
"Tuan Kagami Jiro ... apa maksud dari ucapan tuan Kagami Jiro?" tanya Nickhun merasa sangat kebingungan dan menatap Kagami Jiro dengan kening yang berkerut.
"Igor! Putar video rekaman kamera dashboard itu!" titah Kagami Jiro kepada Igor.
"Baik, Tuan!" sahut Igor dengan nada rendah, namun terdengar cukup tegas.
Igor segera meletakkan dan membuka sebuah laptop yang masih menyala di atas meja, lalu segera memperlihatkan sebuah rekaman dari sebuah kamera dashboard.
Nickhun yang sejak dari tadi menatap Kagami Jiri penuh dengan rasa bingung dan tanda tanya, kini mulai beralih untuk menatap layar laptop yang berukuran 14 inchi itu untuk melihat video apa yang sedang diputar di hadapannya itu.
Setelah menyaksikan beberapa saat, alangkah terkejutnya Nickhun. Sepasang matanya kini juha mulai membulat. Kali ini Nickhun benar-benar sudah semakin bingung menyaksikan video rekaman dari kamera dashboard itu.
Sebuah video yang memperlihatkan jika Nickhun sedang berlarian di pinggiran jalan untuk mengejar Kazuma, hingga akhirnya Kazuma malah tertabrak oleh sebuah mobil dan tubuhnya terpental hingga tak sadarkan diri.
Bagaimana mungkin ada video seperti ini? Aku sama sekali tidak melakukan semua itu kepada Kazuma. Aku sama sekali tidak mengejar Kazuma. Aku bahkan hanya membuntuti mereka hingga sampai di toko aksesoris itu sajq. Lalu aku mulai pergi bersama dengan Aya. Tapi ... mengapa malah jadi seperti ini? Siapa yang memanipulasinya? Tidak mungkin Vio yang melakukan semua ini. Dan apakah itu berarti Voinada sangkut pautnya dengan kecelakaan yang terjadi dengan Kazuma? Jika memang Viollete yang bersalah. Maka aku akan bersedia untuk menjadi tamengnya.
Batin Nickhun yang mulai berpikir ke arah sana dan berniat untuk tetap melindungi Viollete, gadis yang sangat disayanginya.
"Sekarang jelaskan padaku sekarang!!" titah Kagami Jiro yang membuyarkan angan Nickhun seketika.
"Maafkan aku tuan." jawab Nickhun dengan nada yang begitu rendah dan tidak berani untuk menatap Kagami Jiro.
"Mengapa kamu mengejar Kazuma saat itu? Apa yang ingin kamu lakukan kepadanya? Apa kamu menyimpan dendam kepadanya? Apakah putraku Kazuma sudah merugikanmu?" Kagami Jiro kembali melayangkan pertanyaan bertubi untuk Nickhun.
Dan sebenarnya Kagami Jiro masih saja tak mengira, jika pemuda itu bisa melakukan semua itu terhadap Kazuma. Padahal selama ini Kagami Jiro begitu tertarik dengan Nickhun karena ketramlilan bela dirinya yang sedikit berbeda.
"Aku tidak berniat buruk, Tuan. Namun sepertinya tuan muda Kazuma salah sangka padaku dan mengira aku adalah musuhnya." ucap Nickhun yang sebenarnya masih merasa cukup kebingungan harus berkata apa untuk saat ini.
"Bagaimana bisa Kazuma berpikir seperti itu terhadapmu?" selidik Kagami Jiro lagi masih dengan sepasang matanya yang cukup tegas menatap Nickhun.
"It ... itu karena ..." ucap Nickhun belum menyelesaikan ucapannya dengan sempurna karena tiba-tiba saja pintu mulai terbuka dan seseorang mulai memasuki ruangan.
"Tuan Kagami Jiro. Aku sudah memeriksa rekaman kamera dashboard itu, dan aku menemukan ada sesuatu yang aneh." Wilson yang tiba-tiba saja datang, kini mulai mengatakan hal itu kelada Kagami Jiro.
Dan Nickhun yang mendengarnya juga seketika mulai mendongak untuk menatap Kagami Jiro dan Wilson secara bergantian.
"Apa maksudmu, Wilson? Apakah maksudmu ada yang memanipulasi rekaman dari kamera dashboard itu?" tanya Kagami Jiro dengan kening yang berkerut menatap Wilson.
