The Goddess Of War

The Goddess Of War
Menangkap Pemuda Mesum



Viollete mulai meraih sebuah besi penggantung di atas pintu busway lalu mengayunkan badannya beberapa kali hingga akhirnya Viollete menghempaskan tubuhnya keluar dari busway itu.


HUUPPHH ...


Viollete mendarat dengan sangat sempurna di pinggiran jalan dengan sedikit jongkok dan mulai menatap tajam ke arah depan.


"Perfect ..." gumam Violete menyeringai menatap seorang pemuda yang sedang berlari tak jauh dari hadapannya.


Kini Viollete mulai berdiri dan segera berlari untuk mengejar pemuda itu kembali. Kecepatan berlari dan teknik untuk berlari dengan nafas yang selalu stabil terlihat jika Viollete adalah seorang pelari yang handal.


Meskipun berlari terlihat begitu simpel dan sepele, namun sebenarnya ada teknik dalam melakukannya dengan benar agar tetap bisa menghindari terjadinya cedera. Cara berlari yang benar juga akan membuat pelari juga tidak mudah kelelahan. Dan tentu saja semua itu butuh pembelajaran dalam beberapa posisi yang dianjurkan saat berlari.


Viollete mulai mengadapkan pandangan ke depan dengan lurus. Viollete juga menghindari untuk melihat ke bawah kaki saat berlari, karena ini akan menimbulkan ketegangan pada leher dan bahunya. Hal ini bertujuan untuk menjaga posisi rahang dan lehernya dalam keadaan rileks.


Viollete juga menegakkan dada dan selalu menjaga tubuhnya agar tetap rileks. Karena otot yang kencang akan menghalangi pernapasan, jadi Viollete selalu mengupayakan untuk mempertahankan postur yang rileks saat berlari.


Postur berlari ideal adalah dengan menegakkan tubuh tanpa menimbulkan ketegangan di bagian dada dan perut. Dengan begini, Viollete akan bernapas lebih maksimal dan lebih lancar sehingga tidak cepat untuk merasa lelah atau merasa sesak saat berlari.


Saat berlari juga harus menjaga posisi pinggul agar tetap stabil dan mengarahkan sedikit ke depan. Posisi ini juga sangat penting untuk mencegah cedera pada punggung dan pinggang.


Tak hanya itu saja, Viollete juga harus memperhatikan posisi lututnya. Karena kali ini Viollete akan melari dengan jarak dekat maka Viollete mulai menjaga posisi lututnya agar lebih rendah. Dan hal ini bertujuan untuk selalu menjaga energi tubuh ketika berlari.


Satu lagi, Viollete juga menggunakan bagian tengah kaki untuk menginjak. Viollete selalu menghindari bertumpu pada tumit atau bagian depan kaki. Selain itu, Viollete juga melangkahkan kaki dengan ringan agar tidak menimbulkan ketegangan pada tubuhnya saat sedang berlari. Berapa pun berat badan, kaki tidak perlu menapak terlalu keras.


Pelatihan dan teknik itu sudah sangat melekat pada diri Viollete bahkan sudah seperti makanan sehari-hari saat Viollete saat mengalami latihan setiap harinya ketika dia sedang berada di desa Wang Nam Khiao.


Berlari, berburu, pertarungan, menggunakan beberapa senjata api laras panjang maupun senjata api laras pendek, menggunakan sniper, memanah, bernafas di dalam air dengan waktu yang cukup lama, memanjat tebing, dan semua latihan berat lahinnya sudah seperti makanan sehari-hari untuknya.


Belum lagi hukuman-hukuman berat yang akan selalu Viollete dapatkan dari Buck Karimova, jila Viollete tidak bisa menyelesaikan latihannya dengan sempurna seperti yang Buck Karimova perintahkan.


Namun sepertinya Buck Karimova masih saja melewatkan sesuatu. Yeap, masih ada satu yang terlewat dan belum bisa dikuasai oleh Viollete dengan baik. Dan saat ini Viollete sedang berusaha untuk mencari cara untuk mengatasi kelemahannya itu.


