The Goddess Of War

The Goddess Of War
Permainan Terakhir Untuk Viollete



Viollete menatap Ryuga datar dan mulai memberikan sebuah pertanyaan untuk seniornya yang cukup dingin dan menjengkelkan itu.


"Siapa orang yang paling senior suka dan siapa orang yang paling senior benci disini?" pertanyaan yang cukup simple itu mulai dilayangkan oleh Viollete tanpa ada maksud dan tujuan tertentu.


Dan sebenarnya Viollete memberikan pertanyaan simple itu hanya untuk kesenangan saja karena Viollete tidak ingin memberikan pertanyaan yang bersifat pribadi untuk Ryuga yang mungkin akan membuat senior dinginnya itu menjadi kurang nyaman.


Namun pertanyaan simple dari Viollete itu rupanya cukup membuat Ryuga menjadi sedikit risih hingga Ryuga mulai tersenyum miring menatap Viollete.


"Orang yang paling aku sukai di meja ini adalah tuan muda Kenzi, karena tuan muda Kenzi adalah seorang pemimpin yang kuat dan genius, namun sangat baik dan ramah." ucap Ryuga dengan senyum manis menatap Kenzi, dan Kenzi yang sedang menikmati segelas Cabernet Sauvignon miliknya hanya memberikan isyarat dengan sepasang matanya yang tajam namun teduh yang mengartikan dari keramahannya.


"Sedangkan orang yang paling aku benci adalah ..." kini Ryuga mulai beralih menatap Viollete dengan sepasang mata tajamnya yang begitu menusuk. "Kamu ... Viollete Karimova! Aku sangat tidak menyukaimu!" ucap Ryuga tanpa ada keraguan saat mengucapkannya, bahkan Ryuga seperti tak ada rasa segan sama sekali saat mengucapkannya.


"Aku tidak meminta senior Ryuga untuk menyukaiku. Jika memang tidak menyukaiku ya tidak menyukaiku saja. Dan senior bisa meminta kepada tuan muda Kenzi atau meminta kepada tuan Wilson untuk menempatkan aku pada tim lainnya. Aku tidak masalah kok mau ditempatkan di tim manapun. Karena aku hanya ingin bekerja." jawab Viollete seadanya masih dengan nada rendah dan menghormati Ryuga sebagai seniornya.


"Tidak ada yang boleh pindah tim! Kamu akan tetap menjadi tim yang akan dipimpin oleh Ryuga, Viollete!" ucap Kenzi mulai menandaskan. "Dan kamu Ryuga, kamu juga harus profesional. Viollete masih baru bergabung dengan kita, jadi sangat wajar jika dia masih memiliki kesalahan. Tugasmu adalah mengajari Viollete agar menjadi salah satu bagian dari Doragonshadou yang baik." imbuh Kenzi dengan bijak.


Tak ada pilihan lain. Ryuga hanya bisa mengiyakan perintah yang diberikan oleh Kenzi untuknya. Dan sebenarnya hal ini semakin menambah rasa tidak sukanya kepada Viollete.


"Baiklah. Maafkan aku, Tuan muda Kenzi. Sepertinya aku sudah sedikit mabuk." ucap Ryuga.


Lagi-lagi karena ulah dari Ryuga suasana menjadi kembali canggung, dan lagi-lagi Roy yang berusaha untuk mencairkan suasana kembali.


"Hhm. Baiklah. Sebaiknya permainan kita sudahi saja, dan kita lanjutkan dengan makan dan minum lagi." ucap Roy berusaha untuk mencairkan suasana kembali.


Ucapan dari Roy tentu saja sangat tidak diinginkan oleh Ryuga. Karena jika permainan dihentikan saat ini, itu berarti Ryuga tak bisa untuk mempermalukan Viollete seperti yang sudah direncanakan olehnya.


Dengan cepat Ryuga segera menghentikkan Roy yang berusaha untuk mengakhiri permainan itu.


"Tidak, Roy! Aku masih ingin memainkannya sekali lagi, karena saat ini adalah giliranku untuk memutar botol ini. Setelah itu baru kita akhiri." ucap Ryuga menatap satu persatu dari rekan kerjanya secara bergantian.


"Baiklah. Aku setuju saja" sahut Aya.


"Aku juga setuju. Setelah permainan terakhir kita bisa makan dan minum lalu pulang." sahut Lay Zhang yang juga menyetujui Ryuga.


"Bagaimana jika setelah ini kita pergi ke tempat karaoke bersama?" Kenzou yang baru saja datang dan duduk di bangkunya mulai mengusulkan sesuatu.


"Wah, ide bagus!! Aku setuju!" sahut Lay Zhang bersemangat.


"Aku juga setuju!" sahut Aya tak kalah bersemangat.


