The Goddess Of War

The Goddess Of War
Sebuah Kebetulan Atau ...



Belum sempat tinju Viollete melayang dan mengenai sasaran, tiba-tiba saja mulai terdengar suara seorang pria dari arah belakangnya dan membuat Viollete menahan bogem itu.


"Mengapa lama sekali, Vio? Aku sudah menunggumu cukup lama dari tadi disini lo." kini mulai terdengar suara seorang pria yang cukup tidak asing untuk Viollete.


Belum sempat Viollete berbalik, kini pemuda itu kini mulai berjalan beberapa langkah ke depan, dan berhenti tepat di hadapan Viollete saat ini. Senyuman dari pemuda itu kini mulai memudar saat melihat wajah Viollete yang memiliki banyak lebam dan luka.


Pemuda yang tak lain adalah Nickhun itu mulai terlihat murung dan mengkhawatirkan Viollete. Luka dan lebam itu terlihat begitu nyata dan membuat Nickhun yang melihatnya merasa begitu ngilu dan sakit.


"Vio, apa yang sudah terjadi? Mengapa kamu banyak terluka seperti ini?" ucap Nickhun begitu mengkhawatirkan Viollete.


Viollete mulai menurunkan tangannya dan melepaskan kepalannya lalu tersenyum tipis menatap Nickhun.


"Bukan apa-apa kok, Nick. Jangan khawatir. Ini hanyalah sebuah pekerjaan dan aku saja yang kurang cekatan hingga akhirnya tubuhku malah sedikit terluka." sahut Viollete dengan entengnya.


"Luka seperti ini kamu bilang sedikit?" ucap Nickhun hampir tak percaya karena Viollete begitu meremehkan semua itu. "Ayo pulang ke tempatku dulu! Aku akan mengobatimu dulu baru mengantarmu pulang!" tanpa meminta persetujuan dari Viollete kini Nickhun mulai menarik tangan Viollete begitu saja dan mulai memasuki sebuah busway yang kebetulan sudah datang.


Mereka berdua duduk di bangku paling belakang bersama, karena kebetulan di tempat itulah yang masih kosong.


Aku harus mencari tau tentang hubungan mama dengan Kagami Jiro. Namun ... melalui siapa? Tak ada berita apapun yang terekam kecuali foto bersama itu saja. Dan mengapa Kagami Jiro bisa sekejam itu hingga membunuh mama? Padahal di dalam foto bersama itu mereka terlihat cukup dekat. Ditambah lagi ... rupanya Kagami Jiro juga memiliki seorang putra sebelum si kembar Kenzi dan Kenzou. Putra yang disembunyikan dari masyarakat, bahkan putra sulungnya juga tak masuk ke dalam daftar keluarga besarnya! Alangkah baiknya jika aku bisa menemukan putranya yang hilang itu dan aku bisa sedikit memberikan pembalasan yang lebih sempurna untuk Kagami Jiro. Putra yang sangat dirindukannya dan sangat dinantikannya ... bagaimana jika aku mengakhirinya di hadapannya? Pasti itu akan sangat menyenangkan!! Ckk ... tapi itu masih membutuhkan perjalanan yang sangat panjang, Vio. Sebaiknya mulailah dengan yang berada di dekatmu dulu! Masih ada Kazuma, Kenzi, Kenzou, Yuna, Kagami Gumi. Mereka adalah orang yang sangat berharga untuk Kagami Jiro. Jika perlu lenyapkan juga Christal maupun keponakan tersayangnya Li Jingyi.


Batin Viollete menyeringai manis saat mengingat sebuah rencananya yang sudah disusun dengan matang olehnya dan sang papa. Semua hanya menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya satu persatu dengan apik dan rapi.


Sekarang aku harus bisa mendapatkan kepercayaan penuh dari Wilson dan Kagami Jiro! Agar aku bisa sedikit leluasa dan memegang kendali sistem di dalam Doragonshadou. Hhm ... dengan begitu aku juga bisa perlahan menjatuhkan Doragonshadou. Bahkan si kasar Ryuga juga tak akan seenaknya lagi berbuat kepadaku jika suatu saat aku sudah melampauinya! Aku ingin memberikan tamparan yang keras untuknya. Dan sebenarnya dia adalah salah satu targetku, yang juga harus aku lenyapkan suatu saat nanti ...


Batin Viollete malah sibuk sendiri dengan angan dan rencananya hingga melupakan keberadaan Nickhun yang sedang duduk bersama dengannya dan sudah berkicau panjang lebar, namun Viollete malah tak mendengarkan ucapan dari Nickhun yang sedang mengkhawatirkannya karena sebuah misi pengawalan itu.


