The Goddess Of War

The Goddess Of War
The Real Of Viollete



"Baiklah ... baiklah ... namun sepertinya aku sedikit berubah fikiran, Gadis cantik." ucap si boss mulai tersenyum misterius dan terlihat sedang merencanakan sesuatu. "Harga obat-obatan ini sangat mahal. Namun aku akan memberikan penawaran khusus hanya untukmu! Aku akan memberikannya beberapa untukmu, dan kamu hanya perlu membayarnya dengan satu malam menjadi teman tidurku. Bagaimana?" pria yang menyandang gelar boss diantara para gerombolannya itu mulai menatap Viollete dengan lebih nakal dan terlihat tidak sabar untuk mendapatkan jawaban penerimaan dari Viollete.


"Maaf, tapi aku datang hanya untuk membeli obat itu. Jadi berikan saja obat yang aku mau dan aku akan membayar dengan harga sepenuhnya." Viollete menyauti dengan santai dan menengadahkan tangan kanannya. "Berikan obat itu padaku dan aku akan segera membaayarnya tunai!"


"Apa kau yakin? Penawaran ini tidak datang untuk yang kedua kalinya lo. Hanya menjadi partnerku satu malam kamu bisa memiliki obat-obat buatanku seharga 460 ribu yen ( kira-kira 50 juta rupiah ) per botol. Dan aku bisa memberikanmu 5 botol sekaligus untuk harga tubuhmu!" ucap pria itu kekeh dan masih berusaha bernegosiasi dengan Viollete.


"Aku masih tetap pada keputusanku. Cepat berikan padaku! Aku tidak punya banyak waktu." sahut Viollete sudah semakin tak sabaran.


"Cih ... dasar gadis sombong ini." sang bos mendengus karena begitu kesal mendapatkan penolakan dari Viollete, namun akhirnya pria itu mulai meraih sesuatu dari dalam saku pakaiannya.


Sebuah botol berukuran bening dan berisikan dengan beberapa pil kecil berwarna kuning keemasan mulai dikeluarkan oleh pria itu dan memberikannya kepada Viollete.


Viollete menerima barang itu lalu mulai mengambil sebuah amplop berwarna coklat yang berukuran kecil namun tebal karena berisi dengan beberapa lembar uang yang tentunya sangat banyak.


"Uang ini sudah lebih dari cukup. Kalau begitu aku permisi. Dan terima kasih ..." ucap Viollete tersenyum tipis dan mulai bangkit dari tempat duduknya dan melenggang mendekati pintu ruangan 207 ini.


Namun tiba-tiba si bos mulai memberikan isyarat kepada beberapa kaki tangannya untuk menghadang Viollete agar Viollete tertahan dan tidak secepat itu meninggalkan ruangan ini.


Viollete mulai menghentikan langkah kakinya dan berbalik kembali menatap si bos yang masih duduk diantara para gadis sexy.


"Apakah uang itu masih belum cukup?" tanya Viollete memicingkan sepasang mata kecoklatannya menatap pria itu.


"Hhm ... semakin kamu menolakku, senenarnya aku menjadi semakin penasaran dan tertantang. Gadis sepertimu yang terlihat dingin dan kasar menolakku begitu saja?


"Tentu saja! Mengapa aku harus memiliki sebuah kesepakatan dengan orang sepertimu. Sebaiknya perintahkan kepada kedua anak buahmu untuk minggir dan tidak menghalangi jalanku! Jika tidak jangan salahkan aku jika aku lepas kendali." Viollete mulai berbalik kembali dan mulai melenggang 2 langkah.


Namun kedua kaki tangan pria itu masih saja menghalangi Viollete. Bahkan kali ini mereka berdua mulai mencekal kedua tangan Viollete. Viollete masih berusaha untuk menahan diri agar tidak mulai beraksi sebelum kedua seniornya memerintahkan ataupun paling tidak Viollete harus menunggu kedua seniornya terlebih dahulu untum mereka datang ke ruangan ini.


Jika bertindak dan menyerang atas inisiatif sendiri lagi, dikhawatirkan senior Ryuga akan kembali marah kepada Viollete.


