
BBRUUGGHH ...
Tubuh Viollete terjatuh dan terduduk di atas lantai begitu saja. Rasanya seluruh kekuatannya tiba-tiba saja menghilang dan tubuhnya menjadi tak bertenaga. Ada rasa sesak di dalam hatinya saat mendengar semua kejadian naas yang menimpa sang papa.
"Papa ..." ucapViollete begitu lirih dan sangat memilukan.
"Putriku ..." Kagami Jiro tak tega melihat Viollete yang terlihat begitu hancur dan terpukul setelah mendengar kabar dari Kin Izumi, lalu Kagami Jiro mulai meraih dan memeluk tubuh Viollete kembali dengan hangat.
"Papa ... papa ..." ucap Viollete begitu lirih di dalam isak tangisnya.
"Sabar, Sayang. Semua ini sudah terjadi sesuai dengan apa yang sudah digariskan. Tugas kita sebagai manusia adalah tetap menjalankan dengan lapang dada semua yang sudah menjadi dari skenario hidup kita. Hukum alam juga akan selalu berlaku. Siapa menabur dia juga akan menuai. Begitu juga dengan Kin Izumi, mungkin alamlah yang sudah menghukumnya secara adil kali ini. Dunia tak membiarkanmu untuk melakukan keadilan untuknya. Namun alamlah yang telah melakukannya." ucap Kagami Jiro mengusap lembut rambut Viollete.
"Mulai sekarang kamu tak perlu takut dan risau lagi. Ayah akan selalu ada untukmu. Ayah akan selalu berusaha untuk membahagiakanmu dan menebus segala dosa yang pernah ayah lakukan padamu." ucap Kagami Jiro lagi.
"Kamu tidak salah. Akulah yang salah ... akulah yang salah ... hiks ..." ucap Viollete semakin terisak dan sangat memilukan.
Kagami Jiro mrmberikan isyarat untuk anak buahnya agar segera meninggalkan ruangan ini. Dan pria itu mengangguk lalu membungkukkan sedikit badannya dan segera meninggalkan ruangan ini.
"Kamu tidak salah, Sayang. Itu semua terjadi karena Kin Izumi yang sudah mencekokimu dengan cerita bohong karangan dia sendiri itu. Kembalilah bersama ayah. Tinggallah bersama ayah. Kami semua sangat merindukanmu, Sayang. Ayah, ibu, kedua adik kembarmu, dan adik bungsumu ... kami semua sungguh sangat merindukanmu. Kembalilah dan tinggallah bersama kami ..." pinta Kagami Jiro penuh harap.
Namun permintaan yang diucapkan oleh Kagami Jiro malah semakin membuat dada Viollete sakit dan malah semakin terisak. Lalu Viollete mulai menggeleng pelan.
Viollete sudah sangat bersalah dan merasa tak pantas untuk menjadi salah satu bagian dari keluarga Kagami. Karena Viollete sudah hampir mencelakai Yuna dan Kazuma. Bahkan Kazuma masih dalam keadaan koma hingga sampai saat ini. Dan semua itulah yang semakin membuat Viollete merasa tak pantas untuk menjadi bagian dari keluarga Kagami.
Kini Kagami Jiro mulai membantu Viollete untuk berdiri kembali dengan meraih kedua lengannya.
"Mengapa kamu tidak mau kembali dan tinggal bersama dengan kami? Apakah ayah tidak pantas untuk menjadi ayahmu, Sayang? Apa kamu masih terlalu membenci ayah hingga tak bisa memberikan untuk ayah sebuah kesempatan? Ayah sudah sangat bersalah karena tak bisa segera menemukanmu saat itu ... maafkan ayah, Kin Rui ... putriku." ucap Kagami Jiro begitu bergetar dan membuat siapa saja yang mendengarnya menjadi sesak dan sedih.
"Tidak ... tidak ... bukan seperti itu ... hiks ..." ucap Viollete disela-sela tangisnya. "Tapi ... tapi ... sebenarnya akulah yang sudah ... hiks ... akulah yang sudah mencelakai nyonya Yuna dan juga Kazuma ... hiks ... akulah yang sudah berusaha untuk mencelakai mereka berdua ... hiks ..." ucap Viollete seakan sudah tak punya kekuatan lagi di dalam tubuhnya.
