The Goddess Of War

The Goddess Of War
Hanya Sebuah Permainan!



Tiba-tiba saja ada seseorang yang mulai melenggang dan menghampiri Viollete dan mulai mengenakan sebuah pakaian hangat untuk Viollete.


Dan tentu saja hal ini cukup mengejutkan untuk Viollete. Seorang pria yang tadi berada di belakang Viollete dan memakaikan pakaian hangat itu kini mulai melenggang beberapa langkah dan mulai berhadapan di depan Viollete.


Pria itu tersenyum menatap Viollete. Senyumnya begitu hangat dan membuat Viollete merasa tenang dan nyaman hingga tak sadar sudut-sudut bibir dari gadis cantik itu mulai ditariknya membentuk sebuah senyuman tipis nan manis.


"Hai, Viollete!" sapa pria yang tak lain adalah Nickhun dengan begitu hangat.


"Hai, Nick ..." balas Viollete masih tersenyum hangat menatap pemuda berdarah Thailand itu.


"Udara malam di Tokyo begitu dingin malam ini. Mengapa kamu tak membawa pakaian hangat?" ucap Nickhun mulai membenarkan pakaian hangat miliknya yang saat ini sudah membalut tubuh Viollete.


"Uhm, aku tidak tau jika akan pulang selarut ini." jawab Viollete seadanya. "Oh iya, Nick. Darimana kamu tau aku berada di daerah sini?"


"Bukankah setelah kamu pulang kerja kamu memberikan alamat kafe ini padaku, Vio? Apa kamu melupakannya?" ucap Nickhun dengan nada jenaka dan tertawa kecil.


"Oh, benar juga. Maaf, Nick. Aku lupa. Hehe ..." ucap Viollete tertawa kecil dan mulai melenggang bersama dengan Nickhun untuk berjalan ke halte.


"Bagaimana hari pertama bekerja? Apa hari ini menyenangkan?" tanya Nickhun yang terlihat begitu antusias dan sangat ingin tau.


"Biasa saja, Nick. Dan tidak ada hal yang menyenangkan. Bagaimana denganmu? Apa pekerjaanmu menyenangkan?" Viollete mulai beralih menatap sahabat kecilnya, namun langkah kaki dari mereka berdua masih bergerak bersamaan dengan ritme yang teratur.


"Hari ini hanya pengenalan dan masih belajar secara teori saja. Ini adalah pertama kali aku bekerja di sebuah perusahaan besar dan di kota yang besar. Sebenarnya aku sangat merasa gugup, Vio." ucap Nickhun menatap lurus ke depan dan tersenyum samar.


"Hhm. Tidak jauh berbeda denganku, Nick. Aku juga pelan-pelan saja kok untuk bisa menyesuaikan dengan mereka." sahut Viollete mulai berniat untuk memasuki sebuah busway yang kebetulan sudah berhenti di halte.


Namun tiba-tiba saja Nickhun mulai meraih lengan kiri Viollete dan berhasil menahan pergerakan Viollete hingga akhirnya busway itu mulai melaju dan meninggalkan mereka berdua.


Dan tentu saja hal ini membuat Viollete merasa begitu kebingungan dan mengkerutkan keningnya menatap sahabat kecilnya itu.


"Nick, ada apa? Kita sudah tertinggal busway lo." ucap Viollete masih tak mengerti mengapa Nickhun menahan Viollete saat ini.


Bukannya segera menjawab pertanyaan dari Viollete, kini Nickhun malah terdiam dan hanya menatap Viollete cukup lama. Nickhun terlihat begitu ragu-ragu saat mau mengatakan sesuatu.


Dan sepertinya saat ini Nickhun sedang teringat dengan kejadian beberapa saat yang lalu, disaat Viollete menghubungi dirinya dan mengatakan jika Viollete menyukai Nickhun.


Padahal saat ini Viollete malah tidak mengingatnya sama sekali. Padahal dia sudah berniat akan menjelaskan semuanya kepada Nickhun saat bertemu.


"Nick? Apa ada masalah?" tanya Viollete kembali karena Nickhun hanya terdiam saja selama beberapa saat.


"Uhm ... Vio ... ada sesuatu yang mau aku tanyakan kepadamu." ucap Nickhun yang sebenarnya mulai terlihat ragu.


"Hhm? Apa itu? Katakan saja padaku, Nick."


"Apa saat sedang berada di kafe bersama dengan rekan kerjamu, apakah telah terjadi sesuatu?" tanya Nickhun tidak langsung menanyakan soal panggilan dari Viollete.


