The Goddess Of War

The Goddess Of War
Sebuah Misteri Di Masa Lalu ?



Selama beberapa saat Nickhun masih saja terdiam terpaku menatap foto itu. Nickhun seakan pernah melihat seorang gadis kecil yang berada di dalam figura itu. Sangat tidak asing dan begitu familiar!


Sepasang mata kecoklatan itu, senyuman yang begitu khas itu, semuanya sangat tidak asing untuk Nickhun. Setelah beberapa saat akhirnya Nickhun mulai teringat seorang gadis yang pertama kali ditemuinya 18 tahun lalu di desa Wang Nam Khiao.


Saat itu mereka bertemu secara tidak sengaja ketika Nickhun sedang mencari kayu bakar di dekat hutan. Dan Nickhun melihat seorang gadis kecil yang sedang bermain bersama seorang anak laki-laki yang lebih muda darinya.


Mereka berdua diawasi dan dijaga oleh seeorang pria saat itu. Dan gadia itu adalah Viollete Karimova yang sedang bermain dengan Cloud Karimova.


"Viollete ..." Nickhun mulai bergeming pelan sekali, bahkan Kagami Jiro tak mendengar ucapannya.


Mengapa tuan Kagami Jiro memiliki foto bersama Vio? Apa mereka pernah saling mengenal di masa lalu? Mengapa mereka terlihat begitu dekat? Sebenarnya siapa Viollete itu? Apakah ini ada hubungannya dengan identitas asli dari Viollete atau Kin Rui? Apakah nama Kin Rui memiliki sebuah rahasia besar di masa lalu?


Batin Nickhun yang masih saja jongkok dan terpaku cukup lama. Hingga akhirnya Kagami Jiro mulai mendatanginya dan kini sudah berdiri di hadapan Nickhun dengan kedua jemarinya yang disematkan pada saku celananya.


"Sudahlah. Biarkan saja petugas kebersihan yang membersihkannya." ucap Kagami Jiro membuyarkan angan dari Nickhun.


Dengan cepat Nickhun mulai berdiri kembali dan masih menggenggam kertas foto itu.


"Maafkan aku, Tuan Kagami Jiro. Aku sungguh tidak sengaja." ucap Nickhun masih merasa bersalah karena sudah merusak salah satu harta yang paling berharga untuk Kagami Jiro.


Yeap, tentunya sangat berharga! Karena Kagami Jiro memajangnya di atas meja kerjanya. Dan tentu saja itu akan membuatnya selalu teringat dengan gadis kecil itu.


Sebenarnya bukan hanya ada satu figura di atas meja kerja Kagami Jiro. Melainkan ada satu lagi, yaitu foto kedua putra kembarnya tentu saja.


"Tidak apa-apa, Nickhun Vihokratana!" jawab Kagami Jiro begitu ramah dan disertai dengan seulas senyum.


Mengetahui Kagami Jiro mengetahui nama Nickhun, tentu saja hal ini juga membuat Nickhun bertanya-tanya. Bagaimana bisa orang besar seperti Kagami Jiro mengingat dan mengetahui salah satu bawahannya. Bahkan Nickhun juga barunsaja bergabung dengan Doragonshadou, bahkan mereka baru bertemu pertama kali.


Nickhun mengangguk pelan dan merasa begitu kikuk. Namun Nickhun mulai mengulurkan foto kecil yang baru saja dipungutnya itu untuk Kagami Jiro.


"Ini milik tuan." ucap Nickhun tak berani untuk bertanya lebih lagi mengenai gadis yang tak lain adalah Viollete itu.


Karena Nickhun merasa tak pantas untuk mengetahui semua itu. Terlebih segala urusan seorang petinggi dari Doragonshadou yang selalu disegani dan dihormati semua orang. Hingga akhirnya Nickhun memutuskan untuk mencari tau sendiri.


Kagami Jiro mulai menekan sebuah tombol pada telpon duduk di atas mejanya dan lekas memberikan perintah untuk seseorang.


"Datang ke ruanganku dan bersihkan serpihan kaca di dalam ruanganku!" titah Kagami Jiro kepada seseorang.


Setelah memberikan perintah itu, Kagami Jiro mulai mengakhiri panggilan itu.


"Jadi, apa kamu benar berasal dari desa Wang Nam Khiao, Thailand?" tanya Kagami Jiro tiba-tiba.


"Benar, Tuan."


"Jadi kamu dan Viollete memang saling mengenal ya?"


"Kami adalah teman sejak kecil, Tuan." jawab Nickhun dengan jujur.


