The Goddess Of War

The Goddess Of War
Pertemuan Ryuga Bersama Nickhun



Sebuah kontrakan yang begitu minimalis namun terlihat begitu bersih mulai dimasuki oleh Nickhun yang baru turun dari sebuah taxi. Dan Nickhun juga kembali menggendong depan Viollete yang masih tak sadarkan diri.


Setelah itu Nickhun mulai membaringkan tubuh Viollete di dalam kamar Nickhun dengan sangat hati-hati. Nickhun membaringkannya dalam posisi terlentang lalu kembali mengecek pernafasan Viollete untuk memastikan sesuatu.


Nickhun juga mulai memberikan sebuah bantalan untuk kaki Viollete agar posisi kedua kaki Viollete menjadi lebih tinggi dari dada Viollete sekitar 30 senti meter. Hal ini sangat berguna untuk mengembalikan aliran darah agar kembali ke otak. Dan hal ini juga sedikit dipahami oleh Nickhun.


Kini Nickhun juga mulai melepaskan sepatu sport Viollete dan kaos kakinya. Beberapa aksesoris seperti jam tangan, syall juga mulai Nickhun lepaskan dari tubuh Violletem Nickhun juga mulai melonggarkan beberapa pakaian Viollete, agar Viollete bisa lebih mudah dan nyaman untuk bernapas.


Tak lupa Nickhun juga memberikan beberapa olesan minyak angin beraroma aromatherapy pada pelipis Viollete, leher Viollete dan juga telapak kaki Viollete.


Sepasang manik-manik Nickhun mulai menatap lekat Viollte dengan senyum tipis dan terlihat lega. Nickhun juga mulai meraih hangat jemari Viollete lalu mengecupnya dengan lembut.


"Viollete, akhirnya aku bisa bertemu dan melihatmu lagi. Aku rindu sekali denganmu. Satu bulan berpisah dari, satu bulan tak melihatmu membuatku merasakan ada sesuatu organ dari tubuhku seakan juga menghilang dan tak berfugsi dengan baik. Kini ... mulai saat ini aku akan selalu menjagamu seperti janjiku sebelumnya padamu." Nickhun menempelkan jemari Viollete pada wajahnya dengan lembut.


Namun tiba-tiba sebuah ritme teratur mulai terdengar dari arah pintu kontrakan Nickhun. Dan tentu saja ini membuat Nickhun sedikit merasa aneh tenrang tamu itu. Karena selama ini Nickhun belum berkenalan dengan tetangganya, bahkan Nickhun juga belum memiliki seorang teman selama beberapa hari tinggal di negeri sakura.


Nickhun mulai bangkit dan melenggang ke arah pintu untuk melihat siapa yang sedang bertamu saat ini. Perlahan pintu itu mulai dibuka oleh Nickhun dan mulai terbuka semakin lebar.


Seorang pemuda dengan ekspresi wajahnya yang begitu waspada dan sangat dingin sudah berdiri hadapan Nickhun. Dan ini sungguh membuat bingung Nickhun.


Siapa dia? Dan untuk apa pria ini datang mencariku?


Batin Nickhun dengan sepasang alis tebalnya yang saling bekerut berdekatan menatap pria itu. Pria tamu itu juga mulai memperhatikan Nickhun dengan menatapnya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dan tentu saja tatapan ini membuat Nickhun merasa risih.


Siapa pria ini? Dan mengapa dia membawa Viollete bersamanya? Apa pria ini benar-benar ingin mencelakai Viollete? Jika pria ini adalah komplotan dari penjahat itu, maka aku tidak boleh melepaskannya begitu saja. Dan aku tak akan membiarkan dia untuk mencelakai Viollete gadis desa itu! Lagipula mengapa gadis itu bisa pingsan begitu saja? Apa orang ini juga yang menyebabkan semua ini?


Batin pemuda yang tak lain adalah Ryuga semakin memicingkan sepasang matanya menatap Nickhun.


