
"Tidak ada satupun rekaman CCTV yang tertangkap di dalam tempat perbelanjaan itu yang menangkap rekaman tuan muda Kazuma, Tuan Kagami Jiro. Bahkan rekaman CCTV di sepanjang jalan dimana tuan muda Kazuma meninggalkan tempat perbelanjaan itu juga tidak ditemukan sama sekali. Rekaman CCTV yang kami temukan hanyalah ketika tiba-tiba saja tuan muda Kazuma berlari saat menyebrangi jalan, dan akhirnya mulai tertabrak oleh sebuah mobil yang sedang melaju dengan sangat kencang. Tuan muda Kazuma terlihat begitu terburu-buru saat itu. Dia berlari, seakan-akan seseorang sudah berusaha untuk mengejarnya." jelas Igor, asisiten pribadi Kagami Jiro menjelaskan.
Kagami Jiro yang sedang duduk di kursi kerjanya mulai menautkan kedua jemarinya dengan kedua tangannya yang berada di atas meja kerjanya. Sementara sepasang mata kecoklatannya itu masih menatap lekat laptop di hadapannya untuk mengamati sebuah video saat detik-detik Kazuma mengalami kecelakaan.
Bahkan berulang kali Kagami Jiro memutar video itu untuk memeriksa sesuatu, namun Kagami Jiro tak juga menemukan sosok lain yang terlihat mencurigakan.
"Semuanya benar-benar bersih tak ada yang tersisa. Melihat Kazuma yang sedang terburu-buru saat itu, sepertinya memang ada seseorang yang sedang berusaha untuk mengejar Kazuma saat itu." ucap Kagami Jiro menyimpulkan. "Bagaimana dengan ponsel Kazuma? Apa kamu menemukan sesuatu, Igor?"
"Tidak ada panggilan ataupun pesan yang mencurigakan, Tuan. Panggilan terakhir adalah panggilan masuk dari tuan muda Kenzou saja." jawab Igor kembali.
Tentu saja Igor juga tak bisa menemukan riwayat panggilan keluar untuk Viollete pada ponsel Kazuma, karena sebelumnya Viollete juga sudah meminta kepada Kazuma untuk menghapus semua riwayat obrolan dengan dirinya, dengan menggunakan alasan yang masih sama.
Apa lagi alasan itu jika tidak Viollete yang merasa tidak pantas memiliki hubungan dekat dengan Kazuma, putra bungsu dari bos besarnya. Dan saat itu Kazuma juga dengan patuh mengikuti semua permintaan dari Viollete untuk menghapus riwayat obrolan itu tanpa rasa curiga sedikitpun kepada Viollete.
"Kalau begitu periksa semua mobil yang berada di lokasi kejadian saat itu! Salah satu dari mobil itu pasti akan menangkap sebuah gambar yang akan memberi kita petunjuk! Dengan Dashcam atau kamera dashboard yang terekam oleh beberapa mobil itu, semoga saja salah satu darinya bisa berguna!" titah Kagami Jiro lagi mulai melakukannya dengan cara lainnya.
Yeap, dashcam / kamera dashboard, sebuah teknologi yang bisa merekam video perjalanan secara real time oleh setiap mobil, sehingga setiap momen atau insiden yang terekam saat berkendara bisa ditampilkan secara akurat.
Dan akan ada sedikit peluang dan harapan meskipun begitu kecil, beberapa kamera dashboard dari beberapa mobil itu kemungkinan akan menangkap sesuatu yang telah disembunyikan dengan baik oleh seseorang.
Mungkin seperti itulah yang sedang dipikirkan oleh Kagami Jiro.
"Baik, Tuan ..." jawab Igor dengan nada yang begitu rendah.
"Waktumu 3 hari! Dan kamu harus membawakan berita yang berguna untukku! Jika kamu bisa menyelesaikan semua yang aku tugaskan kurang dari 3 hari, maka aku akan memberimu bonus dan tunjangan. Namun jika kamu gagal, aku akan memberikan pinalti untukmu!" titah Kagami Jiro dengan sangat tegas.
"Ti-tiga hari harus bisa menemukan sesuatu itu?" tanya Igor membulatkan sepasang matanya menatap Kagami Jiro.
"Kenapa? Apakah waktu itu terlalu banyak untukkmu? Baiklah ... kalau begitu aku akan menguranginya. Kini waktumu hanya 2 hari saja!" ucap Kagami Jiro dengan mudahnya.
