
Suasana malam yang begitu dingin dan mencekam menyelimuti kawasan perumahan elit dan sangat khusus di daerah Ginza, Tokyo. Kawasan ini adalah kawasan khusus dan tidak bisa dimasuki dan di akses oleh sembarang orang. Karena sebenarnya kawasan ini adalah salah satu kawasan sebuah gangster yang cukup ditakuti di Ginza.
Tiga orang dengan pakaian serba hitam dan memakai masker berwarna hitam untuk menutupi sisi wajah bagian bawahnya terlihat sedang mengendap-endap dan melompat dari atap ke atap untuk mencapai sebuah bangunan utama yang terletak di tengah-tengah kompleks perumahan elite dan sangat ketat dengan penjagaannya ini.
Mereka bertiga sudah berhasil melewati penjaga utama dan membuatnya pingsan tanpa meninggalkan jejak dan tanpa membuat curiga para komplotan lainnya.
"Kita berpencar! Dan cari lokasi sandera! Jika sudah menemukan maka segera berikan informasi! Aku akan ke sisi depan. Viollete melalui jalur belakang, dan Roy melalui jalur samping!" perintah salah satu dari mereka dan dia adalah seorang pria. Dan sepertinya pria itu adalah ketua dari tim ini.
Sedangkan kedua rekannya adalah seorang pria dan seorang gadis. Dan gadis itu adalah Viollete yang sedang mendapatkan sebuah misi dan tes dari Wilson untuk menyelamatkan seorang putri pengusaha kaya di Jepang yang sedang disandera oleh beberapa komplotan preman.
"Baik! Dipahami!" sahut Viollete dan salah satu pria lainnya dengam kompak dan bersamaan.
Mereka mulai berpencar sesuai dengan yang diperintahkan oleh senior mereka Ryuga. Viollete mulai menuruni atap demi atap dengan begitu gesit dan tanpa meninggalkan suara yang riuh, hingga akhirnya Viollete mulai memerosotkan dirinya untuk mencapai atap paling rendah di bangunan paling belakang.
Viollete mulai melompat ke dasar bangunan dengan begitu lincah dan langsung berguling di atas lantai beberapa kali hingga akhirnya Viollete mulai jongkok dan bersembunyi di balik sebuah gerobak raksasa, karena kebetulan sedang ada seorang penjaga yang sedang berpatroli di sekitar tempat itu.
BRAKK ...
Tak sengaja sebuah kayu tiba-tiba terjatuh dari atas gerobak itu karena Viollete yang tak sengaja menyenggolnya.
"Siapa disana?!" penjaga itu mulai curiga hingga akhirnya memutuskan untuk melenggang mendekati asal suara dengan berjalan hati-hati dan menyorotkan lighter yang masih berada pada genggamannya.
Sial!! Aku harus membereskannya dengan baik jika dia mengetahui keberadaanku!
Batin Viollete mulai bersiap dan menunggu penjaga itu untuk bersiap menyerangnya disaat yang tepat. Pria penjaga dengan penampilannya yang juga mengenakan pakaian serba hitam namun tanpa memakai masker semakin mendekati gerobak itu.
Dengan cepat Viollete mulai melakukan spin berlawanan dengan arah jarum jam dan berhasil menjatuhkan pria itu di atas lantai.
BRRUUGGHH ...
Belum sempat pria itu terbangun kembali, kini Viollete mulai menaiki gerobak raksasa itu dan melompat kuat ke arah pria penjaga itu dengan mengayunkan pukulan lurus dengan mengerahkan seluruh tenaganya.
BUAGHH ...
Pukulan lurus itu mengenai tepat di wajah pria menjaga itu dan membuatnya pingsan seketika dengan hidungnya yang mengeluarkan darah. Dengan cepat Viollete mulai menyeret pria penjaga itu dan memasukkannya ke dalam gerobak itu.
"Sial, aku sudah mengitari daerah sini beberapa kali namun aku tak menemukan apapun. Bahkan Roy dan Ryuga juga belum menemukan apapun saat ini. Lalu dimana mereka menyekap putri pengusaha itu? Apakah ini semacam kamuflase? Seharusnya mereka ada di daerah ini?" gumam Viollete berusaha untuk berfikir kembali, dimana kira-kira para preman itu menyekap gadis itu.
