The Goddess Of War

The Goddess Of War
Kin Izumi Kembali?



Kini tubuh Viollete yang sudah tidak seimbang itu sudah mulai sedikit terhuyung karena kunai sebelah kanannya juga mulai menancap tidak cukup kuat, bahkan kini sudah hampir terlepas juga.


KLANGG ...


Kunai terakhir yang masih di genggam oleh tangan kanan Viollete kini terlepas begitu saja dari tebinh itu dibersamai dengan pecahan-pecahan kecil dari bebatuan tebing itu yang mulai terjatuh ke bawah.


Ahh ... maaf papa ... maaf jika aku datang sedikit terlambat untuk memberitahu dan memperingatkan mereka.


Batin Viollete di saat tubuhnya sudah melayang di udara dan sudah hampir terhempas ke dalam sungai itu lagi.


GREPP ...


Namun tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang meraih tangan Viollete dengan cepat sehingga membuat tubuh Viollete tertahan begitu saja. Viollete mulai mendongak untuk melihat sosok itu, tapi sinar matahari terluhat begitu menyilaukan matanya hingga tak bisa melihat sosok seorang pria itu dengan tegas.


"Vio! Pegang kuat tanganku dengan kedua tanganmu!" sebuah suara yang berasal dari sosok pria itu begitu tak asing untuk Viollete.


Meskipun Viollete masih saja baru mengenalnya, namun suara yang begitu lembut, jernih tenang dan kalem itu hanya dimiliki oleh salah satu seniornya, Roy. Tanpa menjawab ucapan dari Roy, kini Viollete segera meraih tangan Roy fengan tangan yang satunya untuk berpegangan.


Roy mulai mengerahkan seluruh tenaganya untuk berusaha segera menarik Viollete hingga keluar dari tebing terjal itu. Hingga akhirnya kini Viollete mulai mencapai atas karena bantuan dari Roy.


Mereka berdua reflek terduduk setelah penyelamatan itu berhasil. Mereka berdua terduduk dengan kedua kaki yang masih sedikit ditekuk naik dan terlihat kembali nafasnya yang masih naik turun.


Ada sebuah rasa lega di dalam diri Roy karena mengetahui jika Viollete baik-baik saja dan selamat. Namun tidak untuk Viollete, tentu saja bertemu kembali dengan Roy membuatnya merasa tidak leluasa untuk bergerak. Padahal saat ini Viollete sedang merencanakan sesuatu dan berharap untuk segera menemukan papa atau anak buahnya dan memberitahu mereka jika Doragonshadou sedang mengincar mereka.


"Vio. Apa kamu baik-baik saja? Apa ada yang terluka serius?" kali ini Roy yang sudah stabil kembali nafasnya mulai memecah keheningan.


"Aku baik-baik saja, Senior Roy." Viollete menyauti dan mulai berdiri kembali.


"Sungai ini mengalir menuju ke sebuah air terjun yang cukup curam. Untung saja kamu bisa segera keluar dan menyelamatkan dirimu, Vio. Kamu sangat luar biasa! Bahkan kamu bisa menaiki tebing ini untuk mencapai puncak kembali dengan begitu cepat." ucap Roy menatap Viollete begitu takjub.


Mendapat pujian dari Roy, sebenarnya membuat Viollete sedikit terhibur. Karena selama ini kehidupan Viollete begitu keras, dan tentu saja Viollete cukup buta akan kasih sayang dan pujian, karena Viollete tak pernah mendapatkannya dari sang papa.


"Semua karena keberuntungan saja, Senior Roy. Jika aku tidak bisa melawan arus kuat dari sungai itu, maka aku harus bisa segera keluar dari tempat itu. Jika tidak bisa menguasai medan perang dengan baik, itu artinya aku harus meninggalkannya untuk memenangkannya. Aku hanya berusaha untuk tetap bertahan hidup, jadi apapun akan aku lakukan, Senior Roy." jawab Viollete penuh dengan keyakinan dan menatap tebing tinggi yang berada di seberang sungai di dasarnya.


