The Goddess Of War

The Goddess Of War
Nickhun Bebas



Seorang pemuda berkulit putih yang memiliki perawakan yang tinggi, besar dan kekar mulai memasuki sebuah kontrakan yang sangat sederhana di daerah Shinjuku.


Pemuda itu mulai melepaskan hodie hitamnya dan menghempakan ransel hitam kesayangannya di atas sofa. Lalu pemuda itu mulai terduduk di sebuah sofa tunggal dan mulai mengusap wajahnya dengan kedua jemarinya.


Raut wajahnya terlihat masih menggambarkan kegelisahan, dan terlihat seperti masih ada sesuatu yang sedang mengganggu pikirannya saat ini.


Sebuah benda pipih kini mulai dikeluarkannya dari saku calana jeans berwarna cerah itu. Pemuda yang tak lain adalah Nickhun itu kini berusaha untuk mencari kontak seseorang dan menghubunginya.


Namun berulang kali Nickhun mencoba untuk menghubunginya, panggilan itu tidak diangkat sama sekali oleh orang tersebut.


"Vio ... kamu dimana saat ini? Maafkan aku saat itu tak bisa mengangkat panggilan darimu." gumam Nickhun pelan dan masih berusaha untuk menghubungi Viollete kembali.


"Aya mengatakan jika sudah 2 hari ini kamu tidak berangkat bekerja. Sebenarnya kamu sedang berada dimana?" gumam pemuda berdarah Thailand itu lagi terlihat begitu khawatir. "Panggilan dariku juga tidak kamu angkat sejak tadi siang. Apakah sudah terjadi seauatu denganmu, Vio?"


...⚜⚜⚜...


Viollete yang baru saja kembali ke rumah besar keluarga Kin setelah beberapa saat lalu menghabiskan waktu bersama dengan Cloud di kebun belakang, kini segera kembali dan membersihkan dirinya.


Setelah beberapa saat, gadis cantik itu kembali ke kamarnya dan melihat sebuah benda pipih yang masih tergeletak di atas nakas. Viollete mulai meraih ponsel itu untuk melihat sesuatu.


Dan rupanya sudah ada 18 panggilan tak terjawab dan juga beberapa pesan dari Nickhun dan juga Aya.


"Nick?" gumam Viollete pelan, lalu dengan cepat Viollete segera menelpon balik Nickhun.


Tak butuh menunggu terlalu lama, panggilan itu segera diangkat oleh seseorang dari seberang.


"Hallo, Vio ..." terdengar suara seorang pria dari seberang line dengan nada bicaranya yang begitu tak sabar dan penuh dengan kekhawatiran.


"Nick ..." ucap Viollete yang juga terdengar begitu tak sabar dan juga sangat mengkhawatirkan Nickhun, sahabatnya.


"Vio, apa kamu baik-baik saja? Dimana kamu saat ini?" tanya Nickhun kembali yang masih saja mengkhawatirkan Viollete.


"Aku baik-baik saja, Nick. Aku sedang mengunjungi kakekku yang sedang sakit. Nick ... kamu apa kabar? Apa kamu baik-baik saja? Dan dimana kamu saat ini?" ucap Viollete berbalik bertanya dan masih saja sangat mengkhawatirkan Nickhun.


"Syukurlah kalau kamu memang baik-baik saja, Vio. Aku lega sekali mengetahuinya. Hhm ... aku juga baik-baik saja kok, Vio. Aku sedang berada di kontrakanku. Maaf beberapa hari yang lalu aku tidak bisa menghubungimu, bahkan aku juga tidak bisa mengangkat panggilan darimu atau membalas pesan darimu. Maaf ya ..." ucap Nickhun terdengar begitu menyesal.


"Hhm. Tidak masalah kok. Nick ... jadi kamu sudah dibebaskan dari tahanan Doragonshadou?" tanya Viollete lagi.


"Iya, Vio. Aku baru saja dibebaskan." jawab Nickhun seadanya bahkan Nickhun juga tersenyum tipis.


Meskipun Vioollete tak melihatnya saat ini, namun hanya bisa berbincang dengan Viollete saja sudah cukup membuat Nickhun merasa tenang dan sangat lega.


"Syukurlah ... huft ... aku lega sekali mendengarnya ..." ucap Viollete menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan merasa sangat lega karena kekhawatirannya selama beberapa hari ini serasa lenyap begitu saja. "Uhm ... Nick ..."


