The Goddess Of War

The Goddess Of War
Sebuah Panggilan Kerja Untuk Nickhun



"Hhm. Baiklah, Nick. Seprtinya lain kali aku harus lebih berhati-hati lagi. Bahkan kemarin setelah misi dari tempat itu aku sempat mengalami mual dan pusing, hingga akhirnya aku muntah dan tak sadarkan diri saat itu." ucap Viollete menceritakan sedikit yang sudah dialaminya selama beberapa hari yang lalu.


"Karena mencium bau tempat itu? Atau karena mereka memberikanmu sebuah minuman yang sudah diberi obat?" tanya Nickhun yang masih duduk di hadapan Viollete.


"Sepertinya karena bau asap rokok dan bau alkohol yang berlebihan, Nick. Dan aku belum terbiasa dengan hal itu. Dan mulai sekarang aku juga harus membiasakan diri dan mengatasi salag satu kelemahanku ini." ucap Viollete yang mulai turun dari tempat tidur untuk berjalan melihat pemandangan luar melalui ventilasi.


Namun baru berjalan beberapa langkah saja sudah membuat Viollete terhuyung dan hampir terjatuh. Namun dengan cepat Nickhun segera menangkap tubuh Viollete dan menahannya selama beberapa saat.


"Vio, hati-hati. Kamu baru saja tersadar dari bius itu. Kalau kata dokter Sirin biasanya kita yang baru saja pingsan, disarankan untuk tidak terlalu cepat berdiri. Dia perlu didudukkan terlebih dahulu atau beristirahat setidaknya selama 15–20 menit, agar pingsan tidak terulang kembali." ucap Nickhun menjelaskan sesuatu yang sedikit dia tau dari dokter Sirin.


"Benarkah itu, Nick? Pantaa saja kepalaku masih sedikit terasa pusing." sahut Viollete menyetujui dan membenarkan ucapan Nickhun.


"Hhm, iya. Dokter Sirin pernah berkata seperti itu kepadaku saat ibu sakit. Ayo sekarang kembali ke tempat tidur!" Nickhun langsung saja menggendong depan Viollete agar lebih cepat, dan segera mendudukkan Viollete di atas pembaringan lagi.


"Hhm, Nick apa ini adalah tempat tinggalmu? Bolehkah aku sering bermain kesini?" tanya Viollete mulai memperhatikan sekelilingnya dengam seksama.


"Iya, Vio. Kamu boleh kok bermain ke sini. Tapi sebaiknya jangan deh ..."


"Lah? Apa maksudmu, Nick? Kamu bilang boleh, tapi juga bilang jangan?"


"Iya, jangan. Sebaiknya aku saja yang mengunjungimu, atau kita bertemu si tempat lain. Kontrakanku sangat dekat dengan rumahmu. Aku khawatir tuan Buck Karimova akan sangat marah dan murka jika mengetahuinya." sahut Nickhun mulai lalu turun dari pembaringan dan mulai berniat untuk meninggalkan kamarnya. "Tunggu sebentar, Vio. Aku akan mengambil sesuatu sebentar."


Nickhun mulaui meninggalkan kamarnya dan menuju ke dapur untuk mengambil sebuah kue yang baru saja dibelinya tadi pagi di toko kue depan kontrakannya.


Sementara Viollete mulai membaringkan dirinya kembali di atas pembaringan Nickhun yang empuk dan Nyaman, dan tentunya memiliki aroma khas dari Nickhun. Kedua tangan Violle mulai dibukanya, dan Viollete mulai menggerakkan kedua tangannya ke atas-ke bawah dan terus mengulanginya beberapa kali.


Sungguh sebuah kejutan!! Hari ini aku bisa bertemu dengan Nickhun kembali seperti ini. Tidak aku sangka sebelumnya jika Nickhun akan senekat ini untuk datang ke Jepang dan mengalahkan rasa takutnya saat naik pesawat. Entah mengapa bertemu dengan Nick lagi membuatku merasa lebih tenang dan percaya diri lagi untuk tetap melangkah di kota besar ini.


Batin Viollete memejamkan sepasang matanya dan tersunyum manis. Namun tiba-tiba terdengar suara notifikasi yang berasal dari ponsel Nickun yang kebetulan tegeletak di atas nakas.


