The Goddess Of War

The Goddess Of War
Memulai Dari Kazuma



Gadis pelayan itu masih saja terlihat merasa bersalah karena sudah membuat blazer Nickhun menjadi basah dan kotor.


"Ahh ... maafkan aku, Tuan. Aku tidak sengaja. Sungguh aku tidak sengaja, Tuan." ucap waitress itu terlihat begitu merasa bersalah kepada Nickhun dan berusaha untuk membersihkan blazer Nickhun dengan sebuah sapu tangan.


Namun Nickhun dengan cepat mengangkat kedua tangannya untuk menahan gadis itu agar tak melanjutkan niatmya untuk membersihkan blazer yang sedang Nickhun kenakan saat ini.


"Terima kasih. Tapi aku akan membersihkannya sendiri saja." tolak Nickhun dengan begitu ramah. "Dan jangan panggil aku tuan. Panggil saja aku Nick." imbuh Nick yang merasa tak terbiasa dengan panggilan tuan dan Nick juga merasa tak pantas akan panggilan itu.


"Oh ... baiklah, Nick." ucap pelayan wanita itu meskipun sebenarnya masih sangat merasa tak enak kepada Nickhun. "Kalau begitu aku akan segera mengambilkan minuman yang baru. Permisi." imbuhnya dengan ramah lalu mulai berlalu meninggalkan Nickhun dan Viollete begitu saja.


"Lepaskan saja. Kamu masih mengenakan kemeja kok." ucap Viollete menyarankan.


"Oh ... benar juga." sahut Nickhun lalu mulai melepas blazer hitam itu sesuai dengan saran dari Viollete dan meletakkan di kursi kosong di sebelahnya. "Mari kita makan ramen uddon ini dulu selagi masih hangat." ucap Nickhun mulai mengambil sepasang sumpitnya.


"Hhm. Ya. Ayo!" sahut Viollete dengan bersemangat.


Setelah beberapa saat akhirnya pelayan wanita itu mulai datang kembali dengan membawakan segelas smoothie strawberry untuk Nickhun, dan segera undur diri kembali.


"Vio ..."


"Hhm ..."


"Apa kamu pernah mengenal tuan Kagami Jiro sebelumnya?" tanya Nickhun tiba-tiba dan sukses membuat Viollete cukup terkejut hingga Viollete tersedak begitu saja.


"Aahh ... maaf, Vio!! Minum ini!" ucap Nickhun mulai menyodorkan minuman yang sebenarnya sudah berada di hadapan Viollete.


Viollete mulai meminumnya dengan cepat.


Bagaimana Nick bisa mengetahui semua itu? Padahal aku tak pernah bercerita apapun mengenai masa laluku. Lalu darimana dia tau? Atau jangan-jangan Nick sudah bertemu dengan Cloud, dan Cloud menceritakan semuanya kepada Nick? Ahh, itu tidak mungkin! Jika memang mereka berdua sudah bertemu kembali di Jepang, maka pasti Cloud akan memberitahukan hal itu padaku. Jadi darimana Nickhun mengetahui semua itu? Dan aku harus menjawab apa?


Batin Viollete mulai kebingungan untuk memberikan jawaban untuk Nickhun.


"Vio ... apa kamu baik-baik saja?" tanya Nickhun mulai membuyarkan angan dari Viollete.


"Uhm ... ya. Aku sangat baik-baik saja, Nick. Maaf ... sepertinya aku terlalu lelah dan tingkat konsentrasiku tiba-tiba saja menurun." ucap Viollete dengan asal dan sengaja memperlihatkan ekspresi yang terlihat begitu kelelahan.


"Oh, kalau bagitu sebaiknya kita segera pulang saja. Tunggu sebentar, Vio. Aku akan membayar makanan kita dulu." ucap Nickhun lalu mulai bangkit dari tempat duduknya dan segera melenggang menuju kasir untuk membayar semua makanan dan minuman itu.


Sementara Viollete masih saja menatap Nickhun dari kejauhan dengan kedua tangannya yang diletakkan di atas meja dengan jemari yang saling bertautan satu sama lain.


Batin Viollete yang masih saja mengamagi Nickhun yang kali ini sudah melenggang ke arahnya.