"Aku mendengar kamu ditangkap dan diamankan oleh Doragonshadou, namun aku tidak tau alasan mereka menangkap dan menahanmu. Sebenarnya apa yang sudah terjadi, Nick?" tanya Viollete akhirnya sangat ingin tau.


"Uhm ... itu hanya salah paham saja kok. Dan sekarang semua kesalah pahaman itu sudah bisa diselesaikan dengan baik. Dan aku juga sudah terbukti tidak bersalah." ucap Nickhun yang lebih memilih untuk tidak menceritakan dengan detail kepada Viollete apa yang sebenarnya sudah menimpanya.


Karena bagi Nickhun, Viollete baik-baik saja adalah sudah membuatnya cukup tenang dan bisa membuatnya bernafas lega.


"Oh, syukurkah jika memang seperti itu, Nick. Aku khawatir sekali saat tiba-tiba saja Aya menghubungiku dan mengatakan jika kamu ditangkap dan ditahan oleh Doragonshadou. Untung saja hanya karena kesalah pahaman." Viollete menyauti dan juga mulai terlihat begitu lega.


"Ya, Vio. Aku baik-baik saja kok. Oh iya, kapan kamu akan kembali lagi?" tanya Nickhun mulai tersenyum kembali, seolah sedang berbicara di hadapan Viollete secara langsung.


"Mungkin esok atau lusa aku akan segera kembali kok." jawab Viollete seadanya. "Oya, Nick aku akan memberikan makan malam untuk kakek. Nanti aku akan menelponmu lagi."


"Oh baiklah. Salam untuk kakekmu ya, Vio. Semoga kakekmu segera sembuh." ucap Nickhun penuh harap.


"Uhm ... terima kasih, Nick. Tapi alzheimer kakek sudah semakin parah." sahut Viollete mulai terdengar sedih kembali. "Uhm ... tapi aku senang karena kakek mengingatku, Nick. Kakek juga pertama kali menyebut namaku setelah beberapa tahun ini tidak bisa berbicara apapun." imbuh Viollete, antara rasa haru dan sedih bercampur menjadi satu.


"Ah ... itu artinya kehadiranmu memberikan energi yang begitu positif untuk kakekmu, Vio! Gunakan waktu ini sebaik mungkin untuk selalu menemani kakekmu. Dan semoga saja kondisi kakekmu juga segera membaik. Jangan bersedih ya ..." ucap Nickhun berusaha untuk menghibur Vio yang tentu saja Nickhun sangat memahaminya, jika saat ini Viollete benar-benar sedang bersedih karena melihat kondisi sang kakek.


"Hhm. Terima kasih, Nickh." sahut Viollete yang juga tanpa sadar sudah tersenyum tipis.


"Hhm. Ya sudah siapkan dulu makan malam untuk kakekmu. Nanti sebelum tidur aku akan menghubungimu lagi." ucap Nickhun terdengar mulai bersemangat kembali.


"Hhm. Okay ... bye ..." ucap Viollete masih dengan senyum tipis.


"Bye, Vio ..." balas Nickhun yang juga tersenyum bahagia.


Viollete mulai mengakhiri panggilan itu dan segera bergegas untuk meninggalkan kamarnya dan kembali ke kamar Kin Makoto.


Rupanya makan malam untuk Kin Makoto sudah disiapkan dan seorang wanita asisten rumah tangga sedang berusaha untuk menyuapi tuan besarnya.


Viollete dengan senyum lebarnya kini mulai melenggang mendatangi mereka berdua dan menawarkan dirinya kembali untuk menyuapi sang kakek.


"Berikan padaku. Aku yang akan menyuapi kakekku." ucap Viollete dengan ramah kepada wanita asisten rumah tangga itu.


"Baik, Nona muda Kin Rui. Silakan." sahut wanita asisten rumah tangga itu lalu memberikan sepiring nasi lengkap dengan lauk dan sayurnya, namun porsinya sangat sesikit.


"Pergilah dan bantu siapkan makan malam untuk yang lainnya ..." Viollete memberikan titahnya untuk wanita pelayan itu dengan sangat ramah, bahkan tersenyum kepada wanita pelayan itu.


"Baik, Nona muda Kin Rui." sahut wanita asisten rumah tangga itu lalu segera bergegas untuk meninggalkan kamar Kin Makoto.