The Goddess Of War

The Goddess Of War
Sebuah Pertemuan



Kicauan burung-burung mulai terdengar di pagi yang cerah dan hangat ini. Alam juga terlihat begitu cerah dengan langit biru dan mentari yang menyinari dengan hangat kota Tokyo hari ini.


Terlihat Viollete yang sudah berpakaian dengan setelan blazer berwarna hitam sedang terburu-buru mendatangi ruang makan yang disana sudah duduk Cloud dan Buck Karimova. Viollete mulai duduk dan bergabung bersama mereka.


"Kak Vio tumben kesiangan? Apa kemarin kakak pulang dan tidur terlalu larut?" tanya Cloud sambil menikmatu roti sandwichnya.


"Hhm. Iya. Kakak tiba di rumah sudah pukul 11.20 PM. Setelah itu kakak mandi dan segera tidur sih. Padahal kakak sudah memasang alarm untuk bangun pagi, tapi mah kesiangan juga. Hehe ..." sahut Viollete meraih sebuah roti sandwich dan segera menikmatinya.


"Bagaimana dengan ujian dan misimu di Ginza, Vio? Apa kamu berhasil menyelesaikannya dengan baik?" kali ini Buck Karimova mulai bertanya dan menatap putrinya sulungnya lurus-lurus.


Dan tentu saja Buck Karimova sangat ingin tau dengan hal yang baru saja dialami oleh Viollete malam itu. Karena misi kali itu adalah yang akan menentukan apakah Viollete layak untuk bergabung menjadi salah satu bagian dari Doragonshadou atau tidak.


"Hhm. Iya, Papa. Aku bisa menyelesaikan dan menyelamatkan Yuri dengan baik. Namun aku belum tau, apakah aku diterima atau tidak untuk menjadi salah satu bagian dari Doragonshadou. Tapi hari ini tuan Wilson menyuruhku untuk menemuinya di markas utama, Papa." ucap Viollete yang sedikit kurang jelas, karena saat ini mulutnya masih penuh dengan makanan.


"Hhm, mereka pasti akan menerimamu untuk bergabung bersama dengan mereka, putriku." sahut Buck Karimova sambil meraih secangkir teh hangat dan mulai meneguknya.


"Hhm. Semoga saja, Papa." sahut Viollete kembali memakan roti sandwichnya.


Viollete mulai melirik jam tangannya untuk melihat jam berapa sekarang, sepasang matanya sedikit membelalak setelah melihat jam karena sudah cukup siang untuk segera berangkat. Viollete segera meraih segelas teh di hadapannya lalu meneguknya dengan terburu-buru. Sementara sisa sandwich itu masih dibawanya.


"Papa, Cloud ... aku berangkat dulu ya." ucap Viollete dengan langkah terburu meningalkan ruangan itu. Sebuah sepatu sport berwarna hitam dengan komninasi putih mulai dikenakannya sebelum Viollete meninggalkan rumah ini.


Viollete segera menghadang sebuah taxi berwarna kuning lembut dan segera menuju ke markas utama Doragonshadou. Namun disaat taxi itu berhenti di lampu merah, tiba-tiba saja Viollete melihat seorang pria yang sangat tidak asing baginya sedang menyebrangi jalan. Jarak antara pria itu dan taxi ini kira-kira adalah 10 meter.


Pria itu mengenakan sebuah T-shirt berwarna putih dan mengenakan sebuah jaket berukuran besar berwarna hitam, dengan memadankan sebuah celana jeans warna terang. Pria itu memakai sebuah topi berwarna hitam. Dan pria itu terlihat begitu mirip dengan Nickhun, sahabat kecil Viollete.


"Nickhun?" gumam Viollete pelan seakan tak percaya dengan apa yang sudah dilihatnya dan masih berusaha untuk menemukan sosok pria itu dari kejauhan.


Namun pria itu sudah tidak terlihat lagi olehnya setelah pria itu menyebrang dan berbaur dengan keramaian di seberang, hingga akhirnya taxi yang sedang dinaiki Viollete mulai melaju kembali disaat lampu sudah menunjukkan lampu hijau.