Viollete mulai berusaha untuk mengingat-ingat kembali apa yang terjadi saat di kafe beberapa saat yang lalu. Dan akhirnya Viollete mulai menjawab pertanyaan dari Nickhun.


"Ya. Aku mengalami sedikit masalah. Mereka mengajakku bermain truth or dare. Dan aku sering mendapatkan giliran. Mereka menantangku untuk melakukan catwalk di atas sebuah plaform di hadapan semua para pengunjung kafe." ucap Viollete menceritakan dengan jujur. "Jujur aku sangat malu saat melakukannya, Nick. Karena itu bukan hal yang aku sukai. Berjalan layaknya seorang model dengan meliuk-liuk. Uhh ... sepertinya senior Ryuga benar-benar sangat tidak menyukaiku dan sangat membenciku." imbuh Viollete menutupi wajahnya dengan jemari kanannya.


Jadi itu hanya sebuah permainan truth or dare ya? Dan kamu menghubungiku beberapa saat yang lalu dan mengatakan jika kamu menyukaiku rupanya hanya sebuah tantangan dan bagian dari permainan yang sudah diberikan oleh mereka para rekan kerjamu ya? Sudah aku duga ... pasti sudah terjadi sesuatu sehingga kamu melakukan hal seperti itu, Vio.


Batin Nickhun berusaha untuk tetap tersenyum, meskipun di dalam hatinya sedikit ada rasa kecewa. Karena Nickhun juga berharap suatu saat Viollete juga bisa menyukai dirinya. Sebuah rasa suka yang melebihi ikatan sebagai seorang sahabat.


"Tidak apa-apa kok. Tadi ada rekan kerjaku yang baik dan menolongku. Dia mengajariku untuk melakukan catwalk. Yah ... meskipun aku masih merasa cukup malu saat memperagakannya." ucap Viollete berusaha untuk menghibur Nickhun.


Namun rupanya Nickhun malah berfikir entah kemana-mana saat ini.


"Rekan kerja? Apakah dia seorang pria?" celutuk Nickhun yang mulai merasa sedikit resah, karena selama ini Nickhun-lah satu-satunya teman pria yang Viollete miliki.


"Ya, namanya Lay Zhang. Dia begitu baik kepadaku."


DEGH ...


Mendengar ucapan dari Viollete sebenarnya cukup membuat Nickhun menjadi semakin resah.


Bersambung ...




Profil biodata Viollete :


Name : Viollete Karimova / Kin Rui


Birth : 8 September


Zodiak : Virgo


Hight : 168 cm


Weight : 48 kg


Age : 24 years old


Yang paling dibenci : Kagami Jiro


Yang paling disukai : Cloud, Nickhun dan bibi Anne


Makanan faforite : Semua makanan apapun suka dan termasuk tidak suka pilih-pilih makanan. Namun jika disuruh memilih, maka Viollete akan memilih makanan manis, berkuah dan pedas.


Hobi : Bermain komputer, meretas, IT, berlatih Muay Thay bersama Nickhun, segala jenis bela diri dan bermain dengan senjata api.


Viollete adalah seorang gadis yang sangat genius, kuat, cerdik namun terlihat begitu dingin, cuek dan juga keras kepala yang cenderung acuh tak acuh terkadap orang-orang yang berada di sekitarnya.


Sebenarnya Viollete bukanlah sosok yang cuek dan berhati dingin. Namun sebenarnya Viollete adalah seorang gadis yang begitu hangat dan perhatian. Sifat dingin dan cueknya terbentuk karena kesehariannya yang kurang mendapatkan kasih sayang, terutama kasih sayang dari kedua orang tuanya.


Selain sejak kecil sudah tidak memiliki seorang mama, Buck Karimova juga terlalu keras dalam mendidik Viollete. Dan hampir tak terlihat secuilpun kasih sayang yang diberikan oleh Buck Karimova untuk Viollete.


Namun sebenarnya Viollete hanya akan bersikap cuek dan acuh tak acuh hanya kepada orang-orang yang dirasa telah berbuat jahat kepadanya dan kepada orang-orang yang tidak terlalu Viollete kenal.


Karena sifatnya yang seperti itulah, banyak yang menilai bahwa Viollete memang adalah sosok yang berhati dingin. Viollete adalah sosok yang sangat mengedepankan impian dan cita-citanya. Gadis berdarah Jepang ini sangat pekerja keras dan sangat fokus terhadap tujuan yang dia miliki.


Dan daripada harus membuang waktu untuk mengurusi hidup orang lain, Viollete akan lebih memilih untuk cuek dan terkesan tidak peduli dengan kehidupan orang lain.