Seluruh kekuatan dan tenaganya seakan lenyap begitu saja. Dunianya seakan runtuh seketika dan tak memiliki lagi tempat untuk berpijak dan tak ada lagi tempat untuk kembali.
"Hukumlah aku, Tuan Kagami Jiro! Hukumlah aku!! Aku pantas mendapatkan hukuman!! Ayo hukumlah aku!! Hiks ..." ucap Viollete lagi yang sudah beruraian dengan air mata.
Kagami Jiro tak perbah menyangka jika Viollete sudah melakukan hal sejauh ini. Bahkan sudah hampir membuat Kazuma dan Yuna terbunuh. Pria paruh baya itu kini perlahan melepas pelukannya dan menatap nanar Viollete.
Gadis kecil yang selama ini selalu dirindukannya, gadis kecil yang selama ini selalu diharapkan kembali kehadirannya ... kini malah hadir dan berusaha untuk menyakiti dan mencelakai orang-orang yang sangat disayangi oleh Kagami Jiro.
Bagaimana tidak dilema? Yuna dan Kazuma adalah orang yang begitu berarti untuk Kagami Jiro. Dan hampir saja Viollete membuat mereka terbunuh ...
Kagami Jiro terlihat begitu terpukul setelah mengetahui kebenaran ini, dan Kagami Jiro juga terlihat begitu kebingungan untuk mengambil sebuah keputusan saat ini.
"Ayo, Tuan Kagami Jiro! Hukumlah aku!! Aku pantas untuk mendapatkan hukuman!! Aku sudah berusaha untuk mencelakai mereka!! Hukum aku!!" ucap Viollete masih beruraian dengan air mata.
"Oh ... jadi kamu pelakunya ya!!" tiba-tiba terdengar suara seorang pemuda yang sudah berada di dalam ruangan ini. "Benar, Ayah!! Hukum dia!! Biar bagaimanapun dia pernah bersekongkol dengan Kin Izumi!! Dan dia juga sudah membuat ibu terluka!! Dia juga sudah membuat Kazuma koma dan hingga saat ini Kazuma masih belum sadarkan diri!! Hukum dia, Ayah!!" imbuh pemuda itu yang tak lain adalah Kenzou.
Kagami Jiro dan Viollete yang sudah beralih menatap Kenzou seketika terdiam dan tak berkata-kata. Terlebih Kagami Jiro saat ini yang sudah begitu bingung untuk dan merasa cukup dilema untuk mengambil sebuah keputusan.
"Tuan muda Kenzou benar, Tuan Kagami Jiro. Hukumlah aku ... aku akan menerima hukuman apapun yang akan tuan berikan untukku untuk menebus semua dosa-dosa yang pernah aku lakukan. " ucap Viollete yang kali ini memberanikan diri dan mulai beralih menatap Kagami Jiro.
"Kin Rui ..." ucap Kagami Jiro begitu lirih dan menatap nanar Viollete.
Namun Viollete yang masih beruraian dengan air mata hanya mengangguk pelan saja dan begitu pasrah untuk menerima segala hukuman yang akan diberikan oleh Kagami Jiro.
Namun belum sempat ada percakapan lagi diantara mereka bertiga, tiba-tiba saja Igor mulai memasuki ruangan ini begitu saja dan segera menyampaikan sesuatu untuk Viollete.
"Maaf jika saya menyela, Tuan Kagami Jiro. Tapi saat ini Cloud sudah sadar dan dia ingin segera bertemu dengan Nona Viollete." jelas Igor menyampaikan dengan nada yang begitu rendah.
"Tuan Kagami Jiro. Tuan bisa memberikan hukuman apapun untukku, dan aku akan menerimanya semua itu. Tapi aku mohon berikan aku kesempatan untuk menemui dan merawat adikku dulu paling tidak hingga Cloud sudah pulih kembali." ucap Viollete penuh harap dan berharap Kagami Jiro akan mengabulkan permintaannya.
"Baiklah. Temui dan jagalah adikmu dulu!" ucap Kagami Jiro menyauti tanpa berpikir panjang.
"Baik, Tuan Kagami Jiro. Terima kasih banyak. Saya permisi ..." ucap Viollete mengusap air matanya lalu membungkukkan badannya dan mulai berlalu meninggalkan ruangan ini begitu saja.