"Baiklah. Sudah diputuskan. Setelah ini kita akan pergi ke tempat karaoke!" sahut Kenzi tanpa meminta pendapat yang lainnya lagi, karena biasanya Ryuga dan Roy memang suka menyanyi.


Roy yang menyadari jika Viollete kurang terbiasa dengan tempat seperti itu merasa kurang menyetujui rencana ini, namun tak ada yang bisa dia lakukan apalagi untuk menentang keputusan dari kedua bosnya.


"Baiklah. Mari lanjutkan permainan terakhir kita malam ini." ucap Ryuga mulai memutar kembali botol itu dengan mengaturnya agar berhenti tepat menghadap Viollete.


Botol wine kosong itu terus berputar dan perlahan putarannya sedikit melambat, hingga akhirnya botol wine itu mulai berhenti tepat di depan Viollete seperti yang sudah perkirakan oleh Ryuga.


"Wah, sepertinya botol wine ini sangat sensi kepadamu, Vio!" celutuk Lay Zhang bertopang dagu menatap Viollete yang duduk di seberangnya.


"Ya, Lay Zhang. Sepertinya malam ini aku begitu sial." celutuk Viollete dengan senyum tipis.


"Senior Roy benar, Vio. Tidak perlu terlalu memikirkannya secara berlebihan, Vio." sahut Aya dengan senyum lebarnya.


"Hhm. Iya. Baiklah, kali ini aku memilih ..." ucap Viollete belum selesai menyempurnakan ucapannya dengan benar.


Gadis ini pasti akan memilih tantangan lagi. Karena sepertinya dia sangat tidak ingin jika orang lain mengetahui lebih tentangnya lagi. Ada sesuatu yang sedang dia sembunyikan dari orang. Atau dia memang lebih suka menyukai sebuah tantangan? Entahlah ... gadis desa ini sedikit misterius dan aneh! Kemampuan bela dirinya bukan seperti orang biasa saja!


Batin Ryuga menerka-nerka tentang Viollete. Dan rupanya perkiraannya adalah benar, karena kali ini Viollete mimilih seperti yang sudah diperkirakan oleh Ryuga.


"Kali ini aku akan memilih tantangan." jawab Viollete yang membuat Ryuga tersenyum miring penuh kepuasan.


BINGO!! Akhirnya kamu memilih tantangan lagi. Rasakan ini, Gadis desa!


Batin Ryuga yang sudah menyiapakan rencana liciknya untuk Viollete.


Bersambung ...



Profil biodata Cloud / Light :


Name : Cloud Karimova / Kin Light


Birth : 27 Juli


Zodiak : Leo


Hight : 179 cm


Weight : 57 kg


Age : 21 years old


Yang paling dibenci : Orang yang menyakiti Viollete


Yang paling disukai : Violllete / Kin Rui


Makanan faforite : Masakan Thailand, terutama masakan dari bibi Anne. Karena Cloud sudah sejak kecil berada di desa terpencil di Thailand.


Hobi : Makan, berlatih Muay Thay. Setelah pindah ke Tokyo hobinya bertambah bermain game dan membaca komik.


Cloud selalu terlihat ceria, dan sangat sulit untuk memahami suasana hatinya. Karena disaat sedang bersedihpun, Cloud akan selalu tampil ceria seakan tidak terjadi apa-apa. Bahkan jika Cloud sedang mengalami masa sulit atau hari yang berat, pemuda ini akan lebih memilih untuk melupakannya.


Bahkan saat kehilangan bibi Anne yang sudah dianggapnya seperti ibu kandungnya sendiri, kesedihan itu hanya terlihat begitu samar padanya. Padahal saat itu Cloud merasa sangat terpukul, terlebih bibi Anne meninggal karena sudah berusaha untuk menyelamatkan Cloud dari para preman pasar terapung.


Cloud, pemuda yang selalu terlihat ceria dan tidak memiliki beban hidup ini sangat suka bersenang-senang dan dimana pun mereka pergi, terutama jika bersama dengan kakak tersayangnya, Viollete. Terkadang suka dramatis. Namun Cloud memiliki karakter yang cukup baik, optimis, mudah bergaul dan cerdas dalam mengambil sebuah keputusan.


Setiap kali hidup memukul Cloud dengan keras atau sedang mengujinya, maka Cloud akan terus bertahan dengan segala kemampuannya dan tentunya masih bisa tertawa bahagia bersama teman dan orang-orang terkasihnya.


Cloud memiliki hati dan paras bak malaikat. Parasnya yang begitu tampan karena merupakan perpaduan dari darah kedua orang tuanya dan gen yang begitu sempurna. Meskipun lebih kental dengan darah Jepangnya, namun Cloud masih memiliki warna rambut keemasan seperti papanya yang memang memiliki keturunan seorang Rusia-Jepang.