The Goddess Of War

The Goddess Of War
Praduga Kagami Jiro



Seorang pria paruh baya yang masih cukup sehat dan tampan untuk seusianya, kini terlihat sudah duduk di kursi kerjanya dan masih berkutat dengan sebuah oled transparent di hadapannya.


Namun pria paruh baya itu segera menghentikan aktifitasnya setelah menyadari kehadiran Viollete yang kini sudah berdiri di hadapannya yang hanya bersekat sebuah meja kerja berbentuk L itu.


"Tuan memanggil saya?" tanya Viollete dengan nada yang begitu rendah.


"Hhm. Duduklah!" sahut Kagami Jiro mulai menyipitkan sepasang mata kecoklatannya menatap Viollete.


Viollete segera duduk di sebuah kursi empuk yang berada di hadapan Kagami Jiro. Sebenarnya Viollete begitu merasa begitu tak sabar dan ingin segera mendengarkan maksud dari Kagami Jiro hingga sampai memanggilnya datang ke ruangannya.


"Viollete, aku dengar kakekmu sakit. Bagaimana keadaannya saat ini?" tanya Kagami Jiro memulai membuka perbincangannya.


"Iya, Tuan. Kakek sakit, namun sudah sedikit lebih membaik kok." jawab Viollete dengan jujur.


"Bukankah seluruh keluargamu berada di desa Wang Nam Khiao, Viollete? Apakah kakekmu juga pindah ke Jepang bersama dengan kalian?" tanya Kagami Jiro yang sukses membuat Viollete sedikit terkejut dan syok karena sudah melupakan akan hal itu.


Namun dengan cepat Viollete segera mencari sebuah alasan agar Kagami Jiro tidak mencurigainya.


"Sebenarnya kakek dan nenek dari pihak ibuku memang tinggal di Jepang, Tuan. Hanya saja aku dan keluargaku tinggal di desa Wang Nam Khiao dan menghabiskan waktu cukup lama disana. Kini saat sudah kembali ke Jepang, aku baru sempat mengunjungi kakek." jawab Viollete berkilah.


"Oh. Semoga saja kakekmu segera sehat dan pulih kembali." ucap Kagami Jiro menutup sebuah berkas yang berada tepat di hadapannya saat ini.


"Semoga saja, Tuan. Terima kasih banyak." Viollete menyauti dengan begitu pelan dan berharap hal itu akan benar-benar terjadi.


"Hhm. Viollete. Ada yang ingin aku tanyakan padamu soal akhir pekan lalu ..." ucap Kagami Jiro tiba-tiba.


DEGH ...


Jantung Viollete mulai berdebar lebih kencang dan gadis cantik itu mulai risau dan khawatir jika Kagami Jiro berhasil menemukan sesuatu tentang Kazuma dan dirinya.


"Apa saat itu kamu pergi ke Queen's Square Mall?" tanya Kagami Jiro lagi yang semakin sukses membuat Viollete membeku selama beberapa saat.


Rasanya seperti seseorang yang sudah hampir kepergok karena telah melakukan sesuatu yang tidak benar. Dan itulah yang sedang Viollete rasakan saat ini.


Tenanglah, Vio! Katakan dengan tenang dan jangan panik!


Batin Viollete menenangkan dirinya sendiri.


"Ya, Tuan. Aku datang ke Queen's Square Mall pagi itu. Namun aku hanya datang sebentar saja untuk membeli sesuatu, lalu pulang lagi." jawab Viollete tak sepenuhnya berbohong.


"Hhm. Apa kamu datang bersama dengan seseorang?" tanya Kagami Jiro lagi seolah sedang menyelidiki dan mengintrogasinya.


"Tidak, Tuan. Aku datang seorang diri. Dan aku juga pulang seorang diri." jawab Viollete apa adanya.


"Tidak, Tuan. Aku tidak tau. Maaf jika aku tidak bisa membantu sedikitpun." jawab Viollete dengan nada merasa bersalah.


"Tidak masalah! Aku hanya sedang mencari seseorang. Namun rupanya dia juga orang yang cerdik dan sudah menghapus bukti-bukti dengan sangat bersih. Dan hal seperti ini biasanya hanya bisa dilakukan oleh Kin Izumi saja." gumam Kagami Jiro terlihat sudah cukup lelah.