"Tid-tidak, Tuan. Baiklah ... tiga hari saja ..." ucap Igor dengan cepat.
Karena waktu 3 hari saja sebenarnya cukup kurang bagi Igor untuk mencari semua mobil yang saat itu sedang berada di lokasi kejadian saat Kazuma mengalami kecelakaan. Belum lagi Igor masih harus memeriksa masing-masing dari kamera dashboard yang terpasang pada masing-masing mobil tersebut.
"Hhm. Cepat pergilah dan lakukan pekerjaanmu dengan baik!" titah Kagami Jiro lagi.
"Baik, Tuan." sahut Igor sambil membungkukkan badannya dan segera meninggalkan ruangan kerja Kagami Jiro.
"Jika memang ada seseorang yang berusaha untuk mencelakai Kazuma saat itu, maka dia adalah orang yang cerdas! Karena dia bisa menghapus semua jejaknya dengan sangat baik. Namun kali ini kau sedang berhadapan dengan orang yang salah! Aku adalah Kagami Jiro! Bersembunyi dimanapun, pasti aku akan segera menemukanmu! Dan aku akan membalas semua yang telah kau lakukan terhadap Kazuma, putraku!!" geram Kagami Jiro mengepalkan kedua tangannya dan mengeraskan rahangnya.
Raut wajah Kagami Jiro terlihat begitu kelam dan menakutkan. Auranya seketika berubah menjadi begitu gelap.
...⚜⚜⚜...
Seorang wanita paruh baya, namun masih terlihat begitu cantik dan awet muda masih terlihat duduk di samping brankar. Wanita yang tak lain adalah Yuna kini sedang menangisi putra bungsunya yang masih terbaring lemah dan tak sadarkan diri.
Menyaksikan Kazuma yang masih saja koma dan belum mengalami kondisi yang mulai membaik, tentu saja rasanya begitu membuat sesak dan sedih Yuna. Wajahnya terlihat begitu pucat, beberapa selang dan perban juga melilit beberapa bagian dari tubuhnya.
Yuna masih menangis dan memeluk tubuh Kazuma. Tak bosan Yuna selalu memanggil nama Kazuma dan selalu memnerikan semangat untuk putra bungsunya itu agar segera terbangun dan tersadar kembali dari komanya. Agar Kazuma bisa kuat melawan keadaan saat ini!
"Kazuma ... bangunlah, Sayang. Jangan seperti ini ... hiks ... ibu rindu sekali kamu yang selalu saja berbuat jahil kepada ibu, ibu rindu membangunkanmu saat pagi tiba, ibu bahkan juga rindu ketika kamu selalu membuat berantakan seiisi kamarmu, Sayang. Bangunlah, Kazuma. Ibu janji ... ibu tak akan marah-marah lagi saat melihat kamarmu yang selalu berantakan. Ibu juga berjanji ibu tak akan mengomelimu hanya karena sulit untuk membangunkanmu saat pagi. Bangulah, Putraku. Bangunlah ... hiks ..."
Yuna kembali terisak dan kali ini sudah duduk dan masih menggenggam erat jemari Kazuma yang masih hangat, menandakan jika masih ada kehidupan disana.
Sepasang mata Yuna sudah terlihat sembab karena sudah terlalu lama menangis. Bahkan Yuna selalu saja bersikeras untuk selalu berada di rumah sakit untuk menjaga dan menemani Kazuma.
"Ibu. Pulang dan istirahatlah ... biarkan kami yang menjaga Kazuma." sebuah suara yang begitu hangat kini mulai didengar oleh Yuna tepat berada pada daun telinganya.
Pelukan hangat juga mulai dirasakannya dari arah belakang. Rupanya Kenzie yang memeluk Yuna, sedangkan di sampingnya ada Kenzou yangnsudah berdiri dengan tegap dan menapat nanar Yuna dan juga Kazuma.
"Ibu tidak mau pulang. Ibu mau menemani Kazuma disini! Ibu hanya akan pulang bersama dengan Kazuma. Hiks ..." Yuna menyauti dan mulai terisak kembali.
Menyaksikan Yuna yang begitu rapuh saat ini, tentu saja membuat Kenzi dan Kenzou merasa sesak dan bersedih. Namun mau seperti apapun membujuk Yuna, Yuna masih saja bersikeras untuk tidak mau meninggalkan Kazuma.