Dan kelemahan itu adalah seperti yang sudah terjadi dalam beberapa hari yang lalu saat Viollete sedang menjalankan sebuah misi dari under boss Doragonshadou, yaitu tubuh Viollete belum sepenuhnya bisa mengatasi bau asap rokok yang berlebihan dan juga mencium bau alkohol yang berlebihan.


BBUUHHGG ...


Serangan dari Viollete berhasil untuk memperlambat pergerakan dari pemuda mesum itu. Hingga mengakibatkan tubuh pemuda mesum itu sedikit terhuyung dan hampir saja terjatuh.


Disaat jarak mereka berdua sudah semakin dekat, kini Viollete mulai melayangkan tendangan lurus ke depan dan berhasil mengenai tengkuk pemuda mesum itu hingga berhasil menguncinya dengan menjepitnya pada sebuah pohon yang berukuran cukup besar.


"Argghh ... leherku sakit sekali!! Gadis gila ini sudah seperti monster gila saja!!" ucap pemuda mesum itu menahan sakit dari tengkuknya karena mendapatkan tekanan kuat dari telapak kaki Viollete yang menabrakkannya pada sebuah pohon besar itu.


"Serahkan ponselmu padaku!!" perintah Viollete tanpa mengurangi tekanan kakinya.


"Apa yang mau kau lakukan dengan ponselku?! Pergi saja kamu sana, Gadis kasar!!" umpat pemuda itu berusaha untuk melepaskan diri dari serangan Viollete, namun percuma saja tekanan dari Viollete sangat kuat dan tak akan mudah untuk dipatahkan oleh orang biasa yang tak memiliki ketrampilan bela diri apapun, meskipun dia adalah seorang pria.


"Serahkan ponsel itu atau aku akan benar-benar mematahkan lehermu!!" Viollete mulai menegaskan kembali dan semakin memperkuat tekanan injakan dari telapak kakinya.


"Arghh ... leherku ..." erang pemuda itu mulai terlihat sangat kesakitan. "Baiklah ... baiklah ... aku akan memberikannya untukmu. Tapi lepaskan aku dulu dan biarkan aku bernafas dulu." ucap pemuda mesum itu.


Viollete mulai menurunkan kakinya dan memberikan kesempatan untuk pemuda mesum itu selama beberapa saat. Pemuda itu memegangi leher dan tengkuknya dan terlihat mulai mengatur nafasnya kembali.


Namun sepertinya pemuda ini masih tidak berubah dan sangat menyepelekan Viollet, hingga akhirnya pemuda berambut mowhak itu mulai berlari kembali dan meninggalkan Viollete begitu saja.


"Dasar gadis kasar dan bodoh!! Mudah sekali aku menipu dia. Ahaha ..." pemuda itu tertawa renyah dan dan terlihat puas karena sudah mempermainkan dan membodohi Viollete.


Sesekali pemuda itu menoleh ke belakang, untuk melihat Viollete yang kembali mengejarnya atau tidak. Namun kening pemuda berambut mohak itu seketika mengkerut ketika tak melihat Viollete di belakangnya. Dan perlahan pemuda itu mengurangi kecepatan berlarinya.


"Dimana gadis kasar yang bodoh itu?! Cihh ... pasti dia sudah merasa lelah mengejarku hingga akhirnya menyerah. Hehe ..." ucap pemuda itu dengan penuh percaya diri.


Hingga akhirnya kini pemuda itu mulai menoleh kembali ke arah depan dan seketika pemuda itu merasa begitu terkejut dan segera berhenti berlari. Di hadapannya sudah bediri seorang gadis yang sejak tadi sudah mengejarnya. Gads itu tersenyum sinis menatap pemuda mesum itu.


"Apa kau sedang mencariku?!" ucap Viollete masih dengan senyuman yang begitu sinis menatap pemuda itu. "Rasakan ini karena sudah berani menipuku!! Hiiatthh ..." Viollete melakukan sebuah tendangan putar dengan kekuatan minimun dan sukses mengenai leher pemuda itu hingga pemuda itu mulai terjatuh begitu saja di atas lantai jalanan.


Viollete melenggang mendekati pemuda itu dan mulai menginjak dada pemuda itu dengan sedikit penekanan.