The Goddess Of War

The Goddess Of War
Buck Karimova Terluka



"Viollete ... apa kamu baik-baik saja?" Nickhun terlihat begitu kebingungan saat melihat Viollete yang tiba-tiba menangis begitu saja.


Viollete dengan cepat segera menyeka air mata hangatnya yang tak terasa sudah jatuh membasahi pipinya yang lembut dan putih.


"Aku hanya sedang teringat dengan mamaku, Nick." ucap Viollete begitu lirih dan menerawang jauh ke depan. "Tak terasa sudah 15 tahun mama pergi. Dan kenangan terakhir yang sangat aku ingat dan tak terlupakan olehku adalah saat kami sedang merayakan pesta ulang tahunku yang ke-6 tahun di rumah besar kami. Dan setelah mama pergi, aku, Cloud, maupun papa tak pernah merayakannya sama sekali." imbuh Viollete menatap hamparan rerumputan di hadapannya yang begitu luas dan menyejukkan mata siapa saja yang memandang.


"Terima kasih karena kamu masih mengingat hari ini dan memberikan kejutan ini kepadaku, Nick. Aku bahkan tak mengingat jika hari ini aku sedang berulang tahun. Terima kasih, Nick. Aku senang sekali!" ucap Viollete begitu tulus dan mulai memiringkan wajahnya untuk menatap Nickhun.


Nickhun tersenyum lebar menatap Viollete dan mulai menyeka air mata yang masih tersisa pada wajah ayu Viollete.


"Tidak perlu berterima kasih, Vio! Mulai sekarang aku akan selalu menemanimu merayakan di setiap hari ulang tahunmu. Jadi kamu tak akan merasa sendirian dan melupakannya begitu saja." ucap Nickhun berusaha untuk menghibur Viollete.


Yeap, Nickhun merusaha untuk menghibur Viollete, meskipun sebenarnya dia tau jika suatu saat nanti mereka akan benar-benar berpisah. Karena Viollete dan keluarganya akan segera kembali untuk ke Tokyo, Jepang demi untuk melakukan sebuah balas dendam kepada Kagami Jiro dan seluruh Doragonshadou.


"Nick, jika aku sudah kembali ke Jepang nanti ... apakah kamu akan melupakanku begitu saja?" tanya Viollete dengan nada yang begitu berat dan sedih.


"Tentu saja tidak. Bagaimana mungkin aku bisa melupakan sahabat terbaikku selama ini? Itu tidak akan mungkin, Vio!" Nickhun tertawa kecil menjawab pertanyaan dari Viollete.


Tiba-tiba terlihat seorang orang pria yang sedang berlarian ke arah mereka berdua.


"Nona Viollete sebaiknya nona segera pulang sekarang." ucap pria yang tak lain adalah salah satu kaki tangan dari papanya, pria itu terlihat mulai mengatur nafasnya yang tersenggal dan terlihat naik turun.


"Ada apa? Apa ada yang terjadi?" tanya Viollete yang sudah beralih menatap pria itu.


"Tuan Buck Karimova terluka cukup parah karena terkena ranjau darat milik kita sendiri." sahut pria itu lagi.


"Bagaimana itu bisa terjadi?" tanya Nickhun yang terlihat cukup bingung.


Seorang genius seperti Buck Karimova yang penuh pertimbangan bagaimana bisa terkena oleh senjata jebakan yang dipasang oleh anak buahnya sendiri? Ini sungguh tidak masuk akal!


"Saat itu tuan Cloud dan tuan Buck Karimova sedang berlatih bersama. Tapi tuan Cloud tak sengaja menginjak ranjau darat itu dan sama sekali tak berani bergerak lagi karena khawatir ranjau darat itu akan meledak saat tuan Cloud mengangkat pijakannya. Saat itu tuan Buck Karimova berusaha untuk membebaskan tuan Cloud dengan mengikis sepatu yang sedang dipakai oleh tuan Cloud dengan harapan saat mereka beranjak ranjau darat itu tak akan meledak. Namun semua itu sia-sia. Pergerakan mereka tetap terdeteksi dan mereka terluka saat sedang berusaha melompat sejauh mungkin dari tempat itu." ucap pria itu menceritakan kronologi kejadian beberapa saat yang lalu, karena pria itu melihat dengan mata kepalanya sendiri.