"Tidak! Pasti aku salah lihat! Tidak mungkin Nick berada di Tokyo! Dia sedang berada di desa Wang Nam Khiao. Kalaupun dia datang ke Tokyo, dia pasti akan memberitahuku. Lagipula Nick pernah berkata padaku, jika dia takut naik pesawat. Benar ... benar ... itu pasti bukan Nick!!" gumam Viollete yang sebenarnya masih teringat dengan pria yang sedang menyebrang itu.


"Nona, kita sudah sampai." ucap sopir taxi itu membuyarkan angan Viollete.


Viollete segera melihat sisi sampingnya, rupanya benar-benar sudah sampai. Sebuah bangunan yang tinggi menjulang dan megah dengan nuansa hitam sudah berdiri dengan kokoh disampingnya.


Dengan langkah cepat Viollete mulai memasuki gedung megah itu. Namun ketika baru sampai di ruangan depan, tiba-tiba saja semua orang mulai menunduk untuk memberikan salam penghormatan untuk seseorang yang baru saja tiba. Dan hal ini sungguh membuat Viollete merasa kebingungan


Ada apa ini? Siapa yang datang? Mengapa mereka semua memberikan salam dan sambutan penghormatan seperti ini?


Batin Viollete masih celingukan untuk mencari tau siapa yang datang, namun belum terlihat sama sekali untuknya.


"Semuanya!! Tuan Kagami Jiro sudah datang! Berikan sambutan dan penghormatan untuk beliau!" titah seorang pria kembali menegaskan untuk seluruh karyawan yang berada di ruangan besar ini.


Kagami Jiro? Dia datang hari ini? Wah ... tidak aku sangka aku bisa bertemu dengannya saat ini.


Batin Viollete yang masih saja berdiri dengan tegap menunduk sedikitpun.


"Hei, Bocah! Cepat menunduk dan membungkuk! Masih anak baru dan mau bekerja disini, sebaiknya bersikaplah yang baik!!" ucap seorang gadis yang berada di sebelah Viollete menandaskan dengan cukup tegas.


Tak ada pilihan lain, akhirnya Viollete mulai membungkukkan badannya seperti dengan para karyawan yang lainnya. Namun sesekali Viollete sedikit mendongak untuk melihat Kagami Jiro, seseorang yang sudah menjadi target utamanya dalam balas dendamnya.


Namun Viollete harus lebih bersabar, karena pembalasan dendam kali ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama, kerena Viollete akan melalukannya dengan bertahap, hingga dia berhasil menjadi salah satu orang kepercayaan orang-orang penting di dalam Doragonshadou.


Setelah beberapa saat, akhirnya seorang pria paruh baya yang berusia kira-kira 51 tahun dengan setelan jaz hitam super mewah dan masih terlihat cukup kuat, berwibawa dan tampan mulai memasuki ruangan depan ini. Dia adalah Kagami Jiro, seorang petinggi utama dari Doragonshadou.


Sementara di belakangnya sudah ada beberapa pria dengan setelan jaz yang sangat rapi berjalan mengikutinya. Salah satu dari mereka berada paling dekat dengan Kagami Jiro, yaitu Igor, asisten pribadi Kagami Jiro.


Jadi dia yang bernama Kagami Jiro ya? Terlihat sangat kuat dan dingin. Hampir sama dengan papa.


Batin Viollete sedikit mendongak untuk melihat Kagami Jiro yang masih melenggang hingga akhirnya mulai meninggalkan ruangan ini besama asisten pribadinya. Semua orang mulai berdiri dengan tegap kembali setelah Kagami Jiro mulai memasuki elevator.


"Nona Viollete. Kamu sudah ditunggu oleh tuan Wilson di ruangannya!" ucap seorang karyawan wanita yang bertugas sebagai front office.


"Oh, baiklah. Aku akan segera kesana. Terima kasih." sahut Viollete lalu mulai melenggang meninggalkan ruangan itu. Dan mulai memasuki sebuah elevator.


Orang itu auranya sungguh sangat kuat. Membuat orang di sekelilingnya merinding.


Batin Viollete yang kembali teringat dengan sosok Kagami Jiro