Kedua alisnya diangkatnya dan membuat keningnya semakin berkerut. Sementara pandangannya mulai beralih menatap kaca jendela bening di sisi samping ruangan kerjanya.


"Baiklah. Kamu boleh kembali, Vio!" ucap Kagami Jiro lagi.


"Baik, Tuan. Kalau begitu saya permisi." Violletr berkata dengan nada yang begitu rendah lalu mulai bangkit dari tempat duduknya dan melenggang meninggalkan ruangan ini.


...⚜⚜⚜...


Sore ini Viollete berpamitan dan mengatakan jika akan pergi bersama rekan kerjanya. Lagi-lagi Cloud yang memiliki watak sedikit iseng mulai mendandani Viollete. Dan kali ini Cloud mendandani Viollete dengan dandanan yang sedikit feminim.


Selain memaksa Viollete untuk mengenakan sedikit make up, Cloud bahkan juga memilihkan pakaian yang unik dan lucu untuk Viollete. Sebuah tank top putih dikenakan oleh Viollete dan memadankannya dengan jumpsuit tanpa lengan berwarna merah terang.


Bahkan Cloud juga memaksa Viollete untuk menggeraikan rambut panjangnya itu dan hanya sedikit mengikatnya ke belakang. Manis dan imut sekali!! Bahkan Viollete juga terlihat lebih ceria dengan penampilannya saat ini.


"Cloud penampilan macam apa ini?! Ini bukankah malah akan membuatku terlihat seperti anak-anak? Kakak akan pergi bersama dengan rekan kerja untuk makan bersama, Cloud. Jika seperti ini mereka akan semakin memperolok kakak." komentar Viollete setelah melihat dirinya melalui pantulan sebuah cermin rias di hadapannya.


Viollete sangat terlihat begitu keberatan akan penampilannya saat ini yang malah membuatnya terlihat seperti seorang gadis yang berusia 18 tahun. Padahal saat ini Viollete sudah berusia 24 tahun.


"Duh, Kak Vio ... kakak cocok sekali kok dengan penampilan itu. Percaya deh sama aku. Mereka tak akan mengolok-olok kakak kok. Justru mereka akan takjub dan terpana karena melihat kak Vio yang cantik." ucap Cloud meyakinkan Viollete yang saat ini masih berdiri di belakang Viollete dan sedikit merapikan rambut Viollete.


"Ah ... tapi kakak merasa tidak nyaman dengan pakaian ini, Cloud." ucap Viollete lagi yang masih merasa sangat keberatan.


"Hanya sampai sore saja bukan? Setelah sampai di rumah kakak boleh langsung berganti pakaian deh. Please deh, Kak Vio. Hargai kerja kerasku yang sudah membuat kakak sangat cantik seperti ini ..." ucap Cloud memohon dam memperlihatkan mata kucinya dan memegang kedua bahu Viollete dari belakang.


Pandangan kakak beradik ini saling bertemu melalui pantulan cermin di hadapannya. Terlihat raut wajah Cloud yang begitu memelas hingga akhirnya Viollete tak bisa menolak permintaan dari Cloud.


"Huft ... baiklah. Kakak hanya akan memakainya sampai sore saja. Setelah itu kakak akan segera berganti dengan T-shirt saja." ucap Viollete akhirnya dengan sangat terpaksa.


Cloud mulai menarik sudut-sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman lebar yang begitu manis. Deretan giginya yang begitu rapi dan putih diperlihatkan olehnya, menandakan Cloud sangat senang akan keputusan yang sudah diambil oleh Viollete.


Sebenarnya hari ini Viollete sudah berbohong dan mengatakan akan bertemu dengan rekan kerjanya. Padahal sebenarnya Viollete akan pergi untuk menemui Nickhun, karena Nickhun mengajak Viollete untuk pergi ke Tokyo Skytree hari ini.


Viollete masih merasa cukup beruntung karena yang akan Viollete temui kali ini dengan penampilan seperti ini adalah Nickhun. Andai saja Viollete benar-benar akan menemui Ryuga, Roy, aya maupun Lay Zhang ... mungkin saja Viollete akan bersikeras untuk segera berganti pakaian dan merubah penampilannya kembali.