The Goddess Of War

The Goddess Of War
Bertemu Nickhun



Udara Tokyo di malam hari ini terasa begitu dingin. Namun entah mengapa semua itu terasa begitu hangat untuk Viollete. Hembusan angin yang terasa dingin malam itu menyapu wajah dan tubuh Viollete, namun tak mengurangi semangat Viollete saat melangkahkan kakinya untuk menuju sebuah kafe kecil yang berada tak jauh dari rumahnya.


Kini Viollete mulai memasuki sebuah kafe kecil yang berada tak jauh dari kediamannya saat itu. Meskipun kecil namun kafe ini memiliki desain yang unik dan membuat para pengunjung kafe akan merasa nyaman saat menikmati sarapan, makan siang, atau makan malamnya. Karena kafe ini buka 24 jam.


Dan di sebelahnya ada sebuah perpustakaan yang juga buka selama 24 jam. Kedua bangunan itu saling terhubung, karena pemiliknya adalah orang yang sama. Dan jarak tempat ini dari rumah Viollete adalah kurang lebih 300 meter saja.


Cukup banyak pengunjung di dalam kafe dan juga perpustakaan ini. Terutama adalah para remaja yang suka menghabiskan waktunya untuk membaca beberapa buku, atau mereka yang suka menghabiskan dengan teman satu servernya untuk nongkrong bersama.


Viollete yang sudah memasuki kafe itu kini mulai menebarkan pandangannya untuk mencari sosok Nickhun. Viollete juga berjalan menyisiri tempat itu dan berharap segera menemukan Nickhun. Hingga akhirnya di sudut ruangan kafe ini terlihat seorang pemuda dengan pakaian kasual dan gayanya yang terlihat begitu santai sedang melambaikan tangan kanannya dan tersenyum lebar menatap Viollete.


Viollete yang menyadari dan melihatnya, kini mulai melangkahkan kakinya kembali dengan lebih cepat untuk menghampiri pemuda yang tak lain adalah Nickhun lalu segera duduk bersama dengan Nickhun.


"Hai, Nick!" sapa Viollete dengan senyum lebar setelah Viollete duduk di seberang Nickhun. "Apa kamu sudah menungguku begitu lama? Maaf ya ..." imbuhnya dengan raut wajahnya yang terlihat sedikit murung.


"Tidak kok. Aku sambil membaca, jadi malah tidak terasa lo." sahut Nickhun yang sudah membuka sebuah buku tebal di hadapannya.


"Kamu baca apa?" tanya Viollete penasaran sambil sedikit melirik buku ber-cover putih itu.


"Hanya buku tentang beberapa perusahaan di Jepang kok. Ternyata begitu banyak yang harus dipelajari saat kita memasuki sebuah perusahaan. Dan aku sedikit belajar saja, agar besok tidak terlalu bingung saat bekerja." ucap Nickhun lalu menutup buku bersampul putih itu kembali meletakkannya di atas meja.


"Aku belum pernah bekerja di dalam perusahaan manapun selama ini. Sebenarnya aku cukup bingung dengan istilah dan pedoman kerja seperti Seiri, Seiton, Sheisou, Seiketsu, dan Shitsuke. Belum lagi ada juga beberapa sertifikasi ISO, ISO 9001. Payah sekali aku ini ya, Vio. Selama ini aku hanya memahami bela diri, persenjataan, dan cara bertahan hidup." imbuh Nickhun yang merasa kurang percaya diri.


Viollete yang mendengarkan ucapan dari sahabtnya tersenyum hangat dan meraih jemari Nickhun dan berusaha untuk menghiburnya.


"Semua butuh proses. Tidak ada yang instant. Aku sama seperri kamu, Nick. Mari kita berjuang bersama." jawab Viollete berusaha untuk memberikan semangat untuk Nickhun.


"Hhm, iya. Kau benar, Vio!" sahut Nickhun setuju dengan apa yang sudah dikatakan oleh Viollete.


