu juga sudah sebesar kamu ..." ucap Kagami Jiro lagi mulai merapikan kembali beberapa peralatan operasinya.
Kali ini Viollete mencoba untuk mendongak dan menatap Kagami Jiro. Pria paruh baya itu masih terlihat begitu berwibawa, berperawakan tegap dan juga tampan. Bahkan pria paruh baya itu terlihat begitu hangat, tidak seperti orang berdarah dingin dan tak memiliki hati.
Lantas bagaimana pria ini bisa mengakhiri nyawa Amane saat itu. Bagaimana Kagami Jiro bisa begitu tega melakukan hal keji dan tidah bermoral itu kepada Amane? Mungkin seperti itulah yang sedang dipikirkan oleh Viollete saat ini, yang bahkan belum bisa mengeluarkan sepatah kata apapun di hadapan Kagami Jiro.
Seorang gadis? Siapa gadis yang dimaksud Kagami Jiro? Dan gadis itu juga memiliki usia seperti aku? Begitu banyak teka-teki yang masih belum aku ketahui saat ini. Bahkan aku belum menemukan informasi tentang putra sulung Kagami Jiro yang hilang. Padahal aku sudah mencari informasi itu kemana-mana.
Batin Viollete yang mulai melamun kembali.
Terlebih Wilson pernah mengatakan dan menceritakan dengan begitu detail tentang Violete yang begitu hebat, ahli bela diri, ahli dalam segala persenjataan, sangat terampil, gesit dan juga jenius luar biasa.
Misi demi misi yang diberikan oleh Wilson selalu dilakukan dengan sangat sempurna oleh Viollete, dan semua itu cukup memuaskan. Mulai dari misi penyelamatan anak seorang pengisaha besar di Ginza, misi rahasia di pelabuhan Pier 10 dalam mencari buronan founder obat-obatan terlarang, misi penyelamatan Perdana Menteri Hiroyuki di dalam kereta peluru serta menjinakkan sebuah alat peledak, dan terakhir adalah misi khusus di desa Aiko Iyashi No Sato dalam penangkapan Kin Izumi dan Death Eyes yang ditugaskan secara langsung oleh Kagami Jiro.
DEGHH ...
Mendengar sebuah pertanyaan dari Kagami Jiro yang menanyakan soal Buck Karimova sebenarnya cukup membuat Viollete terkejut luar biasa. Dan Viollete juga merasa sedikit takut, jika Kagami Jiro akan mencurigainya.
"Papaku ... papaku adalah seorang pelatih bela diri Muay Thai saat di desa Wang Nam Khiao sejak aku kecil. Jadi ... aku juga sudah terbiasa ikut berlatih bersama dengan mereka sejak kecil, Tuan Kagami Jiro." kilah Viollete seadanya.
Dan sebenarnya ucapan Viollete adalah tidak sepenuhnya berbohong. Dan itu adalah sebuah kebenaran, jika Buck Karimova adalah memang sebuah pelatih dan juga bos dari sebuah organisasi yang dibentuknya saat di desa Wang Nam Khiao.
"Oh, pantas saja kamu sangat terampil dan sudah sehebat ini di usia yang masih begitu muda." puji Kagami Jiro dengan tulus dan tersenyum tipis menatap Viollete.
"Terima kasih, Tuan Kagami Jiro." Viollete menyauti dengan nada yang begitu rendah dan tersenyum tipis namun sedikit kaku.
"Kamu beristirahatlah dulu. Aku akan meminta asisten pribadiku untuk mengirimkan sesuatu untuk kamu makan." ucap Kagami Jiro mulai meraih ponsel di dalam saku pakaian mewahnya berwarna hitam itu.
"Tidak perlu, Tuan Kagami Jiro. Aku akan tidak lapar." ucap Viollete dengan cepat dan mencari alasan.
Padahal sebenarnya Viollete hanya tidak mau merasa lebih berhutang budi kepada Kagami Jiro, sang pembunuh mamanya.
"Biarpun kamu tidak lapar, namun tubuhmu membutuhkan tenaga. Apalagi tubuhmu cukup kehilangan darah. Saat ini tubuhmu sedang membutuhkan energi dan juga vitamin." ucap Kagami Jiro dengan sangat berwibawa namun begitu hangat.
"Tapi, Tuan ..." sela Viollete masih merasa segan karena tidak mau merepotkan dan berhutang budi kepada Kagami Jiro.
"Kamu juga adalah salah satu karyawanku. Jadi aku juga sangat bertanggung jawab atasmu, Nak." sahut Kagami Jiro dengan hangat kembali, hingga akhirnya Kagami Jiro mulai menghubungi Igor, asisten pribadinya