"Mereka terluka. Tapi tuan Cloud tak terluka terlalu parah, namun tuan Buck Karimova terluka cukup parah karena dia berusaha untuk melindungi tuan Cloud ketika mereka tiarap saat ledakan itu terjadi." jelas pria itu lagi masih dengan nafas yang tesenggal.


Tanpa berkata-kata lagi kini Viollete segera berlari secepat mungkin untuk segera sampai ke rumahnya dan melihat sang papa dan adik laki-lakinya. Nickhun juga mulai mengejar Viollete karena pemuda itu saat ini juga begitu mengkhawatirkan Buck Karimova dan juga Cloud.


Jalanan hutan yang begitu landai dan berkelok terus dilaluinya dengan berlari. Raut wajah ayu itu terlihat begitu penuh dengan kekhawatiran dan kesedihan.


Papa ... Cloud ... aku harap kalian baik-baik saja. Di dunia ini hanya kalian yang aku miliki. Aku mohon jangan pergi dan meninggalkanku ... aku akan melakukan apapun untuk membuat kalian bahagia! Jangan pergi ...


Viollete masih berlari dan tak sadar dia sudah menangis kembali di sepanjang jalan hingga air matanya terjatuh saat dia berlari.


Setelah beberapa saat akhirnya Viollete dan Nickhun mulai sampai di depan sebuah rumah kayu yang cukup sederhana yang selama ini sudah menjadi tempat tinggal Viollete selama 15 tahun.


Viollete dan Nickhun segera memasuki rumah itu dan mulai mencari sosok Cloud dan sang papa. Namun di depan kamar sang papa, Violletw mulai melihat Cloud yang sedang duduk di sebuah kursi kayu.


Cloud yang menyadari kedatangan kakaknya kini segera bangkit dan berdiri untuk menyambut Viollete dan Nickhun.


"Kakak ..." ucap Cloud dengan raut wajahnya yang terlihat begitu sedih dan sangat merasa bersalah. "Papa, Kak ... papa terluka parah karena menyelamatkanku. Ini semua gara-gara aku, Kak Vio! Jika papa tak berusaha untuk menyelamatkanku, pasti papa tak akan terluka seperti ini. Hiks ... seharusnya aku yang berbaring disana, Kak Vio!" Cloud menangis dan terus saja menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian yang sedang menimpa Buck Karimova.


Viollete yang juga begitu terpukul akhirnya mulai meraih dan memeluk adik laki-lakinya. Rasanya kedua kakak beradik ini sesak sekali saat melihat sang papa sedang terluka cukup parah dan tak berdaya saat ini.


"Ini bukan salahmu, Cloud! Papa melakukan semua ini karena papa sangat menyayangimu. Dan papa tak akan membiarkanmu terluka dan dalam bahaya begitu saja, terlebih di hadapannya secara langsung. Kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri seperti ini, atau papa akan semakin bersedih." ucap Viollete berusaha untuk menghibur dan menenangkan Cloud.


Meskipun Viollete dan Cloud adalah saudara kandung dan berbeda ayah namun mereka terlihat sangat saling menyayangi satu sama lain. Meskipun sebuah kenyataan itu belum sepenuhnya diketahui oleh mereka berdua saat ini.


Entah apa yang akan terjadi jika suatu saat mereka mengetahui kebenaran, jika Viollete Karimova atau Kin Rui adalah bukan putri biologis dari Buck Karimova, melainkan Viollete adalah putri kandung dari Kagami Jiro! Seorang petinggi utama dari Doragonshadou yang akan menjadi target balas dendam dari Viollete.


Dan mungkin dalam waktu dekat ini Kagami Jiro akan segera pensiun dan akan menyerahkan Doragonshadou dan beberapa perusahaan besarnya kepada kedua putra kembarnya. Kagami Kenzi dan Kagami Kenzou.