
Viollete masih menatap lekat kedua foto itu secara bergantian. Tatapannya begitu nanar mengingat kejadian yang selama 18 tahun lalu terjadi. Yeap, Viollete masih sangat mengingat saat Yuna, istri dari Kagami Jiro mulai mengajaknya untuk berfoto bersama saat mereka mengunjungi Tokyo Disney Land ( Baca Never Say Good Bye ).
Namun, yang tidak dia pahami saat ini adalah foto bersama antara Kagami Jiro dan mamanya yang terjadi mungkin sebelum Viollete melihat dunia ini. Mereka terlihat begitu dekat, dan tersenyum lebar ketika foto itu diambil, meskipun lebih menyerupai sebuah candid camera.
"Mama ... mengapa mama begitu dekat dengan pria itu di masa lalu? Sebenarnya apa yang terjadi diantara kalian berdua? Mengapa pria itu malah tega membunuh mama?" ucap Viollete begitu lirih.
Dan tidak sengaja tiba-tiba saja sebuah kertas yang terselip di dalam amplop itu kini terjatuh di atas lantai. Viollete mulai memungutnya untuk melihat isi di dalamnya.
Kin Rui. Jika kamu sudah menemukan dan membaca pesan dari kakek ni ... kakek mohon padamu, agar kamu tak selalu mempercayai papamu. Dia memang sangat menyayangi mama kalian, Cloud, dan juga kamu. Namun dia juga sangat berbahaya. Kakek tak tau apa yang sudah dia lakukan terhadap kalian selama ini ... kakek tidak ingin kejadian yang sama terulang lagi dan menimpa kalian. Kalian harua tetap baik-baik saja. Kin makoto.
Viollete mulai mengkerutkan keningnya, karena isi dari surat itu tak sepenuhnya dipahami oleh Viollete.
"Kejadian yang sama terulang lagi?" batin Viollete kebingungan.
Malam ini Viollete tak bisa tertidur karena memikirkan surat dari sang kakek. Hingga akhirnya pagi-pagi sekali Viollete mulai mendatangi kamar sang kakek untuk memberikan sarapan dan menyuapi Kin Makoto sebelum hari ini mereka akan meninggalkan rumah besar keluarga Kin lagi.
"Kakek. Hari ini aku akan kembali lagi. Kakek harus makan yang banyak dan minum obat teratur ya, meskipun aku tak bisa menyuapi kakek lagi. Kakek harus segera sembuh ..." ucap Viollete meletakkan sebuah piring kosong itu di atas nampan.
Kali ini Viollete mulai menatap lekat sang kakek kembali. Menatap sepasang mata yang sudah mulai memutih, wajah yang sudah dipenuhi dengan guratan-guratan halus itu membuat Viollete terlihat sedih.
Selama itukah dirinya tak mengunjungi sang kakek. Ada rasa bersalah di dalam hati Viollete karena tak bisa menemani, merawat dan menjaga sang kakek. Dan kali ini Viollete juga harus meninggalkannya lagi.
Sebenarnya Viollete merasa sangat berat dan tak tega. Namun dia tak punya pilihan lain kecuali mematuhi perintah dari sang papa.
Tiba-tiba saja, Viiollete mulai teringat dengan sebuah pesan yang dituliskan oleh Kin Makoto untuk dirinya. Kini Viollete mulai meraih jemari sang kakek.
"Kakek. Aku tidak tau apa maksud dari surat kakek. Bisakah kakek memberitahukannya kepadaku?" ucap Viollete berharap ada sebuah keajaiban saat ini hingga membuat kakeknya sembuh. "Kejadian yang terulang lagi ... aku sungguh tidak memahaminya, Kakek. Dan mengapa ada foto mama bersama dengan Kagami Jiro? Sebenarnya bagaimana hububgan mereka di masa lalu? Mengapa Kagami Jiro tega untuk mengakhiri hidup mama, Kakek? Mengapa pria itu begitu jahat .."
Tanpa sadar Viollete yang masih duduk bersimpuh di hadapan Kin Makoto, kini sudah menangis mendongak menatap Kin Makoto.
