The Goddess Of War

The Goddess Of War
Merubah Keputusan



Tak ada piliha lain, akhirnya Viollete harus menerima bahwa dirinya sudah ditolak oleh Wilson, dan mimpinya untuk menjadi salah satu dari Doragonshadou kini sudah lenyap dan pupus begitu saja l dalam seketika.


Viollete mulai melenggang dan berniat untuk segera meninggalkan ruangan kerja under bos dari Doragonshadou ini. Namun langkah kakinya terasa begitu berat untuk meninggalkan ruangan ini, rasanya seperti memiliki bebat beribu-ribu ton saja. Sangat berat!


Wilson menyipitkan sepasang matanya, menautkan kedua jemarinya dan masih menatap kepergian Viollete. Sebenarnya Wilson juga merasa cukup kecewa atas keterlambatan Viollete hari ini. Padahal Wilson sedikit tertarik dengan kemampuan dari Viollete yang luar biasa.


Namun tiba-tiba saja pintu ruangan ini terbuka bevitu saja tanpa ada sebuah ketukan ataupun kata permisi sebelumnya. Hingga akhirnya seorang gadis mulai terlihat berlari kecil memasuki ruangan ini.


"Tunggu! Jangan pergi, Kak Vio!" ucap gadis itu menahan Viollete.


Gadis itu adalah gadis yang dijumpai Viollete saat di dalam busway pagi ini sekaligus gadis yang sudah menjadi salah satu korban dari pemuda mesum di dalam busway itu.


"Zie ..." ucap Viollete sedikit terkejut karena Zie berusaha untuk menahan Viollete di depan Wilson.


Siapa sebenarnya gadis bernama Zie ini? Mengapa Zie berada disini? Dan mengapa dia sangat berani bertindak di depan tuan Wilson? Bukankah Zie mengatakan jika dia sedang berlatih bekerja di sebuah perusahaan? Apakah perusahaan itu adalah Diragonshadou? Lalu apa hubungan dia dengan tuan Wilson?


Batin Viollete sungguh tak mengerti dan berusaha untuk mencari tau dan menerka-menerka dari beberapa pertanyaan-pertanyaan di dalam hatinya.


"Papa! Jangan biarkan kak Vio pergi! Papa akan sangat menyesal jika kehilangan kak Vio! Karena kak Vio sangat hebat dan keren dalam bela diri!" ucap gadis bernama Zie itu menatap Wilson dengan tatapan yang begitu serius dan berkacak pinggang.


Papa? Jadi Zie adalah putri dari tuan Wilson? Tidak disangka gadis manis itu adalah putri dari tuan Wilson yang begitu dingin. Bahkan saat bersama denganku tadi sikapnya terlihat begitu manis, tidak seperti yang terlihat saat ini. Bahkan saat ini begitu terlihat jika Zie malah lebih berkuasa daripada tuan Wilson. Benar-benar lucu!


Batin Viollete hampir saja tak percaya mengetahui sebuah kebenaran ini. Dan melihat tingkah Zie juga membuat Viollete merasa begitu lucu. Karena Zie sangat terlihat begitu berkuasa daripada Wilson. Ataukah mungkin karena Wilson yang terlalu menyayangi putrinya dan memanjakan putrinya? Hhm ... mungkin saja.


"Zie. Papa mohon jangan ikut campur soal pekerjaan! Mungkin saja Viollete memiliki kemampuan bela diri yang baik, namun Viollete sudah memiliki disiplin yang buruk. Orang yang tidak bisa menghargai waktu bagaimana bisa bekerja dengan baik? Papa mohon jangan pernah ikut campur akan hal ini." ucap Wilson menatap lekat putrinya. "Viollete! Kamu boleh pergi!!" imbuh Wilson memberikan titah untuk Viollete.


Viollete menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan mulai melenggang dua langkah, namun lagi-lagi ada sebuah teriakan yang menahan langkah kakinya hingga akhirnya langkah kakinya mulai terhenti lagi.


"Tunggu! Jangan pergi, Kak Vio!" ucap Zie lagi yang masih menatap tajam Wilson.