"Wow! Kamu sudah mengetahui itu semua, Vio! Ini keren sekali!" ucap Nickhun merasa begitu takjub.


"Hehe, tidak kok. Aku hanya tau sedikit. Setelah sampai di Jepang, papa menyuruhku sedikit belajar tentang hal seperti itu." jawab Viollete seadanya dan meringis karena malu.


"Lalu apa itu ISO 9001, Vio?" kali ini Nickhun bertopang dagu dan sudah bersiap untuk mendengarkan penjelasan dari Viollete.


"ISO 9001 merupakan standar internasional di bidang sistem manajemen mutu. Suatu lembaga atau organisasi yang telah mendapatkan akreditasi dari ISO tersebut, dapat dikatakan telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal sistem manajemen mutu produk atau jasa yang dihasilkannya. Berarti perusahaan yang akan mempekerjakan kamu adalah sudah memenuhi standar ISO 9001, Nick." ucap Viollete menjelaskan sedikit yang dia tau.


"Ya. Kau benar, Vio. Sebenarnya aku belum tau akan ditempatkan dimana oleh penyalur dari perusahaan yang bergerak dibidang keamanan itu." sahut Nickhun seadanya.


"Selamat ya, Nick! Akhirnya kamu mendapatkan sebuah pekerjaan disini! Aku senang sekali!" ucap Viollete terlihat begitu bersemangat. "Ini sangat baik, karena kata papa mencari pekerjaan di sini cukup susah. Apalagi jika tidak memiliki relasi kuat dengan perusahaan-perusahaaan itu! Pokoknya aku turut berbahagia untukmu!!" imbuh Viollete masih dengan bersemangat.


"Terima kasih, Vio. Aku juga senang sekali. Karena aku memang berniat untuk tetap tinggal disini. Eem ... kamu sendiri bagaimana? Apa kamu lulus dan bisa bergabung dengan Doragonshadou? "tanya Nickhun sangat ingin tau.


"Hhm. Sebenarnya aku hampir saja ditolak tadi pagi." ucap Viollete dengan jujur dan mulai menikmati susu hangatnya yang sudah dipesan lebih dulu oleh Nickhun sebelum Viollete datang.


"Kenapa? Apa mereka kurang puas dengan bela dirimu?" tanya Nickhun kebingungan.


"Bukan. Tuan Wilson menolakku karena pagi ini aku terlambat untuk menemuinya. Dan dia sama sekali tak memberi kesempatan lagi padaku saat itu. Sebenarnya aku terlambat pergi ke markas utama mereka karena aku malah sibuk mengejar seorang berandalan yang sudah berusaha untuk mengambil sebuah foto mesum dari seorang gadis yang menjadi salah satu penumpang di dalam busway tadi pagi. Dan ternyata, gadis yang aku tolong saat itu adalah putri sulung dari tuan Wilson. Putri sulung tuan Wilson mulai menceritakan semuanya tepat sebelum aku meninggalkan ruangan itu, hingga akhirnya tuan Wilson menerimaku kembali. Dan besok aku sudah mulai bekerja!" ucap Viollete begitu berbinar saat menceritakan semuanya kepada Nickhun.


"Wah ... selamat ya, Vio! Aku juga turut berbahagia atas keberhasilan kamu hingga akhirnya kamu berhasil masuk dan menjadi salah satu dari mereka!" Nickhun terlihat begitu berbahagia setelah mendengar kabar itu dari Viollete.


Mereka berdua terlihat begitu berbinar dan berbahagia, seolah telah mendapatkan sebuah durian runtuh saja.


Sementara itu tak jauh dari mereka berada, terlihat seorang pria dengan menggunakan jas hujan hitam dan menggunakan kerudung kepala. Pria itu sedang mengawasi gerak-gerik dari Viollete dan Nickhun lalu mulai meraih sebuah benda pipih dari saku pakaiannya yang serba hitam dan mulai menghubungi seseorang.