The Goddess Of War

The Goddess Of War
Rencana Buck Karimova



Panggilan demi panggilan tak dihiraukan sama sekali oleh pemuda itu. Atau mungkin saja Viollete memang tidak mendengarnya. Pemuda itu sepertinya sudah terlihat mulai sedikit kesal, karena Viollete tak menanggapinya sama sekali. Hingga akhirnya kini pemuda itu mulai melepaskan salah satu headset Viollete begitu saja.


Viollete mengerutkan keningnya dan membuat sepasang alis indahnya berkerut saling berdekatan. Dan sebenarnya hal ini cukup membuat Viollete sedikit kesal dan merasa sangat terganggu. Hingga kini Viollete sudah bersiap untuk menyeprot penumpang yang sedang duduk di sampingnya.


Cckk ... siapa kali ini yang sudah berusaha untuk merusak mood-ku?


Batin Viollete tersenyum miring dan terlihat sangat kesal lalu mulai mengalihkan pandangannya menatap penumpang yang sedang duduk di sebelahnya.


Namun tiba-tiba sanyuman dingin Viollete mulai membeku hingga akhirnya berubah menjadi senyuman hangat. Seorang pemuda yang dianggap sudah merusak mood-nya pagi ini ternyata adalah Nickhun.


Nickhun terlihat sudah berpenampilan sangat rapi dan harum dan terlihat sangat berbeda dari biasanya yang selalu berpenampilan kasual, sederhana dan santai.


"Wah ... wah ... wah ... siapa pemuda ini? Sangat rapi dan terlihat begitu tampan!" ucap Viollete menggoda Nickhun habis-habisan karena penampilannya yang sangat berbeda.


Viollete juga tertawa renyah karena menurutnya ini sangat lucu. Lucu bukan karena Nickhun yang tidak pantas saat mengenakan pakaian formal dan rapi seperti itu. Namun Viollete merasa begitu lucu karena kali ini pemuda itu terlihat seperti bukan Nickhun yang selama ini dia kenal. Sangat berbeda!


"Vio, jangan bercanda dan jangan menggodaku seperti itu." ucap Nickhun dengan raut wajahnya yang terlihat sedikit murung. "Apa aku terlihat aneh dengan pakaian seperti ini?" imbuh Nickhun bertanya kepada Viollete dan berharap Violletw akan mengatakan pendapatnya dengan jujur.


"Hhm ... jika kamu tanya pendapatku sebenarnya ..." ucap Viollete mulai memicingkan sepasang mata kecoklatan itu menatap sahabatnya.


Kali ini Viollete mulai mengamati Nickhun dengan begitu detail, dari pakaian yang sedang dikenakan oleh Nickhun hingga juga wajah Nickhun. Bahkan kini Viollete mulai meraih dagu Nickhun dengan jemari kanannya lalu membolak-balikkan wajah pemuda Thailand itu ke sisi kanan dan kiri beberapa kali.


"Apa yang sedang kamu lakukan, Vio?" protes Nickhun yang hanya sebatas verbal saja, karena sebenarnya di dalam hatinya Nickhun merasa cukup senang.


"Hhm. Aku sedang berusaha untuk melakukan penilaian untukmu, Nick." guman Viollete lalu sedikit mundur dan mulai melipat tangan kirinya du bawah dada dan tangan kanannya mengusap pelan dagu indah berbentuk V shape miliknya yang sangat mirip dengan dagu Kagami Jiro. "Menurutku ini tidak terlalu buruk kok."


"Hanya itu saja? Apakah kamu tidak bisa memberikan penilaian yang lebih detail, Vio?" tanya Nickhun membelalakkan matanya seakan tidak terima dan belum puas dengan penilaian dari Viollete.


Karena Viollete sudah cukup lama mengamati dirinya, namum hanya jawaban seperti itu saja yang Viollete berikan untuk Nickhun?


"Hhm. Kamu maunya seperti apa? Tidak terlalu buruk juga bukankah itu sudah lumayan bagus untukkmu? Secara kamu tidak pernah mengenakan pakaian seperti ini sebelumnya." Viollete berkata dengan mengerucutkan bibirnya dan sedikit menyikut lengan kuat Nickhun.