"Bawa gadis sombong dan dingin itu padaku!" titah si boss sambil menyalakan sepuntung rokok dengan lighter lalu mulai mengisapnya dan mengepulkan asap putih itu dari lubang hidungnya.


Kedua anak buahnya mulai menggiring Viollete dan membawanya kembali mendekati si bos, namun tiba-tiba saja terdengar suara dobrakan pintu yang terdengar dengan cukup keras hingga pintu itu rusak.


BRRAKK ...


Terlihat Ryuga dan Roy yang sudah mulai memasuki ruangan 207 ini dengan langkah cepat dan mulai menyerang beberapa pria yang berada di dalam ruangan ini, karena beberapa dari mereka lebih dulu mulai menyerang Ryuga dan Roy.


Lalu setelah terlepas dari pria di sebelah kanannya, kini Viollete mulai sedikit memutar tubuhnya ke arah kiri menghapap pria di sebelahnya lalu mengangkat lutut kanannya dan menghantamkannya pada alat vital pria yang sedang mencekal tangan Viollete di sisi kirinya.


BUUAGGHH ...


"Arghh ... pecah sudah ..." erang pria itu sambil memegangi bagian yang baru saja diserang oleh Viollete.


Viollete yang sudah terlepas dari mereka berdua kini mulai membantu kedua seniornya untuk menyelesaikan semua berandalan ini. Viollete mulai meraih sebuah pilar berukuran sedang berbentuk melingkar berwarna keemasan, dan kedua tangannya mulai berpegangan pada pilar itu lalu mulai menghempaskan tubuhnya berputar berlawanan dengan arah jarum jam.


Dua orang pria berhasil terkena tendangan putar Viollete saat itu juga dan jatuh bertumpukan di dekat meja karaoke. Dengan cepat Viollete mulai berdiri dengan tegap kembali dan mulai menghajar beberapa pria lainnya lagi.


Ryuga dan Roy juga sudah berhasil mengalahkan beberapa kaki tangan dari orang itu. Namun tiba-tiba sebuah teriakan yang terdengar begitu menggelegar berhasil menghentikkan Ryuga dan Roy.


Rupanya sang bos sudah berhasil menodongkan sebuah senjata api laras pendek di depan wajah Viollete dan mencengkeram Viollete.


"Kalian berhentilah berulah!!" teriak si bos dengan suara yang sangat menggelegar.


Ryuga dan Roy menghentikan serangannya dan terdiam selama beberapa saat, karena mengkhawatirkan Viollete. Namun Viollete hanya menunduk dan menyeringai dingin.


"Apa kamu yakin bisa mengalahkanku? Sungguh kau bajingan busuk!! Mulut dan tanganmu ini sangat kotor! Singkirkan tangan kotormu dari tubuhku!!" ucap Viollete dengan aura yang begitu kelam, hingga akhirnya dengan pergerakan yang begitu cepat Viollete mulai meraih lengan kanan si bos sebelum pria itu berhasil menarik pelatuknya. Viollete mengarahkan tembakan itu di lantai dan akhirnya sebuah peluru mulai melesat mengenai lantai.


TAR ...


Viollete mulai mencengkeram dengan kuat pergelangan tangan kanan sang bos hingga senjata api laras pendek itu mulai terjatuh begitu saja di atas lantai. Lau Viollete mulai menghempaskan tubuh si bos ke depan berputar 360 derajat dan menabrak sebuah TV karaoke yang berukuran cukup besar.


BRAAKK ...


Semua mata yang menyaksikan semua ini melongo karena melihat aksi Viollete yang sungguh tak terduga. Bahkan Ryuga dan Roy juga dibuat mematung selama beberapa saat, karena ini adalah pertama kalinya mereka berdua melihat Viollete bertarung.


Gadis ini?? Mengapa bisa sekuat ini? Latihan apa saja yang sudah dilaluinya selama ini? Padahal tubuhnya begitu kurus seperti itu.


Gumam Ryuga begitu takjub melihat aksi Viollete yang sangat luar biasa.


"Wah, Viollete!! Kamu benar-benar hebat!!" ucap Roy seketika karena begitu takjub.


Tidak seperti Ryuga, jika Ryuga tak mau mengakui kehebatan Viollete secara terang-terangan, maka Roy akan secara terang-terangan mengungkapkannya.