Belum sempat bertanya lebih lagi, tiba-tiba saja ponsel Kagami Jiro mulai bergering. Dan sepertinya itu adalah sebuah panggilan yang cukup penting karena Kagami Jiro segera mengangkatnya.


"Aku angkat telpon sebentar." ucap Kagami Jiro lalu berlalu meninggalkan Nickhun sembari mengangkat panggilan itu.


Aku masih sangat ingin tau hubungan antara tuan Kagami Jiro dan Viollete. Namun tidak mungkin aku bertanya langsung kepada tuan Kagami Jiro. Adakah sesuatu yang bisa aku lakukan?


Batin Nickhun mulai memikirkan sesuatu, hingga kini tiba-tiba saja pandangannya tak sengaja menatap sebuah pakaian hangat berwarna cream cerah yang masih tergantung di penggantungan khusus. Dan pada area kerah bajunya ada sehelai rambut berwarna hitam, tipis dan lurus.


Setelah cukup mempertimbangkannya dan mengawasi beberapa kamera CCTV di dalam ruangan ini, akhirnya Nickhun mulai memberanikan dirinya untuk mengambil sehelai rambut itu dan segera menyimpannya di dalam balutan sapu tangannya.


Maafkan aku, tuan Kagami Jiro. Tapi aku ingin sekali mengetahui hubungan kalian berdua. Namun, jika memang tuan Kagami Jiro adalah ayah dari Viollete ... lalu siapa sebenarnya tuan Buck Karimova? Sebenarnya hubungan macam apa ini?


Batin Nickhun segera menyimpan sapu tangannya kembali karena tiba-tiba seorang petugas kebersihan mulai memasuki ruangan ini dan mulai membersihkan serpihan kaca figura itu.


Tak beberapa lama Kagami Jiro juga sudah mulai kembali lagi dan segera meraih coat cream cerah yang tergantung di penggantungan lalu segera mengenakannya.


"Nickhun, kamu boleh kembali. Aku juga harus segera menghadiri sebuah pertemuan. Lain kali mari kita minum kopi bersama!" ucap Kagami Jiro yang sepertinya begitu tertarik ketika melihat sosok Nickhun.


"Baik, Tuan. Dengan senang hati. Itu adalah suatu kehormatan untukku bisa menemani tuan menikmati kopi." jawab Nickhun dengan ramah.


Kagami Jiro tersenyum tipis lalu mulai meraih sebuah tas pipih berwarna hitam yang berisi dengan laptopnya dan mulai melenggang meninggalkan ruangan kerjanya.


Sedangkan Nickhun juga mulai mengikutinya untuk segera kembali ke ruangan kerjanya. Kagami Jiro mulai memasuki sebuah elevator VIP. Namun ketika Nickhun masih saja menunggu di hadapan pintu elevator biasa di sebelahnya Kagami Jiro malah memanggilnya untuk ikut bersama dengannya.


"Masuklah bersamaku!" titah Kagami Jiro.


Perintah dari Kagami Jiro tentunya membuat Nickhun terkejut. Karena selama ini elevator di dalam Doragonshadou memang disediakan berdasarkan kelas. Dan kelas itu adalah VIP yang hanya bisa dipakai oleh karyawan tim eksekutif saja. Sementara elevator yang satunya adalah untuk karyawan biasa.


"Tapi, Tuan ... elevator itu hanya untuk VIP dan tim eksekutif. Aku merasa sangat tidak pantas untuk menggunakannya. Sebaiknya aku menunggu elevator biasa saja." jawab Nickhun dengan sopan dan ramah.


"Anggap saja kamu sedang melakukan pengawalan untukku! Masuklah!" titah Kagami Jiro lagi masih dengan nada yang sangat bersahabat.


Tak ada pilihan lain, akhirnya Nickhun mulai memasuki elevator VIP itu sesuai dengan perintah dari Kagami Jiro. Suasana di dalam elevator begitu hening dan tak ada perbincangan sama sekali, hingga akhirnya elevator itu mulai berhenti di sebuah angka yang merupakan lantai dimana Nickhun bekerja.


"Pergilah. Kamu bekerja di divisi soldier bukan?" ucap Kagami Jiro dengan seulas senyum.


Nickhun mulai mengangguk pelan lalu membungkukkan sedikit badannya untuk memberikan salam penghormatan dan mulai meninggalkan elevator itu.


Kagami Jiro hanya memandangi punggung Nickhun yang sudah berjalan semakin menjauh, hingga akhirnya pintu elevator itu mulai tertutup kembali.


...⚜⚜⚜...