
Seakan telah membatu dan membeku begitu saja, Viollete dan si pria penjaga terdiam selama beberapa saat karena masih shock dan panik karena kereta yang melaju ke arah mereka berdua kini sudah semakin mendekati mereka berdua.
Namun akhirnya si pria penjaga itu mulai bangkit dan secepat mungkin meninggalkan Viollete begitu saja. Dan kini hanya tertinggal Viollete yang sudah semakin dekat dengan kereta api itu yang sebenarnya sudah cukup memelankan kecepatan lajunya.
Viollete masih cukup terpaku. Namun tepat saat jarak kereta api itu hanya tinggal 10 meter dari dirinya, Viollete segera menghentakkan kedua kakinya untuk segera berdiri. Dan Viollete akhirnya tepat berdiri di pinggiran landasan kereta api itu.
Suasana masih begitu menegangkan, karena jarak Viollete dan kereta api saat ini sudah semakin dekat. Dan siapapun yang sedang berada di keadaan Viollete saat ini, pasti akan merasakan panik dan kebingungan saking shock-nya.
GRREEPP ...
Tepat sebelum kereta api itu mengenai Viollete dan hanya memiliki durasi waktu 3 detik saja, tiba-tiba saja ada seseorang yang meraih untuk menarik dengan kuat tangan dan tubuh Viollete hingga mereka berdua terjatuh bersama hingga berguling-guling karena tanah yang sedikit landai dan curam.
Tepat setelah 3 detik setelah seseorang berhasil menyelamatkan Viollete, kereta api yang baru datang dari arah berlawanan itu menabrak kerena api peluru yang baru saja berangkat dari Yokohama.
BRAKK ...
SREETT ...
Kereta api peluru asal Yokohama itu sedikit terdorong ke belakang kira-kira 10 meter setelah tertabrak, dan akhirnya kedua kereta api itu mulai berhenti total.
Sementara Viollete yang terjatuh dan berguling bersama seorang pemuda itu mulai terhenti dengan posisi tubuh Viollete menimpa dan berada di atas tubuh pemuda itu.
"Senior Roy?" ucap Viollete setelah menyadari jika pemuda itu adalah salah satu seniornya dan Viollete juga segera bangun karena merasa tidak enak. Kini mereka berdua segera berdiri kembali.
"Ya, ini adalah aku. Maaf jika aku sangat terlambat untuk menyusulmu, Vio." sahut Roy yang juga merasa tidak enak karena datang terlambat dan membiarkan Viollete sendirian melawan para penculik itu. Bahkan Viollete berada dalam bahaya dan hampir saja terserempet kereta api.
"Tidak, Senior. Aku yang minta maaf karena lagi-lagi aku malah bergerak sendirian dan tidak memberikan kabar." sahut Viollete. "Tapi sebaiknya kita berbincang nanti saja. Saat ini mereka pasti sudah berusaha untuk melarikan diri." ucap Viollete mulai menatap ke atas untuk mencari sebuah helikopter yang dinaiki oleh Kabinet Fumio untuk melarikan diri.
Dan benar saja, capung besi itu sudah tidak terlihat. Dan sepertinya mereka sudah meninggalkan tempat ini untuk melarikan diri.
"Senior! Tutup semua akses penerbangan maupun jalur laut. Periksa dan amati juga akses dari semua helikopter yang meninggalkan Tokyo atau kita akan kehilangan kabinet Fumio!" ucap Viollete dengan tegas dan serius.
"Kabinet Fumio?" Roy mengernyitkan keningnya menatap Viollete karena masih tak mengetahui dalang dibalik penculikan ini.
"Ya, lakukan saja dulu seperti yang aku katakan. Nanti aku akan menjelaskan semuanya. Dan aku juga memiliki bukti jika kabinet Fumio memang bersalah." ucap Viollete menatap serius Roy.
Roy tak menjawab Viollete, namun Roy segera meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang dan memerintahkan sesuatu.
Sementara itu Viollete segera meninggalkan Roy dan mulai mendatangi kereta api peluru yang baru saja tertabrak itu. Viollete mulai memasuki gerbong pertama untuk memastikan sesuatu.