"Vio!!" ucap Nickhun sedikit menaikkan intonasi bicaranya satu oktaf dan sukses membuyarkan angan Viollete, hingga Viollete mulai beralih menatap pemuda berdarah Thailand itu. "Apa kamu tak mendengarku?" imbuh Nickhun yang sebenarya sudah dibuat cukup kesal karena Viollete malah tak mengindahkan ucapan-ucapan dari Nickhun dari A sampai Z.


"Oh? Maaf, Nick. Aku malah melamun dan tidak mendengarkanmu." Viollete meringis dan sedikit menyibak rambutnya di belakang telinganya. "Apa yang kamu katakan tadi?"


Melihat tingkah Nickhun malah membuat Viollete tertawa renyah, namun akhirnya Viollete mulai teringat sesuatu dan berniat menanyakan hal itu kepada Nickhun.


"Nick, mengapa kamu berada di sekitar markas pusat Doragonshadou? Bahkan kamu juga masih mengenakan pakaian kerja yang begitu rapi?" tanya Viollete kebingungan menatap Nickhun yang masih rapi mengenakan setelan blazer berwarna hitam. "Apa kamu sengaja langsung pergi kesini dan menungguku?" imbuh Viollete menerka-nerka.


"Sebenarnya mulai hari ini aku bekerja di markas utama Doragonshadou, Viollete. Perusahaan penyalur keamanan rupanya mengirimku ke Doragonshadou. Dan rupanya aku ditempatkan di markas utama Doragonshadou." jelas Nickhun mulai berbicara dengan serius kembali.


"Oh ya? Wah ... ini seru sekali, Nick!! Berarti aku dan kamu satu tempat kerja!!" ucap Viollete begitu bersemangat dan sangat antusias.


"Hm. Iya, Vio. Aku juga tidak menyangka akan ditempatkan di Doragonshadou. Padahal aku masih belum berpengalaman untuk bisa diberi kepercayaan dan diterima di Doragonshadou yang begitu besar dan terkenal. Apa kamu tidak merasa jika ini sedikit aneh, Vio?" Nickhun mengerutkan keningnya menatap Viollete dan merasa jika semua itu sedikit aneh.


Namun Viollete malah terkekeh dan memukul pelan lengan kuat Nickhun, "Apanya yang aneh. Ini sangat adil, karena kamu adalah master dalam Muay Thai. Kamu pantas mendapatkan pekerjaan ini. Kamu pantas menjadi salah satu dari Doragonshadou, Nick! Kamu bahkan adalah guruku dalam berburu!" ucap Viollete dengan senyum lebar.


"Hhm..Terima kasih, Vio." sahut Nickhun yang sebenarnya masih kurang percaya jika Nickhun pada akhirnya juga bisa bekerja di Doragonshadou. Sesuatu yang belum pernah dibayangkan olehnya sebelumnya.


"Lalu kamu ditempatkan bagian apa, Nick?" tanya Viollete sangat ingin tau.


"Aku ditempatkan di divisi soldiers. Aku menjadi salah satu tentara di dalam klan Yokohama, atau biasanya dianggap sebagai lebah pekerjanya dalam organisasi ini. Itu penjelasan dari salah satu rekan kerjaku, Vio." ucap Nickhun menjelaskan sedikit yang dia tau. "Terkadang kami juga akan ditugaskan untuk mengawasi perusahaan-perusahaan ilegal seperti rumah bordil dan kasino. Dan juga kadang-kadang dapat diperintahkan untuk memukul atau membunuh."


Viollete mulai mengamati Nickhun dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan sepasang matanya yang sedikit menyipit.


"Hhm. Kalau dilihat-lihat ... kamu cocok kok untuk posisi itu, Nick. Tubuhmu besar dan kekar. Pasti akan ditakuti oleh mereka. Hanya saja ..." ucap Viollete mulai menghentikan ucapannya saat menatap wajah Nickhun kembali.


"Hanya saja apa, Vio? Apa aku kurang menakutkan?" potong Nickhun sedikit menaikkan kedua alisnya yang cukup tebal.


"Ya, kamu kurang menakutkan. Wajahmu masih terlalu imut untuk menjadi seorang soldier. Ahaha ... yang ada mereka malah akan terpesona dan tidak akan takut padamu. Ahaha ..." Viollete mulai tertawa renyah dan membuat Nickhun sedikit murung, namun sebenarnya Nickhun merasa cukup senang dan bahagia saat Viollete mengatakan dirinya imut.