The Goddess Of War

The Goddess Of War
Bersama Cloud



Akhir pekan ini Viollete dan Cloud memutuskan untuk mengunjungi sebuah tempat perbelanjaan yang cukup besar di Tokyo. Sebenarnya Viollete tidak terlalu menyukai saat mengunjungi tempat-tempat keramaian seperti itu.


Namun karena Cloud yang meminta Viollete untuk menemaninya untuk membeli beberapa pakaian dan perlengkapan kuliah lainnya akhirnya Viollete terpaksa pergi dan menemani adik tersayangnya. Yeap, karena selama ini kakak beradik ini memang sangat kompak dan saling menyayangi satu sama lain.


Kini mereka mulai berjalan-jalan santai dan mengelilingi beberapa toko di pusat perbelanjaan di Tokyo itu untuk melihat-lihat sesuatu yang sedang Cloud butuhkan saat ini.


Namun tiba-tiba saja Viollete mulai menjatuhkan sesuatu dari dalam tas hitam kecilnya ketika mau mengambil sebuah ikat rambut untuk mulai mengikat rambutnya kembali. Karena sejak dari tadi Viollete hanya membiarkan rambutnya tergerai begitu saja, karena baru saja keramas.


"Kartu apa ini, Kak Vio?" Cloud mulai memungut sebuah kartu yang menyerupai kartu kredit berwarna keemasan yang sudah Viollete jatuhkan tadi.


"Hhm?" Viollete yang sedang mengikat rambutnya kini mulai melihat kartu keemasan yang sudah dipungut oleh Cloud. "Oh, itu adalah kartu pemberian dari tuan Yamaguchi. Kartu untuk berbelanja sepuasnya dan tidak memiliki limit." imbuh Viollete yang sama sekali terlihat begitu tak tertarik sedikitpun.


"Y Fashion?" gumam Cloud mulai membaca kartu keemasan itu dengan kening berkerut. "Bukankah itu adalah salah satu industri pakaian branded yang super keren dan mewah, Kak Vio? Termasuk dalam pakaian terbaik di seluruh Jepang?"


"Kakak tidak tau tentang semua itu, Cloud. Bahkan kakak tidak tau mau memakai kartu itu untuk apa? Kamu tau bukan, jika kakak tidak suka berbelanja."


"Tentu saja untuk berbelanja pakaian berkelas dan super mewah, Kak!! Dan semua pakaian itu bisa kita dapatkan sepuasnya dan gratis dengan memakai kartu ini!! Ini keren sekali!!" ucap Cloud begitu bersemangat.


"Ahh ... begitu ya. Jika kamu mau, kartu itu untukmu saja deh." ucap Viollete sangat tidak peduli dengan kartu keemasan itu.


"Jangan donk, Kak Vio! Aku hanya akan meminjamnya sebentar saja dari kakak. Hehe ..." ucap Cloud tertawa kecil. "Oh iya. Kalau boleh tau bagaimana kak Vio bisa mendapatkan kartu sekeren ini?" tanya Cloud begitu penasaran.


"Tuan Yamaguchi memberikannya untuk kakak secara cuma-cuma, karena kakak yang berhasil menyelamatkan putrinya yang diculik di Ginza." sahut Viollete begitu datar.


"Saat kakak mendapatkan misi dari Doragonshadou?" Cloud berusaha untuk menebak.


"Hhm. Kau benar sekali, Cloud. Padahal kakak sudah menolaknya saat itu juga, tapi tuan Yamaguchi memaksa kakak untuk menerima kartu ini."


"Ahh ... untung saja tuan Yamaguchi memaksa kakak untuk menerima kartu ini ya. Ayo sekarang kita manfaatkan saja kartu ini, Kak!!" Cloud mulai menarik lengan Viollete dan mengajaknya mendatangi salah satu cabang Y Fashion yang berada di tempat perbelanjaan ini.


Mereka berdua mulai memasuki toko pakaian yang begitu berkelas itu. Beberapa pakaiannya ada yang dipajang pada patung manekin, namun ada juga yang digantung di hanger penggantungan.


"Whoa ... ini keren sekali kak. Ayo bantu aku pilihkan pakaian untukku, Kak. Aku harus memiliki beberapa pakaian keren dan berkelas, Kak. Agar sesuai dengan wajah tampanku. Hehe ..." kini Cloud mulai melihat-lihat beberapa pakaian untuknya.