Viollete bernafas lega saat melihat Perdana Menteri Hiroyuki dan beberapa pria yang masih disekap masih baik-baik saja. Sementara kecelakaan karena kedua api itu hanya menyebabkan bagian kepala depan kereta api saja saja yang mengalami kerusakan, karena memang kecepatan laju sudah berkurang dan kereta api itu sudah melakukan pengereman sebelumnya karena sudah mendapatkan informasi dari pusat.
Viollete segera melepaskan sekapan dan tali yang mengikat Perdana Menteri Hiroyuki. Lalu Viollete juga mulai melepaskan ikatan ketiga pengawal asli dari Perdana Menteri Hiroyuki yang ikut diculik bersama.
Tak lama kemudian Roy mulai menyusul dan diikuti oleh Ryuga, Lay Zhang, Aya dan juga beberapa pengawal Perdana Menteri Hiroyuki yang menyusul bersama tim Ryuga.
"Tuan Hiroyuki. Apa tuan baik-baik saja?" salah satu pengawal mulai mendekati Perdana Menteri Hiroyuki dan terlihat sangat merasa bersalah. "Maafkan kami yang sangat teledor dalam penjagaan ini, Tuan. Kami pantas dihukum."
"Tuan Hiroyuki, kami menemukan alat peledak ini. Namun sepertinya seseorang sudah menonaktifkan sistemnya dengan memutus salah satu kabelnya." ucap pria itu sambil memperlihatkan sebuah alat peledak.
"Seseorang sudah menonaktifkan peledak ini? Tapi siapa? Kalian semua baru saja datang setelah kedua kereta api ini saling bertabrakan?" Perdana Menteri Hiroyuki terlihat kebingungan menatap anak buahnya yang masih membawa sebuah alat peledak yang sudah tidak berfungsi itu.
Roy yang menyadari sesuatu mulai beralih menatap Viollete yang berdiri tak jauh darinya. Sepasang maatanya menyipit dan mencurigai jika Viollete yang telah melakukan itu.
"Viollete ..." ucap Roy yang masih menatap Viollete penuh kecurigaan. Dan ucapannya sukses membuat seluruh orang yang sedang berada di gerbong ini juga beralih menatap Viollete. "Kaukah itu? Kamu yang menjinakkan alat peledak ini bukan? Karena diantara kita, hanya kamu yang lebih dulu sampai disini. Kamu bahkan mengejar kereta api ini dari Yokohama. Dan aku melihat semuanya saat kamu berhasil manaiki kereta api ini."
Bersambung ...
Profil biodata Roy Yamazaki :
Name : Roy Yamazaki
Birth : 8 Oktober
Zodiak : Libra
Hight : 181 cm
Weight : 60 kg
Age : 25 years old
Yang paling dibenci : Roy mudah beradaptasi dan berbaur. Dan Roy juga tidak mudah untuk membenci sesuatu.
Yang paling disukai : Mama
Makanan faforite : semua masakan mama suka. Namun semenjak tinggal sendiri jadi merindukan masakan mama.
Keluarga dimana? Apa tidak tinggal bersama dengan mereka?: Mereka semua berada di Kyoto, aku ke Tokyo karena melanjutkan study dan sekarang malah bekerja dengan Doragonshadou.
Hobi : IT, bela diri, membaca.
Roy termasuk tipikal pria cerdas, kuat, namun selalu ramah, lembut dan penuh perhatian. Roy memiliki hati yang sensitif dengan rasa empati tinggi. Roy paling tidak bisa membiarkan orang menderita. Memiliki jiwa penolong dan sangat sosial.
Roy memiliki ketertarikan tersendiri untuk selalu memperhatikan orang lain. Tidak hanya terhadap orang terdekat, namun Roy bisa memberikan perhatian dengan orang yang baru saja dikenalnya. Misalkan dengan Viollete.
Yeap, Roy selalu sabar dan siap sedia untuk membantu orang-orang terdekatnya. Namun karena tidak terlalu senang menampakkan diri, Roy lebih senang membantu orang diam-diam.
Hatinya begitu lembut membuatnya bak sosok malaikat tanpa sayap. Namun keahlian bela dirinya juga sangat tidak bisa diragukan. Dan satu hal lagi, meskipun Roy berjiwa lembut namun dia tak akan segan-segan jika sudah berurusan dengan berandalan.
Roy adalah tipikal seorang workaholic sejati. Hidupnya seoalah-olah habis untuk bekerja hanya demi untuk mengejar kestabilan.