Karena iseng dan penasaran, akhirnya Viollete mulai meraih benda pipih itu. Dan ternyata ponsel Nickhun tidak memiliki kunci dengan menggunakan pasword sama sekali. Ponsel itu hanya dikunci dengan wajar, hanya dengan sebuah usapan saja untuk membuka kunci dari ponsel itu.


Melihat wallpaper utama dari ponsel Nickhun membuat Viollete tersenyum lebar, karena wallpaper itu menggunakan foto Viollete bersama Nickhun. Foto bersama saat mereka masih berada di desa Wang Nam Khiao beberapa bulan yang lalu.


Rupanya hanya sebuah pesan yang berisikan dengan panggilan kerja di sebuah perusahaan di daerah Yokohama. Sebuah perusahaan yang bergerak di dunia finance.


Dan sebenarnya hal itu cukup membuat Viollete merasa bingungm Bagaimana mungkin seorang Nickhun yang memiliki keahlian bertarung bekerja dibidang finance dan perkantoran dengan pakaian yang tentunya sangat rapi.


"Nick melamar kerja di sebuah perusahaan finance? Apa tidak salah?" guman Viollete pelan.


"Tidak kok, Vio. Aku memang melamar kerja di perusahaan itu." tiba-tiba saja Nickhun sudah datang kembali dan membawakan sebuah piring yang berukuran cukup besar dan sudah berisikan dengan beberapa kue dorayaki.


"Kamu serius, Nick? Mengapa tidak melamar kerja sesuai dengan keahlian kamu saja? Kamu bisa menjadi guru Muay Thay atau bela diri lainnya lagi. Kamu juga hebat dalam persenjataan." ucap Viollete tak mengerti dengam pilihan Nickhun yang malah melamar di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang finance.


"Sebenarnya aku sudah melamar di beberapa tempat, Vio. Dan perusahaan finance itu adalah salah satunya." ucap Nickhun sambil menyodorkan piring yang sudah berisi dengan kue dorayaki itu untuk Viollete agar Viollete memakannya.


Viollete mulai mengambil sebuah kue dorayaki dan mulai menikmatinya sambil mendengarkan Nickhun.


"Aku sudah melamar di beberapa tempat. Seperti tempat kelas Muay Thay, perhotelan, karaoke dan klub malam dan beberapa perusahaan lainnya." ucap Nickhun lagi yang mulai meletakkan piring itu di atas nakas.


"Hotel, klub malam dan tempat karaoke?" ucap Viollete membelalakkan sepasang matanya hampir tak percaya. "Kamu melamar bekerja sebagai apa disana, Nick?" imbuh Viollete sangat penasaran.


"Tentu saja aku melamar untuk devisi keamanan, Vio! Mana mungkin aku melamar kerja sebagai pemandu lagu atau seorang yang memainkan piringan hitam? Semua bisa hancur jika aku yang memainkannya. Ahaha ..." jawab Nickhun dengan nada jenaka lalu mulai tertawa renyah karena melihat ekspresi Viollete yang sempat terlihat begitu shock.


Namun akhirnya Viollete mulai tertawa bersama Nickhun setelah mendengarkan jawaban masuk akal dari sang sahabat yang selama ini hanya bersahabat dan ahli dalam bela diri dan beberapa persenjataan.


"Lalu bagaimana denganmu, Vio? Bagaimana misi-misimu di Doragonshadou? Apa bekerja disana sangat menyenangkan?" kali ini Nickhun yang mulai bertanya dan penasaran dengan Doradonshadou.


Tak lupa Nickhun juga mulai mengambil.sebuah kue dorayaki dan mulai menikmatinya sambil bersiap mendengarkan cerita dari Viollete.


"Sebenarnya aku belum resmi bekerja disana sih, Nick. Aku baru saja mendapatkan beberapa misi dari under bos dari Doragonshadou sebagai bahan tes untukku. Beberapa tes untukku dari tuan Wilson, untuk mempertimbangkan apakah aku layak untuk bergabung dengan dan menjadi salah satu dari Doragonshadou." jelas Viollete dengan jujur dan mulai memakan kue dorayakinya kembalim


"Hhm. Semoga saja kamu diterima. Bakat dan seni bela dirimu sangat keren!! Aku sebagai salah satu dari gurumu mengakui kehebatanmu!!" canda Nickhun yang akhirnya membuat Viollete tertawa renyah.


...⚜⚜⚜...