"Mari kita pulang!" ucap Nickhun dengan senyuman khasnya yang begitu hangat sembari meraih sebuah blazer hitam yang sudah terkena tumpahan smoothie strawberry itu.


Viollete mulai bangun dan melenggang bersama Nickhun untuk meninggalkan kafe ini. Mereka mulai menaiki sebuah busway bersama.


Sepertinya Viollete memang benar-benar terlalu lelah. Bahkan Viollete tertidur begitu saja saat di dalam busway. Nickhun membiarkannya begitu saja, bahkan Nickhun juga membiarkan ketika Viollete mulai menyandarkan kepalanya pada bahu Nickhun, meskipun sebenarnya Viollete tak sengaja melakukannya.


Sebenarnya hal seperti ini saja sudah membuat Nickhun merasa cukup bahagia, bahkan senyuman penuh binar itu tak Nickhun sadari sudah terukir dengan begitu manis menghiasi wajah tampannya itu.


Namun tiba-tiba saja senyuman Nickhun perlahan mulai memudar ketika Nickhun sedikit memiringkan wajahnya dan menatap gadis cantik itu. Dan tiba-tiba saja Nickhun mulai teringat akan sesuatu.


Kebetulan ada sehelai rambut Viollete yang terjatuh di pundak Viollete. Perlahan Nickhun mulai mengambilnya dengan sangat hati-hati agar Viollete tidak terbangun dan memergokinya.


Nickhun yang sudah berhasil mengambil sehelai rambut Viollete, kini mulai menyimpannya di dalam sapu tangan lainnya lagi yang kebetulan dibawa oleh Nickhun.


Sepertinya ada yang harus aku lakukan. Dan jika semua yang aku pikirkan adalah benar, maka seharusnya Viollete juga harus mengetahuinya. Selama ini tuan Buck Karimova selalu saja disiplin dan sangat keras saat mendidik Viollete. Bahkan tuan Buck Karinova juga dengan mudahnya untuk memberikan beberapa hukuman yang berat dan menyakitkan untuk Viollete. Dan kini aku menjadi semakin curiga, jika tuan Buck Karimova adalah bukan papa kandung dari Viollete.


Batin Nickhun yang masih saja sedikit melirik ke samping untuk menatap Viollete.


...⚜⚜⚜...


Queen's Square Mall.


Pagi ini seorang anak laki-laki sudah terlihat berada di game centre di dalam Queen's Square Mall. Anak laki-laki yang kira-kira berusia 15 tahun dengan pakaian T-shirt over size itu terlihat sedang memaninkan salah satu permainan yang sudah disediakan di tempat ini.


Tak lama kemudian, mulai terlihat seorang gadis dengan penampilan kasual dan style santainya melenggang memasuki game centre yang cukup besar ini. Lalu gadis ini mulai menghampiri seorang anak laki-laki yang saat ini bermain basket.


"Kazuma! Maaf kakak sedikit terlambat karena ban taxi yang sedang kakak naiki tiba-tiba saja bocor." ucap gadis yang tak lain adalah Viollete.


Pemuda yang tak lain adalah Kazuma itu mulai menghentikkan permainannya dan menatap Viollete dengan senyum lebarnya.


"Kak Vio!" ucap Kazuma seketika mulai berbinar dan menghentikan permainan basketnya untuk beberapa saat. "Tidak masalah kok. Asal kakak datang saja aku sudah merasa begitu senang dan bahagia sekali, Kak!" imbuh Kazuma dengan tulus dan masih tersenyum lebar.


Kazuma. Kamu adalah anak yang baik dan lucu. Bagaimana aku memulainya untuk menanganimu kali ini? Kamu yang tidak bersalah harus ikut merasakan sakit karena Kagami Jiro. Maafkan aku ... tapi aku harus tetap menjalankan semua rencanaku dan memulainya dari dirimu ...


Batin Viollete menatap nanar Kazuma yang bahkan saat ini Kazuma datang sendirian, tanpa pengawalan khusus. Dan semua itu sebenarnya adalah permintaan khusus dari Viollete dengan memakai sebuah alasan jika Viollete merasa tidak nyaman jika sampai orang lain melihat jika dirinya sedang bepergian bersama putra bungsu seorang pemimpin utama Doragonshadou.