Perkataan dari Viollete hampir 60% dapat di dengar oleh Kin Makoto, dan otaknya bisa meresponnya. Hingga akhirnya kini sepasang mata Kin Makoto mulai sedikit membulat seakan begitu terkejut setelah mendengarkan ucapan dari Viollete.
Kepala Kin Makoto mulai terlihat sedikit mengalami pergerakan, seperti sebuah gelengan kepala, namun begitu pelan dan tidak terlalu kentara dan Viollete tidak memahaminya.
"Kakek ... aku datang kembali untuk membalaskan kematian mamaku. Aku akan membuat Kagami Jiro merasakan semua yang aku rasakan." ucap Viollete masih menatap lekat Kin Makoto.
"Kakek tenang saja. Aku akan membalaskan semua ini ..." ucap Viollete lagi masih menatap lekat sang kakek dan berusaha untuk mengusap air mata itu.
Andai Kin Makoto sedang sehat dan bisa berkata saat ini, pasti dia akan segera mengatakan kebenaran itu kepada cucu pertamanya itu. Jika Viollete sudah salah mengira, karena pembunuh Amane adalah bukan Kagami Jiro, melainkan dia adalah Kin Izumi, papa dari Viollete sendiri.
Dan betapa tak percayanya Kin Makoto saat ini, jika Kin Izumi begitu tega menanamkan kebencian kepada Viollete sejak kecil. Bahkan Kin Izumi sudah memutar balikkan fakta seperti ini.
Namun saat ini Kin Makoto tak bisa berbuat apa-apa. Meskipun beberapa ingatannya sudah ada yang kembali dan bisa berfungsi lagi, namun anggota tubuhnya masih tak bisa bergerak sesuai otaknya.
CEKLEEKK ...
Tiba-tiba pintu kembali terbuka. Rupanya Cloud yang datang untuk menyusul Viollete sekaligus Cloud ingin melihat Kin Makoto sebelum mereka meninggalkan rumah besar keluarga Kin ini.
"Selamat pagi, Kakek. Selamat pagi, Kak Vio!" sapa Cloud dengan senyum lebar dan wajahnya terlihat begitu berbinar.
Viollete mulai beralih menatap Cloud dan segera berdiri kembali, "Selamat pagi, Cloud."
Wajah tampan dan begitu berseri itu membuat Kin Makoto yang masih menatap datar ke arah Cloud sebenarnya merasa begitu bahagia.
Setelah sekian lama, akhirnya dia bisa bertemu dengan kedua cucu yang sangat disayanginya. Andai saja Kin Makoto bisa menahan kedua cucunya untuk mereka tetap tinggal di rumah besar keluarga Kin, pasti itu sudah dilakukannya saat ini.
Andai saja semua ingatan dan semua anggota tubuh dari Kin Makoto masih sehat hingga saat ini, rasanya ingin sekali pria tua ini memeluk kedua cucunya yang saat ini sudah tumbuh menjadi seorang pemuda tampan dan seorang gadis yang cantik.
"Kakek. Kami akan segera pulang." ucap Cloud berpamitan kepada Kin Makoto dengan hangatnya. "Tapi tenang saja kakek. Aku dan kak Vio sudah sepakat untuk sering datang dan mengunjungi kakek kok. Dan kakek juga harus berjanji untuk segera sembuh kembali ya."
Tak ada jawaban, lagi-lagi hanya ada tatapan kosong dari Kin Makoto yang kini sedang menatap Cloud.
"Baiklah. Ayo, Kak Vio! Papa sudah menunggu kita di bawah." ajak Cloud mulai melenggang meninggalkan kamar ini lebih dulu.
"Kakek. Kami pulang dulu ..." pamit Viollete memberikan pelukan yang hangat untuk Kin Makoto lalu mulai melenggang menyusul Cloud.
Kin Makoto masih saja menatap kepergian kedua cucunya yang sudah semakin menjauh darinya, hinnga akhirnya mulai menghilang dari pelupuk matanya.
...⚜⚜⚜...