"Benar sekali, Tuan. Rekaman dari kamera dashboard yang Igor dapatkan itu tidak asli dan sudah dimanipulasi. Ada pada beberapa bagian yang sudah dirubah." ucap Wilson kembali.
Sedangkan Igor yang masih saja berdiri di belakang Kagami Jiro terlihat semakin ciut dan melempem karena khawatir Kagami Jiro akan menghukumnya karena kurang becus dalam bekerja.
"Baik, Tuan." sahut Wilson dengan patuh dan sudah bersiap untuk segera meninggalkan tempat ini.
Namun tiba-tiba saja Nickhun mulai terlihat khawatir dan berusaha untuk segera menghalangi niat Wilson dan Kagami Jiro agar tidak melanjutkan penyelidikan mereka dan berakhir akan menyangkutpautkan Viollete.
Karena Nickhun tak ingin Viollete terlibat akan hal ini, meskipun sebenarnya Nickhun tak cukup yakin jika Viollete memang ada hubungannya dengan kecelakaan yang menimpa Kazuma saat itu.
"Tunggu, Tuan!" sergah Nickhun dengan cepat. "Akulah yang sudah bersalah atas semua ini. Dan aku akan bertanggung jawab atas semuanya. Aku akan menerima hukuman apapun yang akan diberikan kepadaku." imbuh Nickhun masih memperlihatkan wajahnya yang penuh dengan rasa khawatir.
Kagami Jiro mulai beralih menatap Nickhun kembali dan memicingkan sepasang mata dengan pupil kecoklatan itu.
"Apakah kamu sedang ingin melindungi seseorang, Nickhun Vihokratana?" tanya Kagami Jiro mulai mencurigai Nickhun.
Tentu saja, Kagami Jiro adalah seorang pria yang sudah cukup berpengalaman dalam hal apapun. Termasuk keresahan dan kenimbangan Nickhun saat ini, sangat terlihat jika Nickhun sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
Nickhun tak bisa menjawab pertanyaan dari Kagami Jiro dan masih terdiam terpaku saja tanpa satupun ada kalimat yang terucap dari bibirnya.
"Wilson. Lakukan sesuai dengan perintahku dan segera kembali dengan hasil yang memuaskan!" Kagami Jiro kembali memberikan titah untuk Wilson.
"Baik, Tuan!" sahut Wilson lalu mulai meninggalkan ruangan ini.
Nickhun mulai menunduk kembali dan sedikit mengusap pelipisnya karena semakin mengkhawatirkan Viollete.
"Nickhun Vihokratana! Siapapun orang yang sedang ingin kau lindungi saat ini, pasti aku akan menemukannya!" ucap Kagami Jiro menandaskan kembali dengan tegas.
"Tuan Kagami Jiro ... sebenarnya aku tidak tau apa-apa ... dan aku tidak sedang melindungi siapa-siapa ..." ucap Nickhun tak bisa menyelesaikan ucapannya dengan sempurna.
Karena aku tau, Viollete adalah gadis yang sangat baik. Bahkan dia terlihat begitu menyayangi Kazuma ... karena Kazuma adalah benar-benar adiknya. Jadi ... Vio pasti bukanlah pelakunya bukan?
Imbuh Nickhun membatin.
"Jadi ... anggap saja aku yang bersalah atas semua kejadian yang sedang menimpa Kazuma, Tuan. Aku akan menerima segala hukuman yang akan tuan berikan padaku. Di dunia ini ... aku sudah tidak memiliki apa-apa dan aku juga tidak memiliki siapapun lagi. Jadi tidak akan ada yang akan merasa bersedih atau kehilangan jika aku tiba-tiba saja menghilang." ucap Nickhun kembali dengan sepasang matanya yang sudah menjadi berkaca-kaca.
"Aku akan tetap mencari tau siapa dia!" ucap Kagami Jiro menandaskan kembali. "Kebenaran harus ditegakkan dan diungkap!" imbuh Kagami Jiro lalu mulai bangkit dari tempat duduknya dan melenggang meninggalkan Nickhun di ruangan itu sendirian, karena Igor juga segera mengekori Kagami Jiro di belakangnya.
Nickhun mulai menyibak rambutnya ke belakang dan masih tak memahami apa yang sedang terjadi saat ini. Rasanya Nickhun ingin sekali bertemu dengan Viollete, namun ponsel dan semua barang-barang Nickhun sedang disita.