
Sementara itu tak jauh dari mereka berada, terlihat seorang pria dengan menggunakan jas hujan berwarna hitam dan menggunakan kerudung kepala. Pria itu memiliki kumis tipis dan rapi. Pria itu juga selalu mengawasi gerak-gerik dari Viollete dan Nickhun lalu mulai meraih sebuah benda pipih dari saku pakaiannya yang serba hitam dan mulai menghubungi seseorang.
Setelah beberapa saat akhirnya panggilan itu mulai terhubung dengan seseorang. Dan pria itu mulai melaporkan sesuatu atas apa yang sedang dilihatnya saat ini.
"Tuan, nona Viollete menemui seorang pemuda. Dan pemuda itu adalah Nickhun." ucap pria berjubaah itu mulai melaporkan dengan nada bicara yang begitu pelan.
"Hhm? Jadi pemuda Thailand itu mengikuti dan mengejar Vio ya? Menarik sekali ... aku bisa memanfaatkannya ... dan sepertinya pemuda itu menyukai putriku!! Tetap awasi saja dan jangan sampai Viollete mengetahui jika dia sedang diikuti!!" titah seorang pria paruh baya dari seberang yang ternyata dia adalah Buck Karimova, sedangkan yang membuntuti Viollete dan Nickhun adalah salah satu kaki tangannya yang juga berasal dari Negeri gajah putih itu.
"Baik, Tuan." sahut pria berjubah itu mulai mengakhiri panggilannya dan berpura-pura kembali menikmati makan malamnya.
Sementara itu ...
"Malam ini pesanlah semua yang kamu mau, Vio! Makanlah sepuasnya! Dan aku akan mentraktirmu kali ini." ucap Nickhun sangat bersemangat.
"Hhm? Sudah ... ini saja sudah cukup kok. Makasih ya. Padahal seharusnya aku juga mentraktirmu, karena aku juga baru saja diterima bekerja."
"Kamu bisa mentraktirku di lain waktu. Pokoknya malam ini aku yang akan mentraktirmu!" ucap Nickhun menatap lekat Viollete yang sedang menikmati french fries miliknya.
Gaya berpakainnya terlihat begitu santai, rambut panjangnya dikucir cepol begitu saja. Dan seakan Viollete begitu tak memperhatikan penampilannya sama sekali alias masa bodoh begitu saja.
Padahal sebenarnya Viollete termasuk seorang gadis yang cukup cantik. Wajahnya begitu manis dan tidak membosankan jika dipandang. Wajahnya sangat mungil dan ramping. Kulitnya putih, sehat dan cerah.
Viollete juga memiliki bulu mata yang lentik dan mata yang sedikit besar dan berwarna kecoklatan yang begitu jernih. Tulang hidungnya sedikit tinggi dan mancung. Rahangnya begitu tirus, dan berbentuk V shape, seperti karekter-karekter di dalam anime yang sangat cantik seperti boneka. Bibirnya merah muda dan terlihat begitu alami.
"Vio ..." panggil Nickhun begitu lurih dan masih menatap lekat gadis yang sedang duduk di hadapannya itu.
Seorang gadis yang tak pernah memperhatikan penampilannya sama sekali. Karena gadis itu begitu cuek dan memang tidak suka berdandan dan merias dirinya.
"Hhm? Jangan memaksaku untuk menghabiskan semua uangmu ya!! Aku tidak mau!!" ucap Viollete menandaskan dan sedikit mengancam.
Mendengar ucapan dari Viollete membuat Nickhun tertawa kecil dan merasa begitu gemas sendiri. Nickhun tidak menjawab pertanyaan dari Viollete, namun Nickhun mulai sedikit mencondongkan badannya ke depan dan mulai mengangkat tangannya ke depan.
Tangan kanan Nickhun semakin mendekati Viollete, hingga akhirnya kini mulai meraih sisi belakang rambut Viollete. Ternyata Nickhun mulai melepaskan ikatan rambut Viollete begitu saja.
"Nick, apa yang sedang kamu lakukan?" ucap Viollete yang merasa begitu terkejut dan tidak mengerti karena perbuatan dari Nickhun yang tiba-tiba saja sedikit aneh menurutnya.
Nickhun malah tersenyum lebar menatap Viollete yang sedang kebingungan saat ini.
"Nick, kembalikan ikat rambutku ..." pinta Viollete berusaha untuk merebut ikat rambut itu dari Nickhun.