"Zie!! Jangan menguji kesabaran papa!" geram Wilson menatap putri sulungnya itu. "Viollete kamu boleh keluar dari ruanganku!" lagi-lagi Wilson memberikan sebuah perintah Viollete.


"Papa, setidaknya berikan kesempatan untukku menjelaskan sesuatu!" teriak Zie menatap Wilson.


Wilson terlihat begitu pusing menghadapi Zie dan mulai sedikit menunduk dan memijit keningnya pelan.


"Baiklah. Papa memberimu waktu 5 menit, karena setelah itu papa ada pekerjaan di luar kota." ucap Wilson pasrah saat menghadapi putri sulung tersayangnya.


Karena kedua putri Wilson lainnya masih cukup kecil. Namun tentu saja kedua putrinya juga tak kalah manja dan sangat lengket dengan Wilson. Tak jauh berbeda dengan Kagami Jiro, Wilson adalah tipikal pria yang begitu hangat dan penuh kasih saat berada di dalam keluarganya. Namun akan sangat kejam dan bengis jika sudah berhubungan dengan para penjahat.


"Zie, sudahlah ... tidak apa-apa kok. Kakak tidak apa-apa. Kakak pulang saja." ucap Viollete merasa tak enak dengan Wilson.


"Tidak, Kak. Kakak sudah menolongku tadi pagi. Jadi kali ini biarkan aku yang menolong kakak!" ucap Zie menatap Viollete deengan tegas. "Papa, kak Viollete terlambat hari ini untuk pergi menemui papa, karena dia sedang menyelamatkanku dari seorang pria mesum." ucap Zie yang masih menggandeng tangan Viollete dan sudah beralih menatap Wilson.


"Apa maksud dari ucapanmu, Zie sayang?" Wilson mengkerutkan keningnya menatap Zie dari kejauhan.


"Pagi ini ada seorang pria mesum yang mengambil beberapa foto candid dariku. Beberapa foto yang sangat tidak bermoral dan tidak beretika. Dan kak Vio rela mengejar pria mesum itu hanya untuk menghapus foto-foto itu di ponselnya. Hingga akhirnya kak Vio terlambat datang untuk menemui papa." jelas Zie dengan harapan sang papa akan merubah keputusannya.


"Coba bayangkan saja, Papa! Aku sudah dilecehkan begitu saja oleh pria itu melalui foto-foto itu. Bagaimana jika seandainya saja kak Vio tak mengejar pria itu? Mungkin saja foto-fotoku akan tersebar di seluruh media." imbuh Zie yang mulai terlihat begitu murung.


Wilson menutupi wajahnya dengan jemarinya dan menghembuskan nafas kasarnya ke udara setelah mendengarkan penjasan dari Zie.


"Sudah berapa kali papa memperingatkan kamu untuk selalu berhati-hati. Dan sudah berapa kali papa selalu memperingatkan kamu untuk memakai pakaian yang benar dan tidak minim seperti itu!" ucap Wilson yang terlihat begitu pusing.


"Hiks ... sekarang papa malah menyalahkanku? Aku hanya berusaha untuk berpakaian sesuai dengan yang sedang aku lakukan saat ini, Papa. Aku hanya mencoba untuk mengenakan setelan pakaian formal saat aku sedang berlatih bekerja bersama papa. Hiks ..." Zie mulai menangis atau hanya sedang berakting saja? Entahlah ...


"Baiklah ... baiklah ... jangan menangis lagi! Lain kali pakai celana drill saja, itu akan mempermudah pergerakanmu juga. Sekarang pulanglah dan bantu mamamu memasak di rumah saja! Dan jangan khawatir karena Viollete akan mulai bergabung bersama dengan Doragonshadou mulai esok!" ucap Wilson mulai bangkit dari tempat duduknya dan mulai mengenakan sebuah coat berwarna hitam.


Nampaknya Wilson juga sudah harus meninggalkan tempat kerjanya untuk pergi ke luar kota. Ucapan dari Wilson sungguh membuat Viollete merasa terkejut dam bahagia. Begitu juga dengan Zie yang merasa begitu bahagia, hingga gadis manis itu mulai berjingkrak dan masih menggandeng kedua tangan Viollete.


...⚜⚜⚜...