"Hehe iya juga sih. Tapi sebenarnya aku merasa sedikit aneh saat mengenakan pakaian formal seperti ini, Vio. Dan ini seperti bukan diriku saja." ucap Nickhun mulai duduk menghadap depan kembali dan bersandar pada sandaran kursinya.


"Tidak aneh kok. Kamu sangat cocok mengenakan pakaian itu." ucap Viollete dengan jujur. "Oh iya, kamu mengapa naik busway ke arah sini juga?" imbuh Viollete ingin tau.


"Wah benarkah? Pakaian ini Cloud yang memilihkan untukku. Hehe ... aku sama sekali tidak mengetahui style yang bagus dan keren." Viollete menyauti dengan kekehannya yang terdengar begitu renyah.


Kini sebuah bangunan yang bernuansa gelap, namun terlihat begitu mewah dan sangat menakjubkan itu sudah terlihat di depan melalui kaca bening dari busway itu.


"Nick, aku sudah hampir sampai. Aku turun dulu ya!!" kini Viollete mulai menggendong kembali ransel kecilnya dan mulai melewati Nickhun begitu saja.


"Okay. Semoga hari pertama bekerjamu menyenangkan dan lancar, Vio!! Semangat!!" ucap perpisahan dari Nickhun dengan senyum lebar sebelum Vioete turun dari busway itu.


"Hhm. Kamu juga ya!! Semangat!!" sahut Viollete yang sudah bersiap untuk turun dari busway itu.


...⚜⚜⚜...


Seorang pria paruh baya dengan kacamata minusnya yang selalu bertengger dengan manis di atas tulang hidungnya yang mancung terlihat sedang berdiri dengan tegap menatap sisi luar pekarangan rumahnya dari dalam sebuah ruangan.


Sementara di belakangnya sudah ada seorang pria berkumis tipis yang sedang berdiri tak jauh darinya.


"Jadi pemuda Thailand itu baru saja sampai di Jepang beberapa hari yang lalu dan sekarang sudah mendapatkan pekerjaan di Yokohama? Dan dia akan bekerja di salah satu perusahaan di divisi keamanan? Begitu, Chai?" ucap pria berkacamata yang memiliki rambut berwarna keemasan dan sudah sedikit beruban itu. Dan sebenarnya parasnya sedikit kebulean.


"Benar sekali, Tuan. Dan sesuai dengan yang sudah tuan Buck Karimova perintahkan. Nickhun akan segera disalurkan perusahaan tersebut ke dalam perusahaan Doragonshadou." ucap kaki tangan pria paruh baya itu.


"Bagus sekali! Ini adalah sebuah jackpot untukku!" Buck Karimova mulai menyeringai menakutkan dan mulai berbalik menatap Chai. "Kini aku juga akan memiliki sebuah senjata lagi untuk membantu Viollete dalam menjalankan balas dendamnya! Sebuah senjata yang cukup kuat untuk mengimbangi dan menyempurnakan Viollete dalam misi kali ini! Bahkan senjata ini bisa menjadi sebuah tameng yang kuat untukku sekaligus!! Gyahahaha ..." Buck Karimova tertawa begitu menggelegar dan terlihat seperti seorang iblis yang begitu menyeramkan.


"Aku tak akan melewatkan sebuah kesempatan emas ini! Nickhun Vihokratana!! Pilihanmu untuk datang ke Jepang adalah sangat tepat dan tentu saja akan sangat menguntungkanku! Kamu akan melakukan apapun untuk Viollete!! Bagus sekali!!" ucapan dari Buck Karimova terdengar begitu lantang dan mencekam hingga menggelegar di seluruh ruangan ini.


Suaranya dipenuhi dengan aura kelam yang sangat menakutkan dan membuat bulu kuduk siapa saja yang mendengarkannya akan merinding dalam seketika.


"Selanjutnya biarkan saja mereka berdua selalu bersama. Namun laporkan setiap apapun yang terjadi kepadaku! Kali ini aku tak akan menghalangi kebersamaan mereka." ucap Buck Karimova kembali menyeringai menakutkan dan terlihat seakan sudah mempersiapkan sesuatu yang begitu buruk dan licik untuk rencana balas dendamnya.


"Baik, Tuan. Dipahami!" sahut Chai dengan nada bicara yang begitu patuh.


...⚜⚜⚜...