Roy yang masih terduduk kini mendongak menatap Viollete dan merasa begitu takjub dengan ucapan dari Viollete yang menurutnya begitu keren.


"Senior Roy ..." kali ini Viollete mulai berbalik dan menatap Roy. "Kita harus segera menemukan mereka. Bagaimana jika kita berpencar agar kesempatan kita untuk menemukan mereka semakin besar?" usul Viollete tiba-tiba.


Sebenarnya Roy cukup bingung dan terkejut dengan sebuah saran yang diberikan oleh Viollete. Menemukan Death Eyes dengan cepat memang baik, namun dengan Roy dan Viollete yang berpencar itu berarti akan membiarkan Viollete dalam bahaya lagi. Dan itulah yang sedang berada di dalam angan Roy saat ini.


Viollete adalah seorang gadis, dan Viollete juga masih termasuk junior karena baru saja bergabung bersama dengan Doragonshadou. Tentu saja saran dari Viollete itu tak akan diterima oleh Roy, meskipun memiliki persentase keberhasilan menemukan Death Eyes lebih cepat dan besar!


"Tidak, Vio! Aku tidak setuju!" Roy menyauti dengan tegas dan memandang gadis itu lurus-lurus. "Kita harus selalu bersama-sama dan tak boleh terpisah kembali. Kamu masih berada di dalam tanggung jawabku karena saat ini kita adalah partner."


Tak ada pilihan lain. Akhirnya Viollete menuruti saja perintah dan keputusan dari Roy, karena tak mungkin Viollele menentangnya.


Kini mereka berdua mulai meyusuri hutan yang cukup gelap itu. Pepohonan yang tumbuh dengan begitu menjulang tinggi itu menghalangi sinar mentari untuk memasukinya dan meneranginya.


...⚜⚜⚜...


Seorang pemuda terlihat sedang mendatangi sebuah pasar yang masih cukup sepi di pedesaan Aiko Iyashi No Sato. Pemuda dengan rambut hitamnya yang memiliki belahan tengan dan memiliki sepasang mata yang cukup tajam itu berpura-pura sedang melihat-lihat kios yang menjual beberapa persenjataan.


Sebenarnya pemuda itu sedang membututi dua orang pria yang sedang dia curigai sebagai anggota dari Death eyes. Dan kedua pria itu saat ini juga sedang ingin membeli sebuah senjata sambil berbincang bersama.


"Tuan Kin Izumi sudah kembali ke Jepang? Apa kau yakin itu, Hideyasu?" tanya salah satu dari mereka.


"Ya, aku mendengarnya sendiri dari tuan Yu. Dia sudah kembali, namun tidak diketahui keberadaannya sampai saat ini." sahut salah satu dari mereka.


"Tapi aku dengar dia sedang berada di desa ini untuk melihat dan mengunjungi beberapa klan yang masih tersisa." sahut sang pemilik toko persenjataan ini.


"Benarkah? Yang mana dia? Mengapa aku tak melihat dan tak menyadarinya?" sahut pria yang satunya.


"Entahlah. Identitas tuan Kin Izumi memang begitu misterius dan tak ada yang mengetahuinya. Sudahlah, ayo segera kembali. Aku hanya ingin membeli pisau lipat saja!" sahut pria satunya lagi mulai memberikan pisau lipat pilihannya untuk dibungkus.


Kin Izumi sudah kembali ke Jepang? Dan saat ini sedang berada di desa Aiko Iyashi No Sato juga? Itu berarti bukankah kita harus merubah rencana ini? Benar!! Aku harus mulai merubah rencana ini! Jangan sampai Roy, Viollete, Lay Zhang dan Aya mulai menyerang mereka. Sebaiknya lebih berhati-hati dan temukan saja Kin izumi!!


Batin pemuda yang tak lain adalah Ryuga yang mulai berniat untuk meninggalkan kios itu, namun tiba-tiba saja kedua pria itu mulai menghadang Ryuga.