Viollete mulai menebarkan pandangannya kembali untuk melihat dan mengamati beberapa tempat yang dianggapnya mencurigakan sebagai tempat persembunyian rahasia mereka.
Gunakan otakmu, Vio! Jika mereka tidak terlihat di semua bangunan ini, itu berarti ada sebuah ruangan khusus. Dan satu-satunya kemungkinannya adalah ruang bawah tanah!! Tapi dimana pintu untuk menuju ruang bawah tanah itu?
Batin Viollete mulai berfikir ke arah sana dan mulai memperhatikan sekelilingnya lagi dan berharap akan segera menemukan sesuatu. Hingga akhirnya pandangannya kini mulai beralih menatap sesuatu yang dianggapnya cukup mencururigakan.
Sebuah penutup berbentuk lingkaran yang berukuran cukup besar berbahan tembaga mulai terlihat di samping sebuah bangunan di hadapan Viollete. Viollete mulai memicingkan sepasang matanya untuk lebih mengamati benda itu.
Ahh ... akhirnya ketemu!! Mari kita lihat apakah itu adalah pintu rahasia itu?
Batin Viollete mulai menyeringai manis menatap penutup tembaga yang berukuran cukup besar itu. Kira-kira penutup itu berdiameter 2 meter. Setelah mengawasi sekitarnya dan memastikan jika sekitarnya saat ini aman, kini Viollete mulai berjalan cepat mendekati benda yang dianggapnya cukup mencurigakan itu.
Setelah sampai di depan benda itu Viollete segera jongkok dan berusaha untuk membuka dan sedikit menggeser penutup raksasa itu. Cukup berat!! Namun akhirnya Violletw berhasil menggesernya hingga mencapai setengah terbuka.
Seringai manis dan sangat mirip dengan Kagami Jiro mulai menghiasi wajah cantik nan dingin itu setelah Viollete mulai melihat sesuatu yang berada di hadapannya saat ini.
Sebuah jalan rahasia menuju ruangan bawah tanah. Dan ada sebuah tangga yang cukup panjang untuk mencapai ruangan bawah tanah itu. Viollete yang sudah terlalu bersemangat, rupanya melupakan sesuatu untuk segera menghubungi kedua rekannya jika sudah menemukan tempat rahasia itu.
Viollete malah segera menuruni dan menapaki tangga demi tangga itu dengan begitu pelan dan berhati-hati agar tidak ada yang mencurigai kehadirannya saat ini.
Tangga rahasia ini terlihat seperti lorong yang menghubungkan ke ruang rahasia bawah tanah, sedikir remang-remang karena cahaya lampu tidak terlalu terang, dan hanya menerangi di beberapa titik tertentu saja.
Viollete masih dengan hati-hati menapaki tangga demi tangga, hingga akhirnya saat sudah menempuh setengah dari perjalanan tiba-tiba saja Viollete mulai melihat seorang penjaga yang sedang berjaga di bawah dan terlihat selalu mengawasi sekitarnya dengan membawa sebuah senter.
Viollete mulai merencanakan sesuatu untuk segera mengatasi pria penjaga itu. Dengan pelan dan hati-hati Viollete mulai melompat dan menaiki pegangan pada tangga itu hingga akhirnya Viollete mulai memerosotkan dirinya melalui pegangan tangga itu.
SSRRTT ...
Sepasang manik-manik kecoklatan itu menatap tajam pria penjaga itu yang masih terlihat mengawasi sekitarnya. Namun jika dilihat dari gelagatnya, pria penjaga itu belum menyadari kehadiran Viollete.
Namun tiba-tiba saja saat jarak Violete saat merosot hanya tinggal berjarak kira-kira 2 meter dari pria penjaga itu, pria penjaga itu mulai berbalik ke arah belakang dan mengetahui kehadiran Viollete yang sudah berhasil menyusup ke dalam daerah rahasia mereka.