"Siapa kamu? Dan mengapa kamu membawa Viollete bersama denganmu ke tempat ini?" selidik Ryuga.


Mendengar pemuda itu mengetahui dan menyebutkan nama Viollete membuat Nickhun cukup terkejut bukan main.


"Aku adalah teman kecil Viollete. Lalu siapa kamu? Dan mengapa kamu mengenal Viollete?"


"Aku hanya berusaha untuk melindungi Viollete! Dan sebagai senior yang baik, apa kamu yakin jika kamu sudah melakukan yang terbaik untuk Viollete? Apa kamu benar-benar sudah melindungi Viollete dengan baik? Namun, mengapa Viollete hampir celaka saja seperti itu? Dan bagian mana yang kamu sebut dari bertanggung jawab? Dan dimana kamu saat itu?" pertanyaan bertubi kembali dilontarkan oleh Nickhun karena Nickhun merasa kesal karena beberapa saat yang lalu Viollete hampir saja dicelakai oleh seseorang dan orang yang mengaku senior yang sangat bertanggung jawab malah tak mengetahui jika Viollete sedang berusaha untuk dicelakai oleh orang lain.


"Apa maksud dari ucapanmu? Jangan bicara omong kosong!" tandas Ryuga tak terima dengan semua tuduhan dari Nickun.


"Beberapa saat yang lalu ada seorang pria yang berusaha untuk mencelakai Viollete di tempat karaoke itu, saat Viollete berusaha untuk mencari sesuatu." jelas Nickhun.


"Seorang pria? Dan apa yang sedang Viollete cari di tempat karaoke itu?" tanya Ryuga kembali.


"Aku tidak tau, tapi satu hal yang aku tau ... tapi satu hal yang aku tau, pasti Viollete sedang mencari sesuatu yang sangat berharga untuknya." ucap Nickhun sambil meraih dompetnya untuk memperlihatkan sesuatu kepada Ryuga. "Dan ini adalah bukti jika kami memang teman teman kecil!"


Sebuah foto kecil di dalam dompet Nickhun diperlihatkannya kepada Ryuga. Terlihat foto bersama Viollete dengan Nickhun saat mereka sesang berada di pasar terapung saat itu.


Sepertinya foto di dalam dompet itu cukup membuat Ryuga merasa lega dan akhirnya Ryuga memutuskan untuk segera kembali ke pelabuhan dan mencari tau orang yang sudah berusaha untuk mencelakai Viollete beberapa saat yang lalu.


"Lalu bagaimana keadaan Villoete saat ini? Apa dia terluka?" tanya Ryuga yang juga ingin tau.


"Viollete terkena obat bius, dan aku sudah melakukan sesuatu, semoga saja sebentar lagi Viollete segera sadar." sahut Nickhun.


"Baiklah. Jika memang kamu adalah temannya. Aku akan pergi karena masih ada sesuatu yang harus aku pastikan saat ini. Tolong jangan katakan kepada Viollete jika aku datang kesini." ucap Ryuga.


"Baiklah ..." sahutan singkat dari Nickhun terlontar begitu saja.


Setelah itu Ryuga pergi meninggalkan tempat itu dan memutuskan untuk segera kembali ke pelabuhan Pier 10 dan ke tempat karaoke itu untuk memastikan seauatu. Sementara Nickhun mulai masuk ke dalam kontrakannya dan mengunci pintu itu.


Nickhun kembali duduk disisi Viollete dan menunggu Viollete sadar dengan sabar. Sesekali Nickhun juga mulai mengecek pernafasan Viollete untuk memastikan sesuatu.


Nickhun mulai bangkit dari tempat duduknya dan menuju dapur minimalisnya untuk membuatkan teh manis untuk Viollete saat dia sudah sadar nanti. Karena teh manis sangat baik untuk meningkatkan gula darah dan mengembalikan energi yang diperlukan tubuh Viollete saat ini.


Setelah beberapa saat Nickhun sudah terlihat kembali lagi dengan membawakan secangkir teh hangat manis dan meletakkannya di atas nakas.