Viollete mulai duduk di sebuah bangku sambil menunggu Cloud yang sedang memilih beberapa pakaian. Tiba-tiba saja Viollete mulai teringat dengan sosok pria yang dilihatnya di lampu merah itu, pria yang samgat mirip dengan Nickhun. Hingga akhirnya Viollete mulai mencari ponselnya di dalam tasnya untuk menghubungi Nickhun.


Namun belum sempat mengambil benda pipih itu, kini Viollete menyadari jika sudah ada sesuatu yang sudah hilang dari dalam tasnya. Sesuatu yang cukup berharga untuknya dan merupakan pemberian dari Nickhun sebelum Viollete meninggalkan Wang Nam Khiao. Dan sebenarnya itu adalah buatan bibi Anne saat bibi Anne masih hidup.


Sebenarnya bukan sesuatu yang sangat berharaga dan mahal, namun karena benda sederhana itu telah meninggalkan sebuah kenangan bersama sahabat kecilnya, Nickhun dan juga bibi Anne.


Viollete yang bersedih dan menangis karena harus meninggalkan desa Wang Nam Khiao saat itu membuat Nickhun memberikan sebuah sapu tangan untuknya, sebuah sapu tangan khusus dan sudah diberi sebuah nama Viollete masa sisi sampingnya dan dibuat oleh bibi Anne.


Sebenarnya sudah lama bibi Anne ingin memberikannya untuk Viollete, namun rupanya umurnya tak cukup lama, dan tak sempat lagi untuk berjumpa dan bertemu lagi dengan Violletw dengan memberikan hadiah itu, hingga akhirnya Nickhun menyimpannya saat itu dan baru memberikan untuk Viollete saat Viollete akan berangkat le Jepang saat itu.


"Dimana sapu tanganku?" gumam Viollete yang terlihat begitu kebingungan dan masih berusaha untuk mencari sapu tangan berwarna baby blue itu, namun Viollete tak juga menemukannya. "Aneh, mengapa bisa menghilang begitu saja? Apa terjatuh? Sepertinya tidak terjatuh. Malam itu saat di pelabuhan Pier 10 masih ada! Apa jangan-jangan terjatuh saat ada pertarungan itu? Aku harus kesana setelah ini." gumam Viollete pelan.


Tiba-tiba saja Cloud sudah datang kembali, dan kali ini Cloud datang dengan senyum lebar dan segera menarik lengan Viollete untuk pergi ke pakaian wanita.


"Kak Vio. Coba beberapa pakaian yang sudah aku pilih ini!" tiba-tiba saja Cloud langsung memberikan beberapa pakaian yang berbau girly dan beberapa lainnya pakaiam kasual untuk Viollete.


"Mengapa kakak harus mencobanya? Kakak tidak mau!" sahut Viollete yang sebenarnya.sangat malas untuk mengenakan pakaian-pakaian itu.


"Ayolah, Kak Vio! Aku mohon padamu, Kak!" Cloud kembali merengek untuk mendapatkan hati Viollete dan akhirnya dia memang berhasil membuat Viollete melakukannya.


Viollete segera mengambil beberapa pakaian itu lalu mulai memasuki kamar ganti untuk memulai mencoba pakaian demi pakaian seperti permintaan sang adik.


Dan setiap Viollete berganti pakaian, tanggapan Cloud selalu saja bersemangat dan berlebihan, seperti ...


"Wah, sudah aku duga!! Kakakku memang sangat cantik! Jika kakak sedikit berdandan dan memperhatikan penampilan kakak, pesona kakak semakin terpancar lo. Dan pasti akan membuat para pria jatuh cinta dengan kakak! Cantik sekal!" ucap Cloud saat melihat Viollete mengenakan sebuah gaun tanggung yang begitu indah dan manis.


Viollete dengan ekspresi yang begitu malas mulai menjawah Cloud, "Kakak tidak mau memakai pakaian seperti ini!! Dan untuk apa kakak memakai pakaian seperti ini?"


"Untuk menghadiri sebuah perayaan tertentu dong. Tentu saja suatu saat kakak akan sangat membutuhkannnya. Kita sedang hidup di kota besar, Kak! Bukan di desa kecil lagi. Pokoknya kakak harus mengambil semua pakaian yang sudah aku pilihkan untuk kakak ini!"