"Aku tidak mau mengembalikannya." Nickhun menyauti dan mulai mundur kembali dengan ikat rambut Viollete yang masih berada pada genggaman jemarinya.
"Khun suay maak ( kamu cantik sekali)." ucap Nickhun tanpa sadar dan begitu terpana melihat Viollete. "Vio, kamu semakin cantik lo dengan rambut yang tergerai seperti ini. Benar-benar terlihat seperti seorang gadis." ucap Nickhun dengan jujur.
"Cih ... sembarangan! Memang selama ini aku terlihat seperti apa?!" sungut Viollete merasa kesal, namun akhirnya Viollete juga tertawa karena tak tahan untuk berpura-pura sedang kesal.
"Selama ini kamu terlihat sedikit tomboy. Dan kamu juga tidak pernah memperhatikan dan merawat penampilan kamu, Vio!" ucap Nickhun sambil menikmati teh ocha hangatnya yang baru saja dia pesan.
Dan sebenarnya ini adalah pertama kalinya Nickhun memesan teh ocha hangat minuman khas dari Negeri Sakura ini, dan Nichun baru saja mau meneguknya detik ini juga.
Namun tiba-tiba saja Nickhun segera mengembalikannya secangkir teh ocha hangat itu di atas meja setelah meminumnya seteguk saja. Ekspresinya terlihat seperti seseorang yang baru saja menikmati sebuah makanan yang kurang enak atau begitu pahit.
Keningnya berkerut, sepasang alis tebalnya juga berkerut saling berdekatan. Dan pemuda berdarah Thailand itu sesekali memejamkan sepasang matanya karena baru saja menelan minuman itu dengan terpaksa.
"Kamu kenapa, Nick? Kamu seperti habis meminum empedu saja." ucap Viollete menggoda Viollete dengan tawa renyahnya yang begitu khas.
Dan tentu saja tawa ini hanya akan diperlihatkan oleh Viollete untuk orang-orang terdekatnya saja.
"Teh ini pait sekali, Vio! Apa pelayan kafe ini lupa untuk memberikan gula ya?" gumam Nickhun tak mengerti.
Lagi-lagi Viollete tertawa renyah dan terlihat begitu manis, "Teh ocha memang pahit, Nick. Dan penyajiannya memang seperti itu. Lain kali kamu harus memesan minuman lainnya saja. Karena aku sendiri sebenarnya juga kurang menyukainya."
"Oh, jadi memang seperti itu ya rasanya?"
"Hhm. Ya sudah nih minum saja dulu minumanku jika memang telalu pait." Viollete mulai menyodorkan segelas matcha smoothie miliknya untuk Nickhun yang beberapa saat lalu baru dipesan olehnya. "Kata Cloud minuman ini sangat terkenal di Osaka lo. Dan rasanya begitu manis."
"Hhm ... baiklah-baiklah! Aku akan meminumnya!" Nickhun menyauti dan mulai meraih lalu menikmati matcha smoothie yang berwarna kehijauan dipadukan dengan cream berwarna putih milik Viollete. "Hhm ... ini enak sekali! Boleh pesankan satu lagi, Vio? Tapi rasa lainnya ... apakah ada?"
"Hhm. Tentu saja ada!!" ucap Viollete mulai melihat buku menu kembali. "Bagaimana jika dragon banana smoothie?" ucap Viollete mengusulkan.
Namun mendengar nama minuman yang menurut Nickhun begitu unik luar biasa, membuatnya tertawa renyah kembali.
"Ahaha ... nama minumannya lucu sekali ya! Aku baru mendengar nama minuman selucu itu!" ucap Nickhun yang masih tertawa renyah.
Viollete menanggapinya dengan senyuman tipis saja karena selama ini Nickhun memang tidak pernah pergi dan meninggalkan desa Wang Nam Khiao sebelumnya. Sejak kecil Nickhun sudah berada di desa yang begitu terpencil itu dan tidak mengetahui dunia luar.
Melihat tingkah dari Nickhun sebenarnya membuat Viollete sedikit merasa terhibur dan menurutnya Nickhun begitu lucu.
"Hhm ... atau grape smoothie tea saja? Kamu mau yang mana, Nick?" ucap Viollete kembali mengusulkan dengan varian rasa lainnya lagi.
Namun lagi-lagi Nickhun tertawa renyah karena mendengar